Csr   2020/11/27 20:57 WIB

Sejak 1979 PT Tunggal Perkasa Plantations, Bagaimana Jejak Program Peremajaan Sawit?

Sejak 1979 PT Tunggal Perkasa Plantations, Bagaimana Jejak Program Peremajaan Sawit?

PROGRAM peremajaan sawit merupakan upaya perusahaan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawitnya dengan melakukan penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru (replanting) sesuai dengan prinsip-prinsip GAP (good agricultural practices).

Sejarah singkat pada tahun 1975 PT Tunggal Investmen mulai beroperasi dengan komoditi olah berupa karet dan kelapa sawit. Pada tahun 1979 nama PT Tunggal Investmen diubah menjadi PT Tunggal Perkasa Plantations (PT TPP). Pada bulan September 1983, Astra Group masuk dalam PT TPP, dan sejak saat itu PT TPP hanya memfokuskan perusahaan pada pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas produksi 70 ton/hari. 

"Program peremajaan sawit dilatarbelakangi oleh permasalahan produktivitas perkebunan yang rendah sehingga berdampak pada pendapatan pekebun sawit," setidaknya demikian diakui Yanuar Wahyudi, Administratur PT Tunggal Perkasa Plantation [PT TPP] melalui Hadi Sukoco, CDO/Humas dikonfirmasi lewat WA (WhatsApp) nya, Jumat (27/11).

Untuk memperkuat sektor kelapa sawit program peremajaan sawit dilingkuggan perusahaan PT Tunggal Perkasa Plantations, katanya tentu mengganti tanaman yang sudah tidak produktif dengan tanaman baru yang produktifitasnya tinggi. "Areal dan kebun yang dilaksanakan program peremajaan sawit nya tentu yang sudah berumur lebih dari 30 tahun," ungkapnya.

Dia mengakui peremajaan sawit tidak hanya sebatas mengganti tanaman tua, juga untuk meningkatkan produktivitas tanaman sawit yang berdaya saing, sedangkan luasan yang sudah dilakukan peremajaan saat ini lebih dari 7000 hektar [ha] dari target luasan lahan yang sudah ditanam baru seluas 10.000 ha.

Program PSR yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016 ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas sawit serta meningkatkan kesejahteraan pekebun sawit. Pihak perusahaan bahkan sudah menggelontorkan dana besar hingga puluhan miyar untuk dilakukannya peremajaan sawit perusahaan.

Upaya percepatan pelaksanaan peremajaan sawit juga didukung aplikasi PS online sehingga pemrosesan dan verifikasi data dapat dilakukan dengan lebih efisien. Jumlah pekebun yang terlibat pada program ini sebanyak 2.000 orang dengan total penyaluran dana puluhan milyar. 

Program peremajaan sawit jadi unggulan 

Perusahaan berkomitmen untuk memperkuat sektor kelapa sawit melalui program peremajaan sawitnya. PS yang dijalankan bertujuan juga memberikan manfaat kepada petani yang terlibat dan sudah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP). 

"PS tidak hanya sebatas mengganti tanaman tua menjadi tanaman baru tetapi melalui PS, produktivitas tanaman sawit juga lebih berdaya saing dan memberikan keuntungan. Disamping itu, manfaat PS lainnya adalah pengaturan tata ruang perkebunan sawit lebih teratur," demikian disebutkan Hadi Sukoco.

Program PS merupakan program unggulan perusahaan. “Perusahaan sangat concern terhadap PS ini, jika kebun sawit sudah berevolusi maka secara tidak langsung akan memberikan dampak positif baik terhadap perekonomian petani. Di sisi lain, sawit juga bisa mendukung ketahanan energi dan mendorong keberlanjutan sawit. Kegiatan PS juga merupakan bagian untuk menjaga komoditas sawit sebagai komoditas strategis nasional yang diharap bisa tetap berkelanjutan," ujarnya. (rp.sdp/*)

Tags : PT Tunggal Perkasa Plantations, Program Peremajaan Sawit, Inhu,