MADINAH terdapat sebuah gunung yang menjadi saksi sejarah pertempuran kaum Muslimin yang dipimpin Nabi Muhammad SAW melawan kaum kafir yang dipimpin Abu Sufyan.
Pada peperangan yang terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah tersebut, kaum Muslimin mengalami kekalahan dari pasukan Quraisy.
Gunung yang terletak di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter tersebut memanjang dari tenggara ke barat laut dengan panjang tujuh kilometer dan lebar hampir tiga kilometer.
Di kaki gunung bagian selatan terdapat pemakaman para syuhada yang gugur dalam Perang Uhud. Salah satunya adalah paman Rasulullah, Hamzah bin Abdul-Muththalib, yang dijuluki Asadullah (Singa Allah).
Saat ini, di kaki gunung tersebut telah dibangun berbagai tempat wisata, di antaranya restoran-restoran yang menyajikan beragam hidangan lezat, termasuk masakan Nusantara.
Bakso racikan Chef Omar menarik minat wisatawan Indonesia hingga warga Saudi.
Seorang mukimin, Angga Anantataqwa, menuturkan Pemerintah Arab Saudi memang telah menetapkan tempat ini sebagai kawasan wisata.
Salah satunya adalah Uhud Viewpoint, yakni tempat yang menjadi titik pemberangkatan jika pengunjung hendak naik ke puncak Gunung Uhud.
"Biasanya tempat ini ramai pada sore hari mulai pukul 16.00 hingga malam setelah Isya. Sedangkan pagi hari, tempat ini sudah buka sejak setelah Subuh sampai pukul 08.00," tutur Angga yang tengah menempuh studi S2 di Universitas Islam Madinah.
Selain banyak tempat nongkrong seperti kafe dan restoran di Uhud Viewpoint, para pengunjung juga bisa naik unta dengan biaya sekitar 10 SAR saja (Rp 50 ribu). Selain itu, pengunjung juga bisa menuju puncak Uhud menggunakan fasilitas mobil.
"Kita bisa melihat Kota Madinah dari puncak Uhud," kata Angga.
Salah satu restoran favorit pengunjung, khususnya jamaah haji dan umrah atau wisatawan asal Indonesia, yakni The Jawa Signature.
Warung yang memiliki menu utama bakso ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Bukan hanya orang Indonesia, warga Saudi pun gemar menyantap bakso ini.
Muhammad Sarwono Tayibi Alakhir (52 tahun) atau Chef Omar memastikan cita rasa hidangan bakso di tempat makannya tetap terjaga dengan mengolahnya sendiri.
Sejak berdiri sekitar tahun 2020 hingga sekarang, Chef Omar memiliki tak kurang dari empat karyawan yang seluruhnya berasal dari Indonesia.
"Ada yang dari Banten, Sukabumi, dan Lombok," kata dia.
Harga bakso di tempat makan Chef Omar berkisar antara 30 SAR hingga 35 SAR per mangkuk. Dalam sehari, bakso dagangannya terjual hingga 2.500 mangkuk.
Selain bakso, Chef Omar juga menjual ayam goreng seharga 25 SAR, burger, dan makanan lainnya.
Chef Omar merantau dari Indonesia dan pertama kali menginjakkan kaki di Arab Saudi pada 2011.
Mulanya, dia tinggal di Makkah sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Madinah. Selama belasan tahun tinggal di Kota Nabi, dia merasakan ketenangan.
"Bagi saya, kota ini nyaman, tenang, dan damai," ujarnya. (*)
Tags : haji 2026, gunung uhud, sejarah perang uhud, madinah, wisata madinah, restoran di madinah, bakso di arab saudi, tempat nongkrong kawasan wisata, jamaah haji dan umrah,