PT SARI DUMAI SEJATI berikan kemudahan pada para peternak untuk manfaatkan produk samping pengelolaan kelapa sawit. Produk samping dari industri pengolahan kelapa sawit dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha peternakan.
Apical melalui PT Sari Dumai Sejati (PT SDS) memanfaatkan palm kernel expeller (PKE) atau bungkil inti sawit sebagai pakan tambahan bagi kelompok peternak kambing binaannya.
Program pendampingan tersebut melibatkan dua kelompok peternak yang terdiri dari 24 keluarga.
Pemanfaatan PKE diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas ternak sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
PKE merupakan produk samping dari proses pengolahan inti kelapa sawit yang memiliki kandungan nutrisi dan serat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pakan ternak.
Sebelum diberikan kepada ternak, PKE terlebih dahulu melalui proses fermentasi.
Proses tersebut dilakukan agar tekstur pakan menjadi lebih lunak dan serat kompleksnya lebih mudah diurai sehingga dapat lebih mudah dikonsumsi dan dicerna oleh kambing.
CSR Manager Apical, Agus Wiastono, mengatakan pemanfaatan PKE merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap pengembangan usaha produktif masyarakat.
"Kami ingin agar sumber daya yang tersedia dari kegiatan operasional juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui pendampingan ini, PKE dimanfaatkan untuk mendukung usaha peternakan yang dapat terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi bagi keluarga anggota kelompok," ujar Agus.
Selain membantu meningkatkan palatabilitas pakan, proses fermentasi juga membuat PKE lebih mudah diberikan kepada kambing bersama hijauan.
Program tersebut saat ini mendukung dua kelompok peternak binaan yang berada di wilayah RT 5, RT 6, dan RT 7.
Tidak hanya memberikan dukungan berupa pakan tambahan, PT SDS juga melakukan pendampingan untuk membantu kelompok mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan.
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, kedua kelompok peternak tersebut tercatat memiliki total 272 ekor kambing.
Dalam periode yang sama, sebanyak 66 ekor kambing berhasil dijual dengan nilai mencapai Rp178,2 juta.
Capaian tersebut menunjukkan perkembangan usaha peternakan yang dijalankan kelompok binaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga anggotanya.
Salah satu kelompok binaan adalah Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan yang terdiri atas 10 keluarga.
Kelompok tersebut saat ini memiliki 112 ekor kambing dengan nilai aset sekitar Rp214,85 juta.
Selama Januari hingga Agustus 2026, kelompok tersebut menjual 32 ekor kambing dengan nilai mencapai Rp86,4 juta.
Selain mengembangkan usaha peternakan, Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan juga menjalankan kegiatan simpan pinjam dengan nilai sekitar Rp54 juta sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi anggotanya.
Ketua Kelompok Tani Wanita Tunas Harapan, Lina, mengatakan manfaat usaha peternakan telah dirasakan langsung oleh keluarganya.
Hasil penjualan ternak, menurutnya, turut membantu membiayai pendidikan anak hingga menyelesaikan pendidikan strata satu.
Sementara itu, Kelompok Sukabumi yang terdiri atas 14 keluarga memiliki 160 ekor kambing dengan nilai sekitar Rp286,75 juta.
Dalam delapan bulan pertama 2026, kelompok tersebut berhasil menjual 34 ekor kambing dengan nilai Rp91,8 juta.
Salah seorang anggota Kelompok Sukabumi, M. Nasir, mengatakan kelompoknya menerima bantuan PKE secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pakan tambahan ternak.
Menurut dia, bantuan tersebut diberikan sekitar setiap satu setengah bulan dengan jumlah sekitar 2,3 ton dalam setiap penyaluran.
Pemanfaatan PKE sebagai pakan tambahan menjadi salah satu bagian dari pengembangan usaha peternakan yang dilakukan kedua kelompok tersebut. Usaha ini tidak hanya menghasilkan pendapatan, tetapi juga membantu anggota kelompok membangun aset produktif bagi keluarga.
Ke depan, Apical melalui PT Sari Dumai Sejati akan melanjutkan program pendampingan dengan fokus pada peningkatan produktivitas ternak, pengelolaan usaha, serta penguatan kemandirian kelompok.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membuat usaha peternakan masyarakat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga anggota kelompok. (rilis)
Tags : peternak hewan, peternak gunakan produk samping pengelolaan kelapa sawit, pt sari dumai sejati bantu peternak,