Headline Agama   2026/05/26 11:6 WIB

Jamaah Haji Diminta Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Jamaah Haji Diminta Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

AGAMA - Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengimbau jamaah haji untuk mengikuti pedoman pencegahan, terutama pada siang hari dari pukul 11.00 hingga 15.00 untuk membantu mengurangi dampak suhu tinggi di tempat-tempat suci.

Juru bicara NCM, Hussein Al-Qahtani menjelaskan bahwa kondisi cuaca dan suhu terus dipantau melalui stasiun pemantauan pusat yang tersebar di seluruh tempat-tempat suci.

Ia mencatat bahwa hal ini bertujuan untuk memberikan data meteorologi yang akurat kepada pihak berwenang terkait dan mendukung pengambilan keputusan, sehingga meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan jamaah haji.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mendesak jamaah haji untuk mengambil langkah-langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan suhu tinggi dan paparan sinar matahari, terutama pada jam-jam puncak, dikutip dari laman Saudi Gazette, Selasa (26/5/2026)

Kemenkes Arab Saudi mencatat bahwa pencegahan kelelahan akibat panas matahari dimulai dengan menggunakan payung saat bergerak, minum air dan cairan dalam jumlah yang cukup, serta menghindari berjalan jauh di bawah sinar matahari langsung.

Kemenkes juga menekankan pentingnya mengenali gejala kelelahan akibat panas, seperti pusing, kelelahan, dan keringat berlebihan.

Untuk itu, Kemenkes menyerukan kepada para jamaah haji untuk segera mengunjungi pusat kesehatan terdekat atau mencari bantuan dari tim medis jika mengalami gejala-gejala tersebut.

Kemenkes Saudi juga mendesak jamaah haji untuk mematuhi pedoman kesehatan, menekankan bahwa kesadaran dan kepatuhan mereka sangat penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan serta memungkinkan mereka untuk melaksanakan ritual keagamaan dalam lingkungan yang aman.

Saudi Gazette melaporkan bahwa jamaah haji telah tiba di Mina untuk melaksanakan Hari Tarwiyah pada Senin, sebagai persiapan untuk wukuf di Arafah keesokan harinya yakni puncak dari ibadah haji tahunan.

Pintu masuk Mina menyaksikan efisiensi arus jamaah yang tinggi, dengan pemantauan lapangan oleh berbagai sektor keamanan, kesehatan, dan pelayanan, yang mengerahkan kemampuan mereka untuk menerima jamaah dan memberikan perawatan yang diperlukan sejak mereka tiba di kamp yang telah ditentukan.

Hari Tarwiyah dianggap sebagai tahap kunci dalam ritual haji, di mana para jamaah menuju Mina untuk menghabiskan siang dan malam di sana sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad SAW, sebelum melanjutkan perjalanan pada Subuh tanggal 9 Dzulhijjah ke Arafah untuk melaksanakan wukuf, rukun haji terbesar. 

Pada Senin, jamaah tiba dan menetap di Mina untuk melaksanakan Hari Tarwiyah.

Kementerian Haji dan Umrah, melalui tim lapangan dan pusat operasionalnya, memantau kedatangan jamaah di kamp Mina dan kualitas layanan yang diberikan termasuk akomodasi, makanan, bimbingan, dan layanan pendukung dalam koordinasi dengan semua entitas dalam ekosistem haji.

Pusat-pusat Nusuk Care, yang berafiliasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, terus mendukung jamaah di Makkah dan tempat-tempat suci melalui 38 pusat dan lebih dari 160 lokasi layanan.

Tim lapangan, yang berbicara lebih dari sebelas bahasa, telah memberikan lebih dari 180 ribu layanan hingga saat ini, termasuk bimbingan, bantuan, dukungan penerjemahan, penanganan laporan, dan bantuan kemanusiaan di lokasi jamaah.

Ribuan jamaah melaksanakan shalat wajib mereka di Masjid Al-Khayf di Mina, dalam suasana spiritual yang penuh ketenangan dan kedamaian, didukung oleh layanan terpadu yang ditawarkan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan. (*) 

Tags : haji 2026, jamaah haji indonesia, hindari paparan matahari, haji musim panas, jamaah haji musim panas, sinar matahari langsung, panas di saudi, wukuf di arafah, puncak haji,