PENYIMPANAN daging kurban perlu dilakukan dengan tepat agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada membagikan sejumlah langkah praktis agar daging kurban tetap awet dan bebas kontaminasi.
Melalui unggahan di akun instagram resminya @pkgm.ugm, lembaga tersebut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sebelum mengolah maupun menyimpan daging.
Salah satunya dengan mencuci tangan atau menggunakan sarung tangan sebelum menyentuh daging untuk mencegah masuknya bakteri.
Bagian tertentu seperti kepala, kaki, jeroan, dan kulit juga disebut lebih rentan terkontaminasi.
Karena itu, bagian tersebut dianjurkan direbus terlebih dahulu sebelum disimpan.
Selain itu, daging sebaiknya dipisahkan sesuai porsi sekali masak dan dimasukkan ke dalam wadah tertutup.
Cara ini dinilai lebih praktis serta membantu menjaga kualitas daging saat akan digunakan kembali.
Masyarakat juga diimbau tidak mencuci daging sebelum disimpan. Sebab, kondisi daging yang basah justru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Daging dianjurkan dicuci sesaat sebelum dimasak.
Untuk menjaga kualitas sebelum dibekukan, daging sebaiknya didinginkan terlebih dahulu di dalam chiller selama 12 hingga 24 jam sebelum dimasukkan ke freezer.
Selain itu, daging yang sudah dicairkan tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali.
Proses pencairan atau thawing dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri pada daging.
Dengan penyimpanan yang tepat, daging kurban tidak hanya lebih tahan lama, tetapi juga tetap aman dikonsumsi oleh keluarga.
Masyarakat pun diimbau lebih teliti dalam mengelola stok daging selama momentum Iduladha.
Tags : Hewan kurban, idul adha, daging segar, tips simpan daging ,