JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan lakukan hilirisasi ayam terintegrasi bagi rakyat agar mampu bersaing dalam industri ayam dan telur.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan saat ini sekitar 70 persen industri ayam dan telur dalam negeri hanya dikuasai oleh dua perusahaan.
Tanpa menyebutkan nama, nilai perputaran uang yang dikantongi kedua perusahaan tersebut mencapai Rp400 triliun setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan.
"Ini yang menguasai hanya dua perusahaan aku tidak sebut. Nilainya ini Rp554 triliun (perputaran uang dari industri ayam dan telur secara keseluruhan), setelah ada MBG Rp653 triliun. Artinya, hampir Rp400 triliun, Rp380 triliun, itu dua orang," ujarnya dalam acara Pengamat Menguji, Mentan Menjawab: Strategi dan Capaian Pertanian Diungkap di Gudang Beras, dikutip akun YouTube Kementerian Pertanian, Minggu (26/4).
Amran menyadari, penguasaan industri oleh segelintir korporasi ini membuat rakyat tidak kunjung berdaulat.
"Kapan rakyat ini berdaulat? Kapan ekonomi rakyat ini bergerak?" tanyanya kepada para pengamat pertanian yang hadir dalam acara tersebut.
Karena itu, agar perputaran uang MBG dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, pemerintah sudah melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek hilirisasi ayam terintegrasi di enam titik di Indonesia, dari total 12 titik yang direncanakan.
Model yang dibangun berupa ekosistem terintegrasi mulai dari pabrik pakan, pembibitan ayam (day old chicken/DOC) hingga pengolahan produk akhir agar rantai produksi lebih efisien dan berdaya saing global.
"Yang bangun pakan dan DOC adalah negara, seperti Bapak katakan kemudian yang bergerak di hilir itu rakyat kecil," tambahnya.
Setidaknya Rp20 triliun anggaran sudah dialokasikan untuk pembangunan proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini. Selain itu, kredit usaha rakyat (KUR) hingga total Rp50 triliun juga akan mendukung pembangunan proyek ini. (*)
Tags : perusahaan, industri ayam, makan bergizi gratis, mbg, industri ayam penuhi kebutuhan mbg ,