Riau   2026/06/16 16:4 WIB

Provinsi Riau Sangat Strategis untuk Hadapi Perubahan Lanskap Ekonomi Global

Provinsi Riau Sangat Strategis untuk Hadapi Perubahan Lanskap Ekonomi Global

PEKANBARU - Provinsi Riau dinilai berada pada posisi yang sangat strategis untuk menghadapi perubahan lanskap ekonomi global.

"Riau hadapi perubahan lanskap ekonomi global."

“Menariknya adalah, hampir semua instrumen komoditas strategis yang sedang dicari dan dibutuhkan oleh pasar dunia saat ini sesungguhnya sudah dimiliki dan diproduksi secara masif oleh Provinsi Riau," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat menjadi keynote speaker pada pembukaan Pekan Olahraga, Diskusi Ilmiah, dan Seni Nasional (Porsidinas) Forum Mahasiswa KIP-K 2026 di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Pekanbaru, Senin (15/6).

"Hal ini menempatkan daerah kita berada pada posisi yang sangat diuntungkan dalam struktur geopolitik ekonomi ke depan,” ujar Syahrial Abdi di hadapan ratusan mahasiswa delegasi nusantara.

Bumi Lancang Kuning disebut memiliki peluang besar menjadi pemain penting dalam rantai pasok dunia, terutama di sektor pangan, energi hijau, dan perdagangan internasional.

Dalam paparannya, Syahrial menjelaskan bahwa dunia saat ini sedang bergerak cepat menuju era industri hijau, energi terbarukan, dan penguatan ketahanan pangan.

Menariknya, berbagai komoditas yang kini menjadi kebutuhan utama pasar global justru tersedia dalam jumlah besar di Provinsi Riau.

Syahrial memaparkan, sektor perkebunan masih menjadi tulang punggung ekonomi Riau.

"Saat ini, luas perkebunan kelapa sawit di Riau mencapai sekitar 3,8 juta hektare."

Selain itu, terdapat lebih dari 422 ribu hektare perkebunan kelapa dan lebih dari 500 ribu hektare perkebunan karet yang menjadi kekuatan utama daerah, kata dia.

Menurutnya, ketika banyak negara berlomba membangun industri rendah emisi dan energi ramah lingkungan, Riau memiliki peluang besar melalui pengembangan energi baru terbarukan berbasis perkebunan, termasuk pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber bioenergi.

Tak hanya itu, sektor pangan juga menjadi kekuatan lain yang dimiliki Riau. Integrasi antara sektor perkebunan, pertanian hortikultura, perikanan, dan kelautan dinilai mampu menjadi modal penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan dunia yang terus meningkat.

Selain kekayaan sumber daya alam, Syahrial menegaskan bahwa posisi geografis Riau menjadi keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain.

Berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka membuat Riau memiliki peluang besar berkembang sebagai pusat logistik, investasi, dan perdagangan regional maupun global.

Menurutnya, keberadaan jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menarik investasi dan memperkuat daya saing ekonomi daerah di masa depan.

Meski demikian, Syahrial mengingatkan bahwa seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang unggul dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Karena itu, menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa KIP-K didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi era digital, termasuk menguasai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang kini menjadi salah satu kebutuhan utama dunia kerja dan pembangunan.

Ia menegaskan bahwa investasi negara di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi yang mampu mengubah kekayaan alam dan peluang global menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Melalui penguatan kualitas SDM, Riau diyakini tidak hanya menjadi daerah penghasil komoditas, tetapi juga mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Tags : ekonomi global, perubahan lanskap ekonomi global, riau, riau sangat strategis hadapi ekonomi global,