News Kota   2026/09/28 5:48 WIB

Usai Kabut Asap, Pekanbaru Mulai Diserang Demam Berdarah Dengue

Usai Kabut Asap, Pekanbaru Mulai Diserang Demam Berdarah Dengue

PEKANBARU - Kabut asap mulai mereda di Pekanbaru, tetapi Demam Berdarah Dengue (DBD) sepertinya mulai muncul menyerang.

"DBD mulai menunjukkan keberadaannya."

"Kami mengingatkan untuk seluruh layanan kesehatan harus tetap siaga, walau kualitas udara cenderung membaik," kata Sekdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menyikapinya, Sabtu (26/9).

Perbaikan kualitas udara di Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir belum membuat pemerintah mengendurkan kewaspadaan di sektor kesehatan.

Sebanyak 21 Puskesmas tetap diminta siaga menghadapi potensi peningkatan penyakit, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD), di tengah peralihan cuaca.

Zulhelmi Arifin mengatakan, kualitas udara di Pekanbaru selama empat hari terakhir berada pada kategori sedang.

Kondisi tersebut dipengaruhi hujan yang cukup rutin mengguyur wilayah kota sekaligus membantu mengendalikan kebakaran lahan.

Meski kondisi udara membaik, pemerintah tidak ingin kesiapsiagaan fasilitas kesehatan ikut menurun.

Menurut Zulhelmi, potensi gangguan kesehatan tetap perlu diantisipasi karena perubahan kondisi cuaca dapat memunculkan risiko penyakit lain.

Ia menyebut kondisi kebakaran lahan di wilayah Pekanbaru saat ini masih terkendali. Tidak ditemukan lagi titik api di dalam kota setelah hujan rutin turun dalam beberapa hari terakhir.

"Titik api tidak ada lagi di Kota Pekanbaru, kita berharap tidak muncul lagi titik api baru akibat kebakaran lahan," tuturnya.

Ketika ancaman kabut asap mulai mereda, perhatian pemerintah kini bergeser pada risiko kesehatan yang muncul akibat perubahan cuaca.

Zulhelmi menuturkan, tim promosi kesehatan di 21 Puskesmas terus melakukan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga untuk mendorong penerapan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS.

Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah DBD.

Perubahan cuaca dan keberadaan genangan air perlu diwaspadai karena dapat menjadi bagian dari siklus berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Pemerintah mengingatkan masyarakat tidak menunggu munculnya gejala berat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Kewaspadaan sejak dini dinilai penting agar gangguan kesehatan dapat segera ditangani.

"Kami juga imbau untuk menerapkan PHBS dan konsumsi makanan bergizi," pungkasnya. (rp.elf/*)

Tags : dbd, demam berdarah dengue, dbd serang pekanbaru, dbd suka ditempat kumuh, News Kota,