SEPAK BOLA - Timnas Inggris melaju ke semifinal Piala Dunia 2026, usai mengalahkan Norwegia 2-1 lewat perpanjangan waktu.
Jude Bellingham memborong dua gol Inggris dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Miami, Amerika Serikat, Minggu (12/07).
Norwegia unggul terlebih dahulu lewat gol Andreas Schjelderup pada menit ke-26. Bellingham kemudian menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Pasukan Thomas Tuchel mengunci kemenangan menjadi 2-1 di babak tambahan. Bellingham menendang bola muntah tembakan Morgan Rogers yang gagal diamankan oleh kiper Norwegia.
Hingga peluit berakhir, Norwegia tak mampu mengejar ketertinggalan.
Usai pertandingan Tuchel mengatakan "Hari ini kami membuat hidup kami menjadi sangat, sangat sulit. Hasilnya fantastis. Kami berada di babak empat besar. Ini luar biasa, tetapi saya tidak puas dengan performa tim—dalam segala hal."
Walaupun demikian, Tuchel memberikan pujian untuk penampilan gelandang Real Madrid, Jude Bellingham.
" Tidak perlu banyak bicara lagi. Dia [Bellingham] melakukannya di setiap pertandingan. Kelas dunia."
Pencapaian Bellingham pada Piala Dunia kali ini—bahkan buat standar tinggi gelandang Real Madrid itu—terlihat begitu memukau. Bisa dibilang ini adalah salah satu performa terbaik Bellingham pada turnamen akbar tersebut.
Sekarang rasanya konyol jika mengingat kembali perdebatan tentang layak atau enggaknya Bellingham masuk skuad Piala Dunia Inggris.
Bellingham telah menjelma jadi salah satu bintang utama yang membawa Inggris lolos ke semifinal Piala Dunia—dan bisa dibilang salah satu pemain terbaik di turnamen ini.
Enam gol Bellingham, termasuk dua gol gemilang melawan Norwegia di perempat final, ditambah satu assist apik untuk gol Harry Kane saat menang 2-0 atas Panama, membuat para pendukung Inggris terus mengelu-elukan pemain berusia 23 tahun tersebut di AS.
Namun, Bellingham tampak menanggapi semua pujian itu dengan santai.
Tidak mengherankan jika Bellingham berada di posisinya yang sekarang—jalan menuju puncak kariernya sudah diprediksi oleh orang-orang di dunia sepak bola saat ia pertama kali muncul pada tahun 2019.
Bellingham melakoni debutnya untuk klub di kampung halamannya, Birmingham City, pada usia 16 tahun 38 hari pada Agustus 2019.
Ia menjadi pemain termuda sepanjang sejarah The Blues, memecahkan rekor legenda klub, Trevor Francis, yang bertahan sejak 1970.
Laporan pemandu bakat Premier League dari pertandingan itu menunjukkan bakat sang gelandang, dengan mengakui "kemampuan fisik yang hebat, kaki yang panjang, gaya berlari yang anggun, dan etos kerjanya".
Namun, kemampuan teknis Bellingham yang membuat pemandu bakat terpukau—cara dia membawa bola keluar dari tekanan dan cerdik cari ruang di antara lini atau melebar ke sisi lapangan.
Laporan itu merekomendasikan agar sebuah klub Premier League yang tidak disebutkan namanya segera merekrut Bellingham, meminjamkannya kembali, lalu memasukkannya ke skuad senior mereka dalam waktu 18 bulan.
Dalam kurun waktu setahun, Bellingham benar-benar pindah—bukan ke Premier League, melainkan ke Borussia Dortmund dengan kesepakatan senilai £20,7 juta.
Saat ia pergi, Birmingham memensiunkan nomor punggung 22 milik Bellingham, padahal sang remaja baru bermain 44 kali untuk klub tersebut.
Namun, Birmingham City tahu sesuatu. Semua orang di sepak bola Inggris mulai menyadarinya. Jerman pun mengetahuinya dengan sangat cepat.
Bellingham mencetak gol di laga debutnya untuk Dortmund, menyumbang gol kedua dalam kemenangan 5-0 atas Duisburg di Piala Jerman.
Tidak butuh waktu lama bagi Sir Gareth Southgate, manajer timnas Inggris saat itu, untuk meliriknya.
Bellingham, yang baru bermain 11 pertandingan untuk Dortmund dan masih berusia 17 tahun, langsung ditarik ke tim nasional senior.
Dia melakoni debutnya sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir dalam kemenangan 3-0 atas Republik Irlandia pada November 2020.
Desakan agar Bellingham menjadi pemain reguler di bawah asuhan Southgate semakin kencang seiring dengan penampilan gemilangnya di liga domestik Jerman.
Namun, Southgate membatasi penampilannya dan hanya memainkannya tiga kali sebagai pemain pengganti di Euro 2020, di mana Inggris berhasil mencapai final.
Jika direnungkan kembali, Southgate mengelola langkah-langkah awal Bellingham ke sepak bola internasional dengan sangat hati-hati.
Dan asisten Southgate, Steve Holland, menurut sumber terpercaya, merupakan sosok kunci di balik transisi Bellingham ke dalam skuad, terutama soal cara dia bertahan.
Namun di Piala Dunia 2022 di Qatar, Southgate dan Holland tidak bisa lagi menahan Bellingham.
Gol sundulan pembuka Bellingham dalam kemenangan 6-2 lawan Iran merupakan gol pertamanya di tingkat internasional senior. Sejak saat itu, ada sembilan gol lagi yang tercipta.
Pada Euro 2024, Bellingham sudah menjadi pemain kunci bagi negaranya.
Seiring performa apik Bellingham, muncul pula gaya bermain yang penuh percaya diri— sifat yang sempat memicu perdebatan.
Di Euro 2024, Bellingham telah menjadi pemain Real Madrid selama hampir satu tahun—seorang Galactico yang telah mencetak 19 gol untuk klubnya yang menjuarai La Liga dan Liga Champions.
Setiap media di turnamen itu ingin mewawancarainya.
Bellingham diberikan kelonggaran untuk tak menghadiri wawancara media turnamen, setidaknya dengan pers Inggris, yang wajib dilakukan pemain lain.
Banyak pihak juga menyadari bahwa tepat setelah peluit akhir kekalahan Inggris dari Spanyol di final Euro 2024, Bellingham mengisolasi diri dari anggota skuad lainnya.
Namun, dampaknya di atas lapangan tidak bisa dibantah.
Gol penyeimbang lewat tendangan salto pada detik-detik terakhir kemenangan babak 16 besar Inggris atas Slovakia adalah salah satu momen terbaik turnamen.
Selebrasi ikonik Bellingham 'who else' (siapa lagi) menunjukkan rasa percaya dirinya yang meluap-luap—tetapi juga memberikan contoh lain dari 'sindrom karakter utama'.
Melompat ke era sekarang, Real Madrid belum pernah lagi menjuarai La Liga atau Liga Champions sejak 2023.
Di tengah drama di luar lapangan yang melanda klub, Bellingham belum mampu menyamai performa atau produktivitas golnya seperti pada musim pertama yang gemilang.
Ia juga mengalami beberapa cedera, di mana operasi bahu membuatnya absen di awal musim.
Hasilnya, karier Bellingham di timnas Inggris sempat redup.
Thomas Tuchel, mungkin karena bahasa Inggris bukan basa utamanya, sempat memicu kehebohan media pada musim panas lalu. Dia mengatakan kalau ibunya melihat beberapa perilaku Bellingham di lapangan yang "sedikit menjijikkan".
Komentar itu memicu langsung ramai jadi tajuk berita—dan membuat orang terdekat Bellingham kesal. Tuchel akhirnya meminta maaf dan mengatakan "menggunakan kata tersebut tanpa sengaja".
Kemudian pada Oktober, setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik Inggris tahun ini, Bellingham justru dicoret dari skuad Tuchel.
Inggris bermain bagus tanpa dirinya pada September. Saat itu, Bellingham sedang memulihkan diri dari cedera, dan baru bermain satu kali untuk Real Madrid sejak kembali merumput.
"Dia pemain yang spesial, dan untuk pemain spesial selalu bisa ada aturan yang spesial," kata Tuchel saat itu.
"Jude selalu layak berada di sini. Dia ingin dipanggil. Kami sempat berbicara lewat telepon."
Laporan di Spanyol mengabarkan cerita yang lain—katanya Bellingham sendiri yang meminta untuk tidak dimasukkan ke dalam skuad demi fokus pada kebugarannya.
Pada akhirnya, tampaknya Bellingham bukan lagi pilihan utama.
Bahkan, pada Juni, Tuchel mengatakan sang gelandang harus berjuang keras untuk bisa masuk ke dalam starting line-up Inggris di Piala Dunia karena ia memiliki "14 atau 15 calon pemain inti" di skuadnya.
Pada saat itu, Bellingham hanya tampil di separuh dari 14 pertandingan sejak pelatih asal Jerman itu mengambil alih kepelatihan pada Januari 2025: Empat kali menjadi starter dan tiga kali tampil dari bangku cadangan.
Namun sejak pertandingan pemanasan Piala Dunia melawan Selandia Baru dan Kosta Rika, keadaan mulai berubah—Bellingham tampil memukau.
Di laga pertama Piala Dunia melawan Kroasia, Bellingham mencetak gol solo yang fantastis untuk membawa Inggris unggul 3-2.
Melawan Panama, saat Inggris kesulitan memecah kebuntuan di laga terakhir fase grup, Bellingham mencetak gol krusial untuk membuka keunggulan.
Meskipun ia digantikan di ketiga pertandingan grup, performa Bellingham tetap solid.
Melawan Kongo di babak 32 besar, ia bermain penuh dan memberikan pengaruh besar.
Dua gol dalam kemenangan ikonik di Meksiko—yang disebut-sebut sebagai salah satu kemenangan tandang terbesar Inggris—mengukuhkan kebangkitannya.
Bellingham mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 melawan Norwegia dalam laga perempat final yang sengit di Miami, membawa Inggris hanya berjarak satu kemenangan lagi dari final Piala Dunia pertama mereka sejak 1966.
Dalam enam pertandingan, ia telah memenangkan empat penghargaan pemain terbaik pertandingan.
Penghargaan itu mengharuskannya melakukan wawancara media, di mana ia menunjukkan kedewasaan dan kerendahan hati.
Dia merendah tentang perannya sendiri dan justru memuji etos kerja serta kebersamaan tim, sambil memuji lawan-lawannya—bahkan sempat menawarkan salah satu penghargaan pemain terbaiknya kepada tim lawan.
Setelah selebrasi 'who else?' pada tahun 2024, kali ini ia mengatakan bahwa ia lebih suka memberikan assist daripada mencetak gol.
Perubahan sikap ini selaras dengan performanya di atas lapangan. Etos kerjanya menjadi kekuatan pendorong di samping bakatnya—ingat kembali tekel penyelamat golnya saat melawan Meksiko.
Ia mendapat pujian karena dinilai mudah beradaptasi, khususnya dalam berganti peran antara posisi nomor 10 dan nomor 8 di beberapa kesempatan, tergantung pada kebutuhan tim, dan ia merupakan bagian penting dari kelompok kepemimpinan Inggris bersama Kane dan pemain lainnya.
Tidak diketahui secara pasti apa yang terjadi antara Tuchel dan Bellingham.
Apakah semua itu hanya dibesar-besarkan media, ataukah cara pelatih asal Jerman itu buat menunjukkan kepemimpinannya atas seluruh skuad—mungkin dengan mengontrol sindrom karakter 'who else' itu?
Apa pun kebenarannya, Bellingham terlihat bahagia, bermain dengan baik, dan telah menjadi bagian penting dari skuad yang tampak benar-benar menyatu.
Sangat mudah buat lupa, dengan semua yang telah ia capai, bahwa Bellingham masih berusia 23 tahun. Dia harus tumbuh dewasa di bawah sorotan lampu yang terang.
Bellingham—dan Kane—telah dianggap secara luas sebagai megabintang yang sangat diperlukan di tim Inggris.
Dan, dengan laga semifinal melawan Swiss atau juara bertahan Argentina pada Rabu nanti, bisa saja ada lebih banyak gol tercipta untuk mengukuhkan kehebatan Bellingham.
Tags : Olahraga, Sepakbola, Piala Dunia, Piala Dunia 2026,