Riau   2024/04/16 16:54 WIB

Syamsuar Punya Tanah Luas yang Memungkinkan Bisa Kembali Memimpin Riau, 'Tetapi Saat Ini Masih Pilih Main Aman di Pilgub 2024'

Syamsuar Punya Tanah Luas yang Memungkinkan Bisa Kembali Memimpin Riau, 'Tetapi Saat Ini Masih Pilih Main Aman di Pilgub 2024'
Drs. H. Syamsuar, M.Si, mantan Gubri dan Dr HM Rusli Zainal MP

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Drs. H. Syamsuar, M.Si, mantan Gubernur Riau [Gubri] mempunyai tanah luas di Siak untuk persiapan di Pemilihan Gubernur [Pilgub] Riau 2024.

Syamsuar digadang-gadang akan maju pada Pilgub Riau 2024. Syamsuar akan bertarung dengan dua kandidat kuat lainnya.

Tak tanggung-tanggung jumlah bidang tanah yang dimiliki Syamsuar mencapai 57 persil atau bidang. Nampaknya Syamsuar sudah hobi mengoleksi tanah sejak awal-awal ia menjadi PNS.

Dari 57 persil tanah dan bangunan yang dimiliki Syamsuar 54 persil berada di Siak. Sedangkan dua persil lainnya berada di Bengkalis dan satu persil lagi di Kota Pekanbaru.

Mayoritas luas tanah dan bangunan yang dimilii Syamsuar seluar 20.000 m2. Tanah milik Syamsuar yang seluas 20.000 m2 itu mencapai 39 persil, sedangkan tanah Syamsuar seluas sekitar 19000 m2 sebanyak empat persil.

Sedangkan lainnya ada yang 10.000 m2 dan 15.000 m2. Data ini tertuang dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Dilihat dari LHKPN yang dilaporkan pada 2017 lalu, sumber harta mantan Gubernur Riau ini didominasi dari tanah. Total nilai harta Syamsuar dari jenis ini mencapai 5.186.197.800.

Sementara harta jenis kendaraan hanya sekitar Rp. 467.459.000. Harta bergerak lainnya sebesar Rp. 145.750.000. Surat Berharga Rp. 2.106.500 dan kas setara kas Rp. 3.068.687.261.

H. Syamsuar gelar Datuk Serisetia Amanah. (lahir 8 Juni 1954) adalah Gubernur Riau periode 2019–2023.

Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Bupati Siak selama dua periode sejak 2011 hingga 2019 setelah menjabat Wakil Bupati Siak periode 2001–2006.

Syamsuar dilahirkan pada tanggal 8 Juni 1954 di Desa Jumrah, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, sebagai anak kedua dari pasangan Wahi Abdullah dan Rahimah.

Ayahnya bertani padi dan karet. Ia masuk Sekolah Dasar di kampung halamannya (lulus 1966), sebelum pindah ke Bagansiapiapi untuk Sekolah Menengah Pertama (lulus 1969) dan Bengkalis untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), lulus tahun 1972

Setelah lulus SMA, ia pindah ke Sawahlunto untuk bekerja di sebuah tambang batu bara sebagai seorang Buruh.

Setelah tiga tahun, ia pindah ke Kabupaten Bengkalis dan menjadi pegawai honorer untuk pemerintah setempat.

Selama di Bengkalis, ia melanjutkan ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Pekanbaru, diterima sebagai pegawai negeri pada tahun 1987 dan kemudian memperoleh gelar sarjana pada tahun 1990 dari Universitas Sumatera Utara.

Ia naik pangkat antara tahun 1987 dan 1996, dan diangkat menjadi Camat Siak pada tahun 1996 dan kemudian Tanjung Pinang Barat pada tahun 2000.

Pada tahun 2001, ia telah menjadi Wakil Bupati Siak. Pada tahun 2006, ia mencalonkan diri dalam pemilihan umum kabupaten sebagai calon bupati, tetapi dikalahkan oleh petahana Arwin AS.[ Selama periode ini, ia memperoleh gelar magister dari Universitas Riau pada tahun 2005.

Setelah kalah dalam pemilihan umum, Syamsuar mengabdi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, menjadi sekretaris Komisi Pemilihan Umum provinsi pada 2008, inspektur provinsi pada 2010, dan kemudian sebagai Penjabat Bupati Kepulauan Meranti.

Ia kembali mengikuti pemilihan umum Bupati Siak pada 2011, kali ini menang dengan 38 persen suara (dalam empat calon).

Ia terpilih kembali pada tahun 2016 dengan 59,6% suara.

Pada tahun 2017, Syamsuar mengamanatkan dan mensosialisasikan pemakaian Tanjak, penutup kepala tradisional Melayu pada hari Kamis, bagi pegawai negeri untuk mempopulerkan penggunaannya.

Dia juga bekerja sama dengan konsulat Malaysia di Pekanbaru untuk hubungan di bidang budaya dan olahraga.

Kota tua Siak, bekas ibu kota Kesultanan Siak Sri Indrapura, juga ditetapkan sebagai Cagar Budaya Indonesia selama masa jabatannya.

Siak didaftarkan menjadi kabupaten "hijau", yang ditujukan untuk konservasi lahan gambut yang tersisa di kabupaten tersebut.

Ia resmi mengundurkan diri sebagai bupati pada 4 Februari 2019, guna menduduki jabatan barunya sebagai gubernur.

Syamsuar ikut serta dalam pemilihan umum Gubernur Riau 2018 dengan Edy Nasution sebagai pasangannya, memenangkan pemilihan dengan 38,2 persen suara.

Ia dilantik pada 20 Februari 2019.

Pendidikan Formal
SD Jumrah (1966)
SMP Bagansiapiapi (1969)
SMA Bengkalis (1972)
APDN Pekanbaru (1987)
S1 FISIP Universitas Sumatera Utara (1990)
S2 Universitas Riau (2005)
Pendidikan Informal
Penataran Teknis Perpajakan dan Retribusi Daerah (1980)
Latsarmil Angkatan VIII (1983–1984)
Suspim Pendagri Angkatan VI (1991–1992)
Penataran Hukum PTUN (1993)
Sepala (1994)
Sepama (1997)
Diklatpim Tk. II (2003)

Ajudan Bupati Bengkalis
Kasubbag Protokol Kabupaten Bengkalis (1987–1990)
Kasubbag Rumah Tangga Kabupaten Bengkalis (1990–1991)
Sekretaris Camat Siak (1991–1994)
Camat Kotapinang (1994–2002)
Plt. Camat Siak (1996–1999)
Plt. Camat Tanjungpinang Barat (2000)
Asisten Tata Praja Setdakab Siak (2000)
Kadispenda Kabupaten Siak (2000–2001)
Wakil Bupati Siak (2001–2006)
Wakil Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau (2007–2008)
Sekretaris KPU Riau (2008)
Inspektur Jenderal Provinsi Riau (2008–2010)
PJ Bupati Kepulauan Meranti (2009–2010)
Bupati Siak (2011–2016)
Bupati Siak periode kedua (2016–2019)
Gubernur Riau (2019–2023)

Ketua DPD Generasi Muda Kosgoro (1991–1996)
Ketua Unit KORPRI Kecamatan Siak (1996–1999)
Ketua LPTQ Kabupaten Siak (2002–2006)
Ketua PSSI Kabupaten Siak (2005–2006)
Ketua Badan Narkotika Nasional Kabupaten Siak (2005–2006)
Ketua DPD II Partai Golkar Siak (2013–2018)
Ketua DPD I Partai Golkar Riau (2020–sekarang)

Dengan sikap yang siap untuk mengikuti arahan partai, mereka bersedia maju dalam Pilkada atau bahkan jika diperintahkan untuk terlibat di tingkat nasional.

Jadi perhelatan Pilkada Gubernur Riau 2024 dipenuhi kejutan setelah munculnya kabar, mantan Gubernur Riau, Syamsuar enggan untuk bertarung kembali.

Meskipun namanya telah masuk dalam rekomendasi DPP Partai Golkar sebagai Bakal Calon Gubernur Riau, Syamsuar tampaknya lebih memilih 'main aman' dengan memilih tetap sebagai wakil rakyat di Senayan.

Kabar ini berdasarkan informasi dari kader internal partai Golkar, yang menyatakan, aturan yang mewajibkan Syamsuar mundur sebagai anggota DPR RI sebelum pelantikannya menjadi penghalang bagi ambisi politiknya.

Kehadiran Syamsuar dalam Pilgub Riau 2024 telah menjadi sorotan, terutama mengingat kesuksesannya dalam meraih suara yang cukup besar pada pemilu sebelumnya, serta posisinya sebagai ketua DPD Golkar Riau.

Namun, dengan keputusannya untuk tidak maju, pintu terbuka lebar bagi kandidat lain untuk bersaing merebut kursi gubernur.

Salah satu nama yang kembali mencuat adalah HM Haris, yang sejak awal telah mendapatkan rekomendasi dari DPP Golkar.

Namun, tidak hanya itu, ada juga penambahan nama baru yang muncul sebagai Bakal Calon Gubernur Riau 2024, yaitu Nasarudin, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati Pelalawan.

Dengan beredarnya kabar ini, bursa Bakal Calon Gubernur Riau dari Partai Golkar diprediksi akan semakin ramai dan menarik perhatian publik dalam waktu dekat. (*)

Tags : syamsuar, mantan gubernur riau, syamsuar punya tanah luas di siak, syamsuar memungkinkan menang, syamsuar memilih main aman di pilgub riau, pilkada serentak 2024,