Headline Bisnis   2026/05/13 10:55 WIB

Pertamina Perketat Pengawasan Pengguna QR Code

Pertamina Perketat Pengawasan Pengguna QR Code

JAKARTA - Masyarakat pengguna bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diminta untuk mereset QR Code Subsidi Tepat secara berkala guna menghindari penyalahgunaan.

Area Manager Comm Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Wilayah Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Untuk meningkatkan keamanan data dan mencegah penyalahgunaan kuota BBM oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, kami sarankan untuk melakukan reset QR Code Subsidi Tepat secara berkala,” katanya, Jumat (8/5).

Dia menjelaskan kendala berupa indikasi barcode salah satu pengguna dipakai oleh orang lain sering terjadi, terutama terkait nomor polisi kendaraan yang telah berpindah tangan.

Untuk mereset QR Code tersebut, dia mengatakan di setiap SPBU telah tersedia helpdesk Pertamina.

Karena itu, apabila mengalami kendala saat mereset, konsumen diminta tidak sungkan meminta bantuan pihak SPBU.

“Kalau ada kendala, bisa sampaikan ke kami atau Pertamina contact center di 135,” ujar dia.

Jika sudah memiliki QR Code baru, dia mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan memberikan barcode kepada orang lain.

Dia menambahkan apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan barcode, masyarakat diimbau segera melaporkan kendala tersebut kepada Pertamina agar dilakukan pengecekan.

“Pertamina sudah jelas dan tegas atas sanksi yang diberlakukan jika terdapat pelanggaran di lembaga penyalur Pertamina,” ujar dia.

Dalam beberapa hari terakhir, terdapat keluhan dari masyarakat di Kota Kupang terkait sulitnya mengisi BBM bersubsidi di sejumlah SPBU karena kuota pengisian BBM telah melewati batas, padahal pemilik kendaraan belum melakukan pengisian BBM bersubsidi.

Selain itu, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) juga telah membongkar kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Salah satu modus yang digunakan adalah memakai QR Code milik orang lain. Sebanyak 40 orang berpotensi menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia menjelaskan, penyebab bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite tidak dijual di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina. Hal ini karena terjadi perubahan layanan.

“Untuk beberapa SPBU Pertamina di Jakarta memang ada upgrade, perubahan status dari SPBU biasa menjadi SPBU Signature yang memang memberikan layanan dan fasilitas premium,” ujar Anggia di Jakarta, Jumat (8/5).

Anggia menjelaskan bahwa BBM subsidi seperti Pertalite dan biosolar masih dijual di SPBU biasa. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tidak dijualnya Pertalite di sejumlah SPBU Pertamina bukan karena Pertamina berhenti menyalurkan BBM subsidi.

“Hanya memang ada perubahan layanan dan status di beberapa SPBU-nya,” ujar Anggia.

Dalam kesempatan tersebut, Anggia juga memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga wajib menyalurkan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) RON 90 atau Pertalite melalui penyalur atau SPBU yang telah diberi penugasan oleh BPH Migas.

“Penugasan dilakukan secara triwulan untuk memastikan ketersediaan kuota, penyalur, serta kebutuhan konsumen pengguna di kabupaten/kota,” ucap Anggia.

Pernyataan tersebut terkait viralnya pengumuman sejumlah SPBU Pertamina yang berhenti menjual Pertalite. Pengumuman tersebut lantas disusul perubahan status sejumlah SPBU Pertamina menjadi SPBU Signature.

Dikutip dari laman resmi Pertamina Patra Niaga, SPBU Pertamina Signature menawarkan berbagai layanan tambahan.

Konsumen yang melakukan pengisian BBM minimal Rp 350 ribu, misalnya, akan mendapatkan layanan semir ban gratis.

Selain itu, petugas juga menyediakan kotak sampah bagi konsumen yang ingin membuang sampah kecil seperti tisu atau kertas.

SPBU ini juga dilengkapi fasilitas umum yang lengkap, mulai dari mushala bersih dengan perlengkapan sholat, antara lain mukena, sarung, dan Alquran, area wudhu, hingga toilet yang bersih.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan program uji emisi gratis bagi masyarakat di sejumlah SPBU wilayah Jabodetabek melalui kampanye "Bijak Pakai Energi".

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun dalam keterangannya menyampaikan program yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan bahan bakar berkualitas dan perawatan kendaraan untuk mendukung emisi yang lebih baik dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.

"Melalui program uji emisi gratis ini, Pertamina Patra Niaga ingin mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga performa kendaraan dan kualitas emisi yang dihasilkan. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam bijak menggunakan bahan bakar sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih baik," ujar dia.

Menurut Roberth, masyarakat cukup mengunduh aplikasi MyPertamina dan menunjukkan akun yang telah terdaftar untuk mengikuti layanan uji emisi gratis tersebut.

Selain mendapatkan sertifikat uji emisi gratis, konsumen juga berkesempatan mendapatkan e-voucher MyPertamina senilai Rp25.000 serta merchandise menarik secara langsung.

Melalui program itu, lanjut Roberth, Pertamina Patra Niaga sekaligus ingin mendorong masyarakat untuk lebih rutin melakukan pengecekan kendaraan sebagai langkah sederhana dalam menjaga performa mesin kendaraan dan mendukung penggunaan energi yang lebih bertanggung jawab.

Program uji emisi gratis dilaksanakan di 14 SPBU wilayah Jabodetabek, yang tahap keduanya akan berlangsung pada 23-24 Mei 2026 setelah tahap pertama pada 9-10 Mei 2026.

"Kami menargetkan sebanyak 7.000 kendaraan di wilayah Jabodetabek melalui uji emisi ini," ujar dia.

Pada periode pertama, yang dilaksanakan pada 9-10 Mei 2026, layanan uji emisi gratis tersedia di tujuh titik SPBU Pertamina, yaitu SPBU 31.107.01 Sawah Besar, Jakarta Pusat; SPBU 34.125.08 Jagakarsa, Jakarta Selatan; SPBU 31.124.02 Fatmawati 2, Jakarta Selatan; SPBU 34.142.01 Boulevard Barat Kelapa Gading, Jakarta Utara; SPBU 31.137.01 Pasar Rebo, Jakarta Timur; SPBU 31.117.02 Daan Mogot, Jakarta Barat; serta SPBU 31.153.02 BSD, Tangerang Selatan.

Seluruh layanan dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 21.00 WIB.

Pelanggan Pertamina Dex Andi, asal Bintaro, mengatakan penggunaan BBM berkualitas memberikan dampak nyata terhadap performa kendaraan sekaligus hasil emisi yang lebih baik.

"Dengan BBM yang berkualitas ini sudah terbukti langsung tadi, kita uji emisi dan hasilnya bagus. Dengan Dex terbukti juga lebih irit," katanya.

Pelanggan Pertamax Series, Sandi menilai penggunaan BBM dengan RON tinggi berpengaruh terhadap performa kendaraan dan hasil emisi yang lebih baik. (*)

Tags : bbm subsidi, pertalite, pasokan bbm, pasokan pertalite, harga pertalite, subsidi bbm,