Pekanbaru   2024/01/11 20:25 WIB

Sudah Sepekan Banjir Melanda Pekanbaru, Legislatif: Perlu Penataan Ruang dan Perbanyak Sumur Resapan

Sudah Sepekan Banjir Melanda Pekanbaru, Legislatif: Perlu Penataan Ruang dan Perbanyak Sumur Resapan

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Dewan Perwakilan rakyat beri solusi untuk atasi persolan banjir yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru.

"Sudah sepekan banjir melanda Pekanbaru."

"Upaya pemerintah dalam melakukan penanganan banjir perlu dimaksimalkan, terutama penanganan jangka pendek seperti normalisasi drainase dan anak sungai. Apa lagi untuk anggaran sudah disahkan beberapa waktu lalu dan diharapkan bisa direalisasikan," kata Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri SE MM, Rabu (10/1).

Menurut Azwendi, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan persoalan banjir.

Kecamatan Bukit Raya dan Sail menjadi kawasan yang saat ini kerap dilanda banjir. Padahal upaya pemerintah melakukan penanganan banjir seperti normalisasi anak sungai dan drainase sudah dilakukan.

Menurutnya, selain peran Pemko, pihak pelaku usaha dan pengembang perumahan juga ambil andil dalam melakukan upaya pencegahan banjir akibat adanya pembangunan.

"Persoalan banjir saat ini tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah tetapi bagaimana kita mendorong pihak terkait seperti pelaku usaha dan pengembang untuk konsisten mengikuti aturan yang ada di pekanbaru dalam upaya meminimalisir dampak dari pembangunan yang dilakukan," ujarnya.

Untuk itu, Azwendi menuturkan, perlu adanya pengawasan lebih ketat terhadap penataan ruang di Kota Pekanbaru seperti mengawasi aktivitas pembangunan perumahan.

"Penataan rencana pembangunan perumahan di pekanbaru perlu dilakukan agar tidak berdampak kepada masyarakat. Yang sekarang terjadi banyaknya keluhan masyarakat terkait banjir ini, tetapi komplinnya ke pemerintah saja, padahal kepatuhan sektor lain yang juga sangat penting," tuturnya.

"Contoh kecilnya saja kepatuhan pelaku usaha, perkantoran dalam membuat bak kontrol atau sumur resapan sebagai upaya pengendalian air agar tidak melimpah kejalan," sebutnya.

Untuk diketahui, Pemko Pekanbaru telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar dalam APBD tahun 2024.

Kadis PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah mengungkapkan, anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk normalisasi atau restorasi sungai dengan anggaran sekitar Rp14 miliar.

Kemudian, lanjut Edward, untuk operasional dan pemeliharaan sungai dibutuhkan sekitar Rp5 miliar lebih, lalu belanja pengadaan sedot lumpur sekaligus dengan dump truck sekitar Rp5 miliar sampai Rp6 miliar.

Sedang Ruslan Tarigan, Anggota DPRD Kota Pekanbaru lebih menyarankan untuk atasi banjir perlu diperbanyak sumur resapan.

"Saya yakin banyak pusat-pusat perkantoran baik milik pemerintah maupun swasta tidak memiliki sumur resapan. Jadi ketika hujan dengan intensitas tinggi, air langsung mememuni drainase dan melimpah kejalan," ungkap Ruslan.

Menurut Politisi PDI-Perjuangan ini, pembangunan sumur resapan dinilai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi banjir yang banyak menggenangi jalan-jalan protokol dan jalan pemukiman masyarakat.

Tidak hanya bagi pihak perkantoran, Ruslan juga mendorong bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut membangun sumur resapan untuk mensiasati persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru.

"Pemukiman tempat tinggal masyarakat, ruko-ruko juga harus bagun sumur resapan sebagai langkah antisipasi banjir," ujarnya lagi.

Pembangunan sumur resapan ini menurut Ruslan sudah dilakukan perencanaan pada masterplan penanganan banjir Pekanbaru.

"Perencanaan sudah ada tinggal pelaksanaannya aja lagi, sharing budjeting baik kota, provinsi dan pemerintah pusat," ungkap Ruslan.

Menurut pengamatan Ruslan, ada beberapa faktor penyebab banjir yang kerap terjadi di Kota Pekanbaru. Salah satu penyebabnya yakni, semakin tinggi akan pertumbuhan penduduk, kemudian semakin pesatnya pembangunan, pengalihan fungsi lahan resapan menjadi lahan perkantoran yang tidak tertib membuat sumur resapan.

"Mengatasi persoalan banjir tidak cukup melakukan penanganan jangka pendek seperti melakukan normalisasi parit dan anak sungai saja. Tapi perlu penanganan jangka menengah (membangun sumur resapan) dan penanganan jangka panjang," pungkas Ruslan. (*)

Tags : banjir, pekanbaru, sudah sepekan banjir melanda, penataan ruang dan perbanyak sumur resapan atasi banjir,