Linkungan   2026/05/20 10:6 WIB

Riau Panas Menyengat, Malam Harinya Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Riau Panas Menyengat, Malam Harinya Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

PEKANBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau terus menggencarkan patroli di kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Siang hari cuaca panas, malam harinya diguyur hujan lebat disertai petir dan angin kencang."

“Pada sore hingga malam hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi hingga Kota Pekanbaru,” kata Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir.

BMKG Stasiun Pekanbaru memprakirakan sebagian wilayah Riau berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Senin (18/5/2026), terutama pada sore, malam hingga dini hari.

Yasir mengatakan kondisi cuaca di Riau pada pagi hari didominasi udara kabur hingga cerah berawan. Namun hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis, Siak dan Kepulauan Meranti.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Riau, terutama pada sore, malam dan dini hari.

“Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat disertai petir dan angin kencang,” katanya.

Sementara itu, suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 60 hingga 100 persen. Kecepatan angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk wilayah perairan, BMKG menyebut tinggi gelombang laut di perairan Provinsi Riau masih tergolong rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Di sisi lain, kabar baik datang dari pemantauan titik panas atau hotspot. Hingga pukul 23.00 WIB, BMKG mencatat total hotspot di wilayah Sumatera sebanyak 10 titik, namun Provinsi Riau nihil hotspot.

"Untuk wilayah Riau terpantau nihil titik panas, sehingga kondisi ini cukup baik dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” tutup Yasir.

“Patroli terus kita lakukan secara berkala karena kondisi cuaca saat ini cukup panas, terutama di titik-titik yang rawan kebakaran lahan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, Selasa (19/5).

Edy Afrizal melihat sejumlah wilayah di Provinsi Riau dalam beberapa hari terakhir diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Patroli dilakukan secara rutin, terutama di wilayah lahan gambut yang rentan terbakar saat cuaca terik," sebutnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 10 dari 12 kabupaten dan kota di Riau telah menetapkan status siaga karhutla.

Sementara dua daerah yang belum menetapkan status tersebut yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kuantan Singingi.

“Sebanyak 10 daerah sudah menetapkan status siaga karhutla. Tinggal Pekanbaru dan Kuansing yang belum, karena sebelumnya kedua wilayah itu masih cukup sering diguyur hujan,” jelasnya.

Dalam upaya pencegahan, Satgas Gabungan juga terus melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan, baik melalui jalur udara maupun darat.

Menurut Edy Afrizal, saat ini patroli udara didukung dua unit armada berupa helikopter dan pesawat pemantau.

'Sementara di darat, petugas satgas melakukan pemantauan terhadap titik panas atau fire spot untuk memastikan penanganan cepat apabila ditemukan indikasi kebakaran.

“Untuk patroli udara ada heli dan pesawat. Sedangkan di darat, satgas memantau fire spot agar segera ditindaklanjuti bila diperlukan. Dua unit helikopter water bombing juga dalam kondisi siaga,” katanya.

Edy Afrizal menambahkan, kondisi cuaca panas saat ini harus diantisipasi sejak dini agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas di wilayah Riau.

Meski demikian, operasi modifikasi cuaca (OMC) yang sebelumnya dilakukan kini telah dihentikan.

Kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi curah hujan berlebih yang dapat memicu banjir di sejumlah daerah.

“OMC sudah dihentikan beberapa waktu lalu. Langkah itu juga untuk mengantisipasi banjir, karena sebelumnya debit Sungai Kuantan di Kuansing sempat meningkat,” tutupnya. (*)

Tags : cuaca, cuaca panas, cuaca panas menyengat, riau, cuaca malam hari, hujan lebat dimalam hari, hujan disertai petir dan angin kencang,