INDRAGIRI HULU - Industri Perkebunan Kelapa Sawit memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung bagi perkembangan daerah.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit juga telah memberikan dampak yang signifikan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goal’s/SDG’s).
“Baik secara langsung maupun tidak langsung telah membantu daerah dalam mencapai SDG’s,” kata Yudita Robi Chastomo, Community Development Officer (CDO) PT TPP dalam bincang-bincangnya belum lama ini.
Tonggak Sejarah dan Perkembangan Awal
Tahun 1979: Nama perusahaan resmi diubah menjadi PT Tunggal Perkasa Plantations. Sebagian tanaman dari era awal ini bahkan diabadikan sebagai sejarah perkebunan sawit tua di Riau.
Tahun 1983: Astra Group masuk dan mengambil alih pengelolaan, lalu memfokuskan penuh perusahaan pada industri pengolahan kelapa sawit dan inti sawit.
Lokasi Kebun: Perkebunan ini terletak di Provinsi Riau, mencakup wilayah Kabupaten Indragiri Hulu di antara Kecamatan Pasir Penyu, Lirik, dan Sei Lala.
Peremajaan Sawit (Replanting)
PT Tunggal Perkasa Plantations bermula pada tahun 1975 saat PT Tunggal Investmen beroperasi di Riau dengan komoditas awal karet dan kelapa sawit. Pada tahun 1979, namanya berubah menjadi PT Tunggal Perkasa Plantations, dan pada September 1983 bergabung dengan Astra Group untuk fokus sepenuhnya pada pengolahan kelapa sawit.
PT TPP memiliki program-program yang peningkatan pendapatan untuk mencapai tiga sasaran SDG’s yakni menghapus kemiskinan, mengakhiri kelaparan, dan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi.
“PT TPP tidak hanya merupakan perkebunan inti. Perusahaan tersebut bersama dengan pemerintah mengembangkan pola kemitraan Plasma Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA),“ ungkapnya.
"Perusahaan ini telah bekerjasama dengan program Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA)."
Perusahaan juga mengembangkan program Income Generating Activity (IGA) yang diikuti ribuan kepala keluarga.
“Dengan program ini, perusahaan berharap tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Dengan program itu saja, sebutnya, rata-rata perusahaan membayar Tandan Buah Segar (TBS) petani cukup baik setiap bulan.
"Uang tersebut berputar di masyarakat sehingga terjadi multiplier effect atau efek berganda bagi perekonomian masyarakat.
“Dengan begitu, kegiatan ekonomi terus berputar dengan adanya kelapa sawit,” ungkap Yudita Robi Chastomo.
Pada bidang pendidikan, PT TPP juga memberikan bantuan pendidikan berupa beasiswa sampai dengan bantuan sarana dan prasarana belajar.
“Pendidikan adalah cara terbaik untuk menyiapkan masa depan masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, perusahaan membangun program-program pendidikan yang terus berkembang,” lanjutnya.
Program-program ini menyasar pemenuhan SDG’s nomor empat yakni pemenuhan pendidikan bermutu.
Pada pemenuhan target nomor tiga yakni kesehatan yang baik dan kesejahteraan, perusahaan mengembangkan program Posyandu agar masyarakat terus dapat melakukan kegiatan yang menunjang kehidupan.
“Sesuai dengan tagline, kami selalu ingin Sejahtera Bersama Bangsa,” pungkas Yudita Robi Chastomo. (*)
Tags : PT Tunggal Perkasa Plantations, PT TPP, Indragiri Hulu, PT TPP Bantu Pembangunan di Indragiri Hulu,