Indragiri Hulu   2022/03/03 15:59 WIB

Daerah Aliran Sungai Cinaku Inhu Alami Abrasi, 'Bencana Banjir dan Longsor Mengancam'

Daerah Aliran Sungai Cinaku Inhu Alami Abrasi, 'Bencana Banjir dan Longsor Mengancam'

INHU - Seperti disebutkan Pakar Hidrologi Dr Agung Budi Supangat S.Hut MT, berdasarkan penelitian ilmiah, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan salah satu pemicu terjadinya bencana, seperti banjir dan longsor.

"Kalau DAS tidak lagi mampu menyerap atau menampung curah hujan, hingga air yang diterima sebagian besar langsung dialirkan melalui permukaan tanah, maka ancaman bencana banjir dan longsor besar kemungkinan akan terjadi."

“Maka dari itulah sangat penting menjaga DAS. Kalau kerusakan dibiarkan, niscaya nantinya tidak akan bisa lepas dari bencana banjir dan longsor,” tegas Agung Budi Supangat.

Apalagi seperti badan jalan penghubung antar Desa Petalongan dan Desa Lembah Dusun Gading di Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) abrasi akibat curah hujan tinggi. Akibatnya, jalan aspal yang berada di di daerah aliran sungai (DAS) itu pun longsor parah.

"Secara otomatis memiliki intensitas curah hujan tinggi. Untuk itu, perlu dilakukan identifikasi pada suatu wilayah guna melihat potensi bencana. Inhu termasuk daerah yang rawan terjadi bencana banjir dan longsor, terutama pada saat musih hujan dengan intensitas curah yang tinggi. Tentu saja, dengan kondisi ini daerah tangkapan air seperti DAS harus diperhatikan,” ungkapnya.

Di lokasi jalan longsor sekitar 50 hingga 100 m jalan separuh badannya telah ambruk dibawa arus sungai yang begitu deras, apalagi beberapa hari belakangan sering hujan deras disertai angin kencang.

Kini, masyarakat yang melintasi jalan tersebut lebih berhati hati apalagi malam hari. Begitupun pengendara roda empat atau lebih, tidak bisa saling berpapasan dan salah satu dari kendaraan harus mengalah.

Ketua Badan Pemberdayaan Desa [BPD] Lembah Dusun Gading, Hasan Basri mengatakan pemerintah harus segera memberikan solusi agar jalan tersebut segera diperbaiki agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya korban jiwa dan sebagainya.

Hasan menjelaskan lebih jauh, jalan tersebut merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan antar kecamatan. Selain itu, abrasi terjadi sudah sejak bertahun-tahun lalu karena derasnya debit air Batang Kuantan Sungai Indragiri.

Dia berharap kepada Kementrian PUPR melalui Dirjen Pengairan dan Pemkab Inhu segera memprioritaskan dan menggelontorkan Dana APBN untuk mengatasi jalan lonsor tersebut.

Di sisi lain, Kades Petalongan, Alimanto menambahkan, Pemkab sudah seharusnya tahu kondisi jalan kabupaten yang rusak itu.

“Kondisinya memang mengkhawatirkan karena melihat aliran sungai indragiri yang cukup deras, sementara itu cuaca di wilayah Inhu setiap hari masih diguyur hujan."

"Kami berharap pihak terkait harus mencarikan solusi agar warga yang rumahnya berada di bibir tebing selamat," katanya.

Sebelumnya Wakil Bupati Inhu, H Junaidi Rachmat, Kadis PUPR Inhu, Arif dan Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Syahrul Aidi Maazat usai menyerahkan lampiran proposal program pembangunan yang diusulkan oleh Pemkab Inhu kepada Kementerian PUPR, termasuk yang menjadi prioritas ialah jalan lonsor di Kecamatan Pasir Penyu seperti jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Desa Air Molek 2, Lembah Dusun Gading, Petalongan dan Japura.

Di depan Anggota DPR RI, Wabup Inhu, Junaidi Rachmat mengatakan masalah pembangunan jalan yang lonsor di beberapa titik sepanjang Sungai Indragiri sudah diusulkan dan menjadi prioritas agar segera dibangun.

Salah satunya, jalan kabupaten yang longsor di Kecamatan Batang Peranap pada tahun lalu sudah rampung dibangun.

"Insya Allah pada tahun 2022 ini sesuai laporan dari Anggota DPR RI yang berkunjung ke Inhu bulan depan pembangunan turap penahan tebing di Desa Danau Baru segera dikerjakan karena saat ini masih proses tender," kata Wabup.

Wabup menyatakan, untuk jalan kabupaten yang lonsor di Desa Lembah Gading – Desa Petalongan karena proposalnya sebelumnya sudah disampaikan ke PUPR RI, berharap Anggota DPR RI bisa membantu aspirasi masyarakat segera ditindaklanjut pada 2023 nanti.

"Ini akan kita kaji kembali, kalau bisa secepatnya akan kita lakukan tindak lanjut sehingga derasnya air sungai tidak akan mengikis tanah tebing yang ada di sepanjang Sungai Indragiri," sebutnya. (*)

Editor: Surya Dharma Panjaitan

Tags : Daerah Aliran Sungai, DAS Cinako Inhu, Sungai Abrasi, Bencana Banjir dan Longsor Mengancam,