PEKANBARU - Antrean panjang kendaraan bermotor di SPBU se-Riau untuk mengisi BBM subsidi jenis Pertalite sejak beberapa hari terakhir ini, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Antrean panjang kendaraan di SPBU."
"Stoknya masih normal, masih seperti biasa. Tak ada kendala," ucap seorang petugas pompa di SPBU Arengka, Sabtu (2/5).
Tetapi penumpukan kendaraan yang antre mengisi BBM hingga keluar area SPBU dan memakan separuh badan jalan, menyebabkan titik kemacetan baru.
Masyarakat beranggapan antrean panjang kendaraan di SPBU ini akibat berkurangnya stok atau pun terhambatnya pendistribusian BBM subsidi jenis Pertalite.
Namun beberapa petugas SPBU mengungkapkan, distribusi pasokan stok BBM subsidi jenis pertalite masih normal seperti biasanya tanpa ada kendala.
Petugas SPBU lainnya menyebutkan, antrean panjang mengisi BBM pertalite ini karena meningkatnya jumlah kendaraan yang beralih menggunakan pertalite.
"Konsumsinya meningkat. Biasanya kan ada yang isi BBM non subsidi juga. Tapi karena harganya naik, banyak yang pindah ke pertalite," beber petugas SPBU di Harapan Raya.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengklaim sudah meningkatkan penyaluran BBM jenis Pertalite maupun bio solar hingga 20 persen dari rata-rata normal jelang libur panjang 1-3 Mei 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kebutuhan BBM sudah mulai terlihat di sejumlah SPBU, terutama pada jam-jam tertentu yang memicu kepadatan antrean.
"Sebagai langkah antisipatif, kami telah meningkatkan penyaluran BBM jenis Solar dan Pertalite hingga 20 persen dari rata-rata normal," ujar Fahrougi, Jumat (1/5).
Kondisi antrean panjang ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Kelangkaan Pertalite dilaporkan sudah muncul sejak Kamis (30/4/2026) dan merata di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Situasi tersebut menambah tekanan bagi masyarakat dan sektor transportasi yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas harian.
Antrean panjang BBM subsidi berpotensi berdampak pada distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Jika kondisi ini berlanjut, biaya logistik dan waktu distribusi bisa meningkat.
Para pengemudi berharap ada langkah konkret untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi agar aktivitas ekonomi tidak terganggu.
Distribusi BBM jenis Pertalite di Kota Pekanbaru, sejak Sabtu 2 Mei 2026 masih belum pulih sempurna seperti hari-hari sebelumnya. Sebab, di seluruh SPBU terjadi penumpukan kendaraan.
Pantauan dilapangan, penumpukan kendaraan bermotor ini terjadi karena masih terbatasnya pasokan BBM Pertalite di banyak SPBU di Kota Pekanbaru.
Mirisnya, penumpukan antrean kendaraan khususnya roda empat di SPBU menjadi titik kemacetan baru, karena antrean yang meluber sampai ke bahu jalan.
Beberapa titik SPBU yang menyebabkan kemacetan cukup parah di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan H Imam Munandar (Harapan Raya), hingga Jalan Sudirman.
"Dimana-mana untuk isi pertalite di SPBU antrean semua. Ditambah lagi sampai ke jalan, jadi macet," ucap Anto, pengendara mobil usai mengisi BBM pertalite di SPBU Arengka.
Kondisi antrean panjang ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Kelangkaan Pertalite dilaporkan sudah muncul sejak Kamis (30/4/2026) dan merata di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau.
Situasi tersebut menambah tekanan bagi masyarakat dan sektor transportasi yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk aktivitas harian.
Antrean panjang BBM subsidi berpotensi berdampak pada distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Jika kondisi ini berlanjut, biaya logistik dan waktu distribusi bisa meningkat.
Para pengemudi berharap ada langkah konkret untuk menjaga ketersediaan BBM subsidi agar aktivitas ekonomi tidak terganggu. (rp.ind/*)
Tags : bahan bakar minyak, bbm, minyak pertalite kosong dan langka, antrean panjang kendaraan di spbu, News Daerah,