PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau terus memperkuat upaya memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan hak pendidikan.
Salah satunya dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program pendidikan, di antaranya Program Tebus Ijazah bagi siswa yang masih memiliki tunggakan di sekolah serta bantuan seragam sekolah bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah memastikan seluruh siswa tetap memiliki akses terhadap pendidikan.
"Kami tentu menyambut baik dan mengapresiasi dukungan Baznas Provinsi Riau terhadap dunia pendidikan. Kolaborasi seperti ini sangat membantu, terutama bagi anak-anak kita yang berasal dari keluarga kurang mampu," kata Erisman Yahya, Senin (17/8).
Menurut Erisman, kondisi ekonomi keluarga jangan sampai membuat siswa kesulitan memperoleh haknya setelah menyelesaikan pendidikan.
Persoalan biaya juga diharapkan tidak menjadi hambatan bagi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran.
Karena itu, Disdik Riau terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak guna membantu siswa yang membutuhkan.
"Kita ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan. Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dan kepedulian berbagai pihak sangat penting," ujarnya.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Tebus Ijazah. Program ini menyasar lulusan SMA dan SMK swasta di Kota Pekanbaru yang belum dapat mengambil ijazah karena masih memiliki tunggakan di sekolah.
Hingga saat ini, bantuan yang disalurkan melalui program tersebut mencapai Rp1,6 miliar.
Dana tersebut digunakan untuk membantu menyelesaikan tunggakan sekaligus memfasilitasi pengambilan ijazah sebanyak 297 lulusan SMA dan SMK swasta di Kota Pekanbaru.
Menurut Erisman, ijazah merupakan dokumen penting bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja. Karena itu, penyelesaian persoalan tunggakan diharapkan dapat membuka kembali kesempatan bagi para lulusan.
"Kalau ijazah sudah bisa diambil, tentu akan memudahkan anak-anak kita untuk melanjutkan pendidikan atau menggunakannya untuk mencari pekerjaan. Ini yang kita harapkan dari kolaborasi tersebut," kata Erisman.
Selain Program Tebus Ijazah, kolaborasi Disdik Riau dan Baznas juga diwujudkan melalui Program Bantuan Seragam Sekolah. Sebanyak 12.000 paket seragam telah disalurkan kepada siswa penerima manfaat.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan hingga kini realisasinya telah mencapai hampir 80 persen. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Dengan adanya bantuan seragam, kebutuhan perlengkapan sekolah diharapkan tidak lagi menjadi beban bagi keluarga sekaligus tidak menghambat siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Erisman berharap sinergi antara Disdik Riau dan Baznas dapat terus berjalan serta diperluas sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan manfaat.
"Kami berharap sinergi ini terus berjalan. Tujuan akhirnya tentu bagaimana anak-anak Riau, terutama yang membutuhkan, tetap bisa sekolah dan mendapatkan hak pendidikan dengan baik," ujarnya. (rp.sul/*)
Tags : dinas pendidikan, disdik, riau, disdik dan baznas bantu keluarga kurang mampu, disdik dan baznas perkuat pendidikan,