Pendidikan   2026/08/26 4:20 WIB

UNRI Alihkan Kuliah Online dan WFH karena Udara Sudah Tak Sehat

UNRI Alihkan Kuliah Online dan WFH karena Udara Sudah Tak Sehat

PEKANBARU - Kabut asap yang menyebabkan kualitas udara Kota Pekanbaru berada pada kategori tidak sehat. Kondisi tersebut mendorong Universitas Riau (Unri) mengambil langkah perlindungan bagi sivitas akademika.

Rektor UNRI, Prof Dr Sri Indarti menerbitkan Surat Edaran Nomor: 9/UN19/KP/2026 pada 24 Agustus 2026.

Bunyi surat itu Unri melakukan penyesuaian sistem perkuliahan dan kehadiran tenaga kependidikan untuk mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan. 

Kebijakan tersebut berlaku mulai Rabu 26 Agustus 2026 hingga Jumat 28 Agustus 2026.

Selama periode tersebut, seluruh kegiatan perkuliahan mahasiswa Unri dialihkan sepenuhnya ke sistem daring.

Para dosen diimbau mengoptimalkan berbagai media pembelajaran online agar proses akademik tetap berjalan dan mahasiswa tetap mendapatkan hak layanan pendidikan serta mencapai target pembelajaran.

Untuk kegiatan akademik tertentu yang tidak memungkinkan dilaksanakan secara daring, pelaksanaannya harus terlebih dahulu dikoordinasikan dengan pimpinan fakultas atau unit kerja.

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga wajib memperhatikan kondisi kesehatan dan keselamatan sivitas akademika.

Selain mengubah sistem perkuliahan, Unri juga menerapkan penyesuaian terhadap pola kerja tenaga kependidikan. Kehadiran pegawai di seluruh unit kerja diatur dengan komposisi minimal 50 persen bekerja secara luring atau work from office (WFO), sementara sisanya bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Pimpinan masing-masing unit kerja diberikan kewenangan untuk mengatur pembagian jadwal pegawai agar pelayanan dan tugas kedinasan tetap berjalan secara optimal selama kebijakan penyesuaian diterapkan.

Khusus unit yang memberikan pelayanan publik, seperti Program Pascasarjana, Rumah Sakit Unri, dan Klinik, sistem kerja akan menerapkan jadwal bergilir atau shift.

Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun kondisi udara Pekanbaru sedang tidak sehat.

Rektorat Unri menegaskan kebijakan tersebut hanya bersifat sementara.

Aktivitas perkuliahan dan sistem kerja akan kembali seperti semula apabila kondisi kualitas udara telah membaik dan kabut asap berkurang.

Langkah UNRI ini menjadi bentuk antisipasi terhadap dampak kabut asap yang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan, terutama jika paparan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Dengan dialihkannya perkuliahan ke sistem daring, mahasiswa tidak perlu datang ke kampus selama periode penyesuaian.

Di sisi lain, penerapan WFH dan WFO 50 persen bagi tenaga kependidikan diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara perlindungan kesehatan dan keberlangsungan pelayanan kampus. (rilis)

Tags : UNRI, Universitas Riau, Kuliah Online dan WFH, Mahasiswa Terpapar Udara Tak Sehat,