Linkungan   2026/05/03 11:24 WIB

Pulau Sumatera Dikepung Titik Panas, 'Tetapi Riau Masih Aman'

Pulau Sumatera Dikepung Titik Panas, 'Tetapi Riau Masih Aman'

PEKANBARU - Aktivitas titik panas kembali terpantau di wilayah Sumatera pada Jumat (1/5/2026) sore.

Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 21 hotspot tersebar di sejumlah provinsi.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah menyebutkan, pemantauan dilakukan melalui satelit untuk mendeteksi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Total titik panas wilayah Sumatera sore ini terpantau sebanyak 21 titik,” ujar Yudhistira.

Dari pemantauan BMKG, titik panas paling banyak terdeteksi di Sumatera Selatan, dengan rincian, Aceh 6 titik, Jambi 1 titik, Sumatera Barat 1 titik, Sumatera Selatan 11 titik, Kepulauan Riau 1 titik, Riau 1 titik yang berada di Kota Dumai.

Keberadaan hotspot menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi cuaca kering dan minim hujan.

Meski hanya tercatat satu titik panas di Provinsi Riau, BMKG mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, khususnya di wilayah Dumai.
Baca juga: Riau Sumbang 65% Hotspot Sumatera Hari Ini, Bengkalis Paling Rawan

“Meskipun jumlahnya minim, pemantauan dan langkah pencegahan harus terus dilakukan,” jelas Yudhistira.

Aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera kembali terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Berdasarkan data terbaru, total terdapat 32 hotspot yang tersebar di sejumlah provinsi, dengan dominasi signifikan berasal dari Sumatera Selatan.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, pemantauan satelit menunjukkan distribusi hotspot yang cukup timpang antarwilayah. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, mencapai 17 titik.

“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini terdeteksi sebanyak 32 titik. Sebaran terbanyak berada di Sumatera Selatan,” ujar Yasir dalam keterangannya.

Selain Sumatera Selatan, beberapa provinsi lain juga terpantau memiliki titik panas, meski dalam jumlah terbatas.

Aceh mencatat 9 titik, sementara Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung masing-masing hanya 1 titik.

Untuk wilayah Riau sendiri, jumlah hotspot terpantau relatif rendah, yakni hanya 2 titik yang berada di Kota Dumai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini masih terkendali, meski tetap perlu diwaspadai.

“Di Riau terpantau 2 titik panas yang semuanya berada di Dumai,” jelas Yasir.

Kendati jumlahnya kecil, keberadaan hotspot tetap menjadi indikator awal potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang dapat memicu penyebaran api secara cepat.

BMKG mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah daerah, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. (*)

Tags : titik panas, pulau sumatera dikepung titik panas, riau, riau masih aman dari titik panas,