PEKANBARU - Siswa kembali belajar dari rumah selama 2 hari Selasa, 21-22 September 2026 karena kabut asap dinilai sudah membahayakan.
Pemko Pekanbaru memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari.
Kebijakan berlaku Senin hingga Selasa, 21-22 September 2026, setelah udara malam berubah menjadi ancaman serius.
Keputusan itu muncul setelah kualitas udara kembali merosot pada Minggu malam.
Data BMKG pukul 19.00 WIB menunjukkan PM2.5 mencapai 253 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut sudah masuk kategori berbahaya dalam pemantauan udara.
Tidak berhenti di sana, data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan ISPU melewati angka 500.
Kondisi tersebut membuat sekolah kembali menutup pintu kelas sementara. Anak-anak pun harus kembali berhadapan dengan layar dari rumah.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho memastikan PJJ berlaku untuk PAUD hingga SMP sederajat.
Kebijakan tersebut diambil setelah melihat perubahan kualitas udara pada malam hari. Langkah itu sekaligus menjadi antisipasi paparan asap terhadap peserta didik.
Sebelumnya, Pekanbaru sudah menerapkan PJJ pada 16-18 September.
Masa belajar dari rumah kemudian diperpanjang mengikuti perkembangan kualitas udara.
Kini sekolah kembali harus mengubah jadwal tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.
Situasi ini terasa seperti udara sedang memainkan permainan tarik-ulur. Hujan sempat membuat langit Pekanbaru lebih bersahabat.
Namun, beberapa hari kemudian asap kembali membawa masalah lama.
Pada Sabtu pagi, kondisi udara Pekanbaru sempat menunjukkan angka yang jauh lebih rendah.
Konsentrasi PM2.5 ketika itu tercatat 9,9 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut berada dalam kategori Baik berdasarkan pemantauan BMKG.
Perubahan dari udara bersih menuju level Berbahaya berlangsung sangat cepat.
Kondisi itu membuat aktivitas pendidikan harus kembali menyesuaikan keadaan. Sekolah akhirnya mengikuti ritme udara yang sulit ditebak.
Jenjang SMA sederajat juga ikut menyesuaikan pembelajaran di Pekanbaru.
Kebijakan tersebut mengikuti pedoman Pemerintah Provinsi Riau terkait kondisi udara.
Sekolah menengah dapat menyesuaikan metode belajar sesuai keputusan pemerintah daerah.
Kelompok Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS juga mengambil langkah serupa.
Dalam informasi yang disampaikan sekolah, “MKKS juga sudah sepakat” menjalankan PJJ. Pembelajaran jarak jauh berlaku selama dua hari, 21-22 September.
Kebijakan tersebut membuat seluruh jenjang pendidikan kembali harus mengatur strategi belajar.
Guru menyiapkan materi dari jarak jauh. Orang tua kembali mendapat tugas tambahan mendampingi anak selama pembelajaran berlangsung.
Masalahnya tidak berhenti di lingkungan sekolah. Kabut asap juga memengaruhi aktivitas masyarakat Pekanbaru secara luas.
Anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih ketat dari paparan udara buruk.
Pemko sebelumnya sudah mengingatkan sekolah mengikuti ketentuan PJJ. Dinas Pendidikan juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh.
Kebijakan itu diarahkan untuk mengurangi paparan asap kepada peserta didik. Kondisi udara Pekanbaru juga memperlihatkan betapa cepat situasi dapat berubah.
Hujan membawa perbaikan, tetapi udara kembali memburuk setelahnya. Sekolah pun harus mengikuti perubahan tersebut tanpa banyak ruang untuk bersantai. (rp.sul/*)
Tags : kabut asap, belajar daring, siswa belajar dari rumah, kabut asap berbahaya, kabut asap timbul tenggelam,