Pendidikan   2023/11/30 11:8 WIB

Anak-anak SD Kecanduan Judi Online, 'yang Disegaja Streamer Game Promosikan Situs Menyesatkan'

 Anak-anak SD Kecanduan Judi Online, 'yang Disegaja Streamer Game Promosikan Situs Menyesatkan'
Ilustrasi perusahaan judi online

JAKARTA - Sejumlah anak usia sekolah dasar didiagnosis kecanduan judi online dari konten live streaming para streamer gim yang secara terang-terangan mempromosikan situs judi slot.

Bocah-bocah itu disebut lebih boros, uring-uringan, tidak bisa tidur dan makan, menyendiri, dan performa belajar terganggu – indikasi yang mengarah pada kecanduan gim online – menurut dokter spesialis yang menangani anak-anak tersebut.

Alih-alih untuk membeli fitur gim, uang saku pemberian orang tua mereka gunakan untuk berjudi. Jika uang mereka habis karena kalah judi, perilaku mereka menjadi tak terkendali.

Pengamat keamanan siber dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, mengatakan pemerintah mesti menyeriusi persoalan ini karena target judi online bukan lagi orang dewasa, tapi generasi muda. Jika dibiarkan, Pratama meyakini masa depan mereka bakal hancur. 

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Nezar Patria, mengakui perang terhadap judi online sangat berat sehingga mempertimbangkan membentuk satuan tugas yang terdiri dari kepolisian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). 

Laporan terbaru PPATK menemukan 2,7 juta orang Indonesia terlibat judi online – sebanyak 2,1 juta di antaranya adalah ibu rumah tangga dan pelajar – dengan penghasilan di bawah Rp100.000.

Dokter spesialis anak, Kurniawan Satria Denta, tak pernah menyangka bakal menangani anak kecanduan judi online.

Selama berpraktik, kasus yang ditangani kebanyakan kecanduan gim atau kesulitan belajar.

Tapi, kira-kira setahun terakhir gejalanya berubah.

Orang tua anak-anak tersebut rata-rata mengeluh hal yang sama: lebih boros, uring-uringan, tidak bisa tidur dan makan, menyendiri, serta performa belajar terganggu.

Secara umum, kata dokter Denta, indikasinya mengarah ke kecanduan gim online. 

Namun setelah ditelusuri, uang yang diberikan pada anak-anak itu bukan untuk membeli fitur gim.

"Tapi benar-benar taruhan... kalau menang dari judi slot, dapat duit. Jadi secara psikologis anak-anak ini dikasih duit jadi lebih terpacu," ungkap dokter Denta pada media.

"Jadi gimana caranya [anak-anak] ini dapat duit untuk bisa main judi."

Bocah-bocah itu, sambungnya, mengetahui judi slot dari streaming gim di YouTube lantaran akses mereka terhadap internet tak pernah putus.

Dari situ mereka mulai menggunakan uang saku pemberian orang tua – entah berupa tunai atau uang elektronik – untuk didepositkan. 

Berdasarkan pengakuan mereka, deposit slot atau pasang taruhan tak melulu pakai rekening bank.

Ada cara lain yang lebih gampang: beli atau berbagi pulsa dan mengirim via dompet atau uang elektronik dengan nominal Rp10.000.

Kalau uangnya habis gara-gara kalah judi, perilaku mereka tak terkendali.

"Yang saya lihat ngamuk, banting-banting barang. Jadi lebih sensitif, bawaannya spaneng (stres) terus... misalnya disenggol sedikit meluap-luap..."

Sepanjang tahun ini, klinik KiDi spesialis anak di Pejaten, Jakarta Selatan tengah menangani hampir 50 anak kecanduan judi online.

Dari yang awalnya remaja SMA dan SMP, tiga bulan terakhir justru anak-anak SD kelas 5 dan 6, yang kebanyakan dari keluarga menengah atas.

Di usia sekolah dasar, anak-anak belum bisa menalar dengan benar. 

Mereka tak bisa menentukan mana yang baik dan buruk. Maka ketika ditawarkan judi online yang mirip gim, anak-anak itu tak tahu apa bahayanya.

Di sinilah persoalannya, kata dokter Denta.

Dalam jangka panjang kualitas hidup mereka akan makin terpuruk. Hal-hal buruk bisa terjadi kapan saja, katanya. Mulai dari tak ada gairah hidup, tak bisa fokus bekerja, bahkan terlilit utang.

"Yang paling fatal bunuh diri," ucap dokter Denta.

Dokter Denta menambahkan, anak-anak yang datang padanya terbilang beruntung. Sebab orangtua mereka punya kesadaran dan dana untuk berobat

Tetapi bagaimana dengan bocah-bocah yang ekonominya pas-pasan dan jauh dari akses kesehatan. Sedangkan penetrasi digital sudah sangat masif.

"Jangan sampai tinggal menunggu waktu semuanya kecanduan judi online, persoalan ini sudah krusial."

Kala cerita anak-anak yang kecanduan judi online viral di media sosial, beberapa akun di X mengunggah cuplikan video rekaman sejumlah streamer gim online yang mempromosikan judi slot.

Para streamer ini biasanya akan meneriakkan kata-kata: "salam gacor", "gacor banget", "berapapun pasti dibayar" - sembari menyebutkan situs judi yang memberikan donasi saat mereka siaran langsung.

Di dunia streamer gim, siapapun bisa memberikan donasi berupa uang.

Dan sebagai bentuk terima kasih, para streamer akan mencantumkan nama-nama mereka di layar streaming selama sebulan penuh atau bereaksi secara langsung.

Cara inilah yang dipakai agen judi online untuk promosi. 

Seorang streamer gim online, Toni - bukan nama sebenarnya - mengaku tak terhitung berapa banyak tawaran yang datang untuk mempromosikan judi slot dengan taktik serupa.

"Saya ingat sekali, dapat tawaran [promosi judi slot online] tahun lalu lewat email," ungkapnya.

Beberapa surat elektronik yang diterima Toni berasal dari agen judi: 707slot, Novus Group, dan 1xBet.

Isinya mereka menawarkan kerja sama dengan 'membeli iklan' dan menyematkan link judi slot di kolom komentar ketika live streaming.

Atau, saat dia sedang siaran langsung ada logo judi slot di layar YouTubenya. 

Karena penasaran, Toni menjawab salah satu tawaran itu.

"Saya iseng kontak salah satu, saya tanya bentuk kerja samanya bagaimana?" imbuhnya.

"Ternyata, mereka akan donasi sejumlah uang yang disepakati. Tugas saya cuma mengekspresikan dengan senang lalu bilang 'gacor.. gacor.. berapapun pasti cair.. cair cepat.. jackpot..'"

"Jadi mereka pengen penonton saya percaya kalau itu [situs judi slot] beneran donasi." 

"Karena pasarnya gamer atau streamer yang paling cocok dengan pengguna judi online dan anak-anak yang mengidolakan gamer pasti akan meniru karena dianggap benar," imbuhnya.

Toni mengaku tak tahu berapa bayaran dari mempromosikan judi slot.

Tapi, dia punya pengalaman didonasi oleh agen judi online ketika siaran langsung. Nilainya jutaan.

"Penonton saya waktu itu 2.000-3.000-an, tiba-tiba didonasi. Kalau ada donasi jutaan [rupiah] pasti ramai karena biasanya cuma ratusan ribu," kisahnya.

"Ketika jutaan luar biasa dong, tapi saat itu saya langsung berikan edukasi ke penonton bahwa kalian enggak akan kaya dari judi..." 

Toni tahu donatur itu dari agen judi slot karena nama yang dipakai identik dengan judi online, pesannya: "jangan lupa daftar, gacor!"

Kejadian seperti itu berlangsung tiga kali, seingatnya.

Sebagai streamer, dia pernah mencari tahu bagaimana mengembalikan uang donasi. Tetapi pencariannya mentok bahwa hal itu tak bisa.

Proses pemberian donasi terlalu rumit dan melibatkan pihak ketiga. Identitas donatur pun bisa asal-asalan alias palsu.

"Jadi kalau saya sih pakai logika politik, terima duitnya tapi saya bacotin mereka," ucap Toni.

Hasil identifikasi Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat ada 2,7 juta masyarakat yang terlibat judi online dan 2,1 juta di antaranya adalah warga berpenghasilan di bawah Rp100.000.

"Masyarakat berpenghasilan rendah ini ada pelajar, mahasiswa, guru, petani, ibu rumah tangga, pegawai swasta, PNS, dan aparat," kata Juru bicara PPATK, Natsir Kongah.

Pelajar yang disebut Natsir adalah anak-anak dengan jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan mahasiswa.

Pasalnya saat ini untuk pasang taruhan atau deposit uangnya tak perlu besar. Cukup dengan Rp10.000 sudah bisa berjudi. Cara deposit pun makin gampang, bisa dengan kirim pulsa, dompet elektronik, uang elektronik, bahkan QRIS.

Adapun, transaksi judi online sejak 2017 sampai 2023 mencapai lebih dari Rp200 triliun, menurut data PPATK. 

Juru bicara PPATK, Natsir Kongah, mengatakan angka itu berdasarkan penelusuran terhadap 887 pihak yang merupakan jaringan bandar judi online.

Perputaran uang ratusan triliun itu, kata dia, digunakan untuk taruhan, pembayaran kemenangan, penyelenggaraan perjudian, transfer antar-bandar, serta transaksi dengan tujuan melakukan pencucian uang yang dilakukan jaringan bandar.

PPATK mendeteksi pada 2017 transaksi judi online di Indonesia masih di kisaran Rp2 triliun.

Kemudian melonjak hampir 100% setahun setelahnya menjadi Rp3,8 triliun.

Di tahun 2019 naik pesat mencapai Rp6,1 triliun.

"Di masa pandemi Covid-19 paling tinggi karena semua orang di rumah, nilai transaksi judi online Rp15 triliun," jelas Natsir kepada BBC News Indonesia. 

Lantas pada 2021 semakin menggila transaksi judi online karena nilainya Rp57 triliun dan pada 2022 sebesar Rp104 triliun.

PPATK juga mengendus aliran pencucian uang yang mengalir ke sejumlah artis maupun pemengaruh karena mempromosikan judi online.

Meski Natsir tidak membeberkan nama-nama para selebriti itu tapi polisi pernah memeriksa mereka. Sebut saja Shandy Aulia, Amanda Manoppo, Wulan Guritno, dan Yuki Kato.

Di media sosial X akun @iLhamzada membuat utas para atis, penyanyi, dan komedian yang mempromosikan judi slot.

Dalam potongan video promosi itu, mereka mengganti frasa 'judi online' menjadi 'gim online'. Tak cuma itu mereka juga sering menyebut 'gim online ini sudah mempunyai lisensi dan terakreditasi'. 

Tapi meskipun sudah terang-terangan mempromosikan judi online, tak ada satu pun artis yang ditangkap dengan dalih mereka tidak tahu.

Berbeda nasib dengan para artis, beberapa selebgram (selebritas Instagram) di berbagai daerah diringkus polisi.

Di Solo misalnya, dua selebgram dibekuk setelah kedapatan mempromosikan situs judi slot di media sosialnya.

Kemudian selebgram di Aceh, Bandung, Bogor, Bali, Pangkalpinang, Banten dijerat pasal 45 ayat 2 juncto pasal 27 ayat 2 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Sepanjang tahun 2023, Dittipidsiber Bareskrim Polri mengungkap 77 kasus judi daring dan menetapkan 130 orang sebagai tersangka.

Sementara pada 2022, tercatat ada 610 kasus yang diungkap dengan 760 orang tersangka.
Kerja Kominfo memblokir 'paling tidak efektif'

Pengamat keamanan siber dari dari Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, mengatakan uang Rp200 triliun yang berputar dari transaksi judi online sangat fantastis dan bisa dipakai untuk membangun ibu kota baru di Kalimantan.

Tapi yang mengganjal, kata dia, pemerintah dan aparat terkesan tak serius menangani persoalan ini.

Padahal korbannya sudah banyak dan akibat yang ditimbulkan jadi judi online merembet ke tindakan kriminal.

Sebab kalau cuma memblokir situsnya tak berpengaruh apa-apa. Para agen judi slot bisa bikin lebih banyak lagi.

Bahkan mereka nekat meretas situs milik kampus atau pemerintah yang tak dikelola dan mengubahnya jadi judi slot.

"Ada ribuan website milik pemda yang disusupi judi online dan tidak diblokir, karena kalau diblokir seluruh pelayanan di dalam website akan mati."

"Tapi apakah susah bikin situs judi? Tidak. Karena mereka sudah punya template, tinggal beli domain, dan pasang template itu. Beli domain murah, yang gratisan juga ada."

Kominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) semestinya bisa kerja sama untuk memutus IP address aplikasi judi slot yang tersambung ke komputer atau handphone.

Atau, Kominfo bisa menggandeng operator seluler untuk melacak dan memblokir nomor-nomor agen yang mempromosikan judi lewat SMS. 

"Tapi enggak dilakukan juga," katanya dengan nada kesal.

"Makanya ini [pemberantasan judi online] tergantung niat apa tidak?"

Menurut dia, aparat dan lembaga pemerintah tak bisa lagi kerja sendiri-sendiri.

Mereka harus membentuk satgas yang steril sehingga upaya pemberantasan tak disusupi oleh apa yang disebutnya oknum aparat.

"Karena saya curiga judi online ini 'dipelihara' makanya tidak tuntas-tuntas."

Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, mengatakan tugas pokok kementeriannya dalam memberantas judi online hanya sebatas pemutusan akses ke situs-situs judi.

Selebihnya bekerja sama dengan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, WhatsApp, TikTok, dan YouTube agar menghapus konten-konten yang memuat iklan judi online.

Sedangkan kalau melacak IP Address aplikasi judi slot, tak bisa.

"Kami tidak bisa melacak terlalu jauh. Tapi setidaknya itu yang bisa dilakukan, kami ibarat tameng... mereka datang kami tangkis. Untuk mengejar ke sana [lacak IP address] kami butuh upaya lebih dari seakdar putus akses," tutur Nezar Patria. 

Dia menjelaskan, sejak Juli-November 2023 Kominfo telah menghapus dan memutus akses terhadap 512.432 konten atau situs judi online.

Adapun hasil kerja sama dengan platform media sosial seperti Meta telah menghapus 1,65 juta konten dan 450.000 iklan judi yang menyasar pengguna di Indonesia.

Segala usaha tersebut, klaim Nezar, setidaknya sudah mengganggu ekosistem judi online.

"Di beberapa tempat warga melaporkan ke jaringan Kominfo bahwa mereka tidak bisa lagi mengakses situs judi online."

"Memang belum bisa memusnahkan judi online dari jagat digital tapi setidaknya intervensi yang kami buat mengganggu mereka."

Saat ini, lanjutnya, Kominfo akan menggandeng operator seluler untuk memblokir nomor telepon yang mengiklankan judi online lewat SMS.

Kalau di kemudian hari Kominfo melihat peredaran judi online semakin tak terkendali, maka tidak menutup kemungkinan membentuk satgas yang terdiri dari kepolisian, OJK, dan PPATK.

"Kami dalam langkah ke arah sana, diskusi-diskusinya membutuhkan satu framework yang memperkuat penanganan judi online". (*)

Tags : siswa sekolah dasar, anak-anak sd kecanduan judi online, streamer game sengaja promosikan situs judi, media sosial, kejahatan, kesehatan mental, hukum, perjudian, anak-anak, kesehatan,