News   2026/07/09 15:59 WIB

Kapolri Sikapi 329 Titik Api Terdeteksi di Riau yang Juga Perkuat Penanganan dan Pencegahan Karhutla

Kapolri Sikapi 329 Titik Api Terdeteksi di Riau yang Juga Perkuat Penanganan dan Pencegahan Karhutla
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali menjadi perhatian nasional.

"329 titik api terdeteksi di Riau."

"Pada saat dilakukan pendalaman, kurang lebih ada titik api 329 titik yang perlu dilakukan pemadaman. Dan sampai saat ini termonitor beberapa titik api tersebut ada di luasan kurang lebih 15.000 hektar," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Memasuki musim kemarau, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran memperkuat langkah pencegahan setelah teridentifikasi ratusan titik api yang tersebar di wilayah rawan.

Saat meninjau kesiapan penanganan karhutla di Kabupaten Kampar, Rabu 8 Juli 2026, Kapolri mengungkapkan hasil pemantauan menunjukkan terdapat 329 titik api yang berada di kawasan dengan luas sekitar 15.000 hektare dan membutuhkan penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar.

Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan seluruh unsur terkait meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini, mengingat Riau menjadi salah satu provinsi yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi setiap musim kemarau.

Dalam kunjungannya, Kapolri juga mengecek kesiapan personel dan sarana pendukung yang dimiliki berbagai instansi.

Ia mengapresiasi kolaborasi lintas lembaga yang telah terbangun antara pemerintah, aparat keamanan, hingga sektor swasta.
Baca juga: Dumai dan Rokan Hulu Jadi Penyumbang Hotspot Terbanyak di Riau Sore ini

"Tadi kita cek satu per satu, dan Alhamdulillah saya lihat bahwa seluruh stakeholder yang ada, ini mulai dari Basarnas, kemudian juga dari BNPB, BPBD, kemudian TNI-Polri, Manggala Agni, kemudian juga ada perusahaan-perusahaan swasta, dan juga seluruh kekuatan yang ada, semuanya bersatu. Dan ini tentunya yang kita butuhkan untuk menghadapi potensi Karhutla," kata Sigit.

Data dari BPBD menunjukkan sekitar 15.000 hektare lahan di Riau saat ini berada dalam pengawasan karena berpotensi mengalami kebakaran.

Setelah dilakukan verifikasi lapangan, sebanyak 329 titik api dinilai membutuhkan tindakan pemadaman secepatnya.

Kapolri menegaskan, karakteristik kebakaran hutan di Riau berbeda dibanding sejumlah daerah lain.

Provinsi ini memiliki dua periode rawan karhutla dalam satu tahun sehingga kewaspadaan harus terus dijaga.

Selain itu, potensi pengaruh fenomena El Nino diperkirakan dapat memperbesar risiko munculnya kebakaran apabila tidak diantisipasi secara maksimal.

"Di Riau ini kebakaran hutannya berbeda dibandingkan dengan wilayah lain. Jadi ada dua kali potensi kebakaran hutan, dan salah satunya yang kita hadapi adalah di bulan Juli, Agustus, mungkin sampai September," ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kapolri meminta seluruh jajaran memperkuat personel, memastikan kesiapan peralatan pemadaman, serta membangun lebih banyak sumur bor sebagai cadangan sumber air selama musim kemarau.

Selain kesiapan teknis, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta mematuhi seluruh regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Peraturan dari Pemerintah Daerah saya kira sudah ada, dari Pemerintah Pusat sudah ada, bagaimana terkait dengan tata aturan terkait dengan pembukaan kawasan, apalagi untuk dilakukan penanaman-penanaman yang tentunya semua ada aturannya," tegas Kapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri turut menyerahkan sejumlah bantuan peralatan untuk memperkuat penanganan karhutla di Riau.

Bantuan meliputi kendaraan roda dua untuk menjangkau lokasi titik api, alat berat, hingga perlengkapan pembangunan sumur bor.

Ia juga meminta sistem komunikasi antarpersonel tetap berjalan optimal sehingga koordinasi dengan command center dapat berlangsung cepat ketika proses pemadaman dilakukan.

Menutup arahannya, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kelestarian hutan melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

"Yang paling utama adalah bagaimana menjaga sinergitas dan menjaga kolaborasi. Bagaimana kemudian ini kita sosialisasikan agar masyarakat sama-sama menjaga dan merawat hutan kita, sehingga semuanya bisa terjaga untuk masyarakat, untuk anak-anak cucu kita, dan generasi yang akan datang," katanya.

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla di Provinsi Riau, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menyerahkan berbagai peralatan penanggulangan karhutla kepada Polda Riau dalam Gelar Kesiapan Penanggulangan Karhutla yang berlangsung di SPN Polda Riau, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah, serta personel gabungan yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menilai kesiapan Pemerintah Provinsi Riau bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi musim rawan karhutla sudah berjalan dengan baik.

Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi modal utama untuk mencegah bencana yang setiap tahun mengancam wilayah Riau.

Ia juga mengingatkan seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Karhutla agar terus memperkuat koordinasi, menjalankan aturan yang berlaku, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

"Jaga sinergitas dan kolaborasi. Sosialisasi agar masyarakat sama-sama menjaga dan merawat hutan kita," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, M. Edy Afrizal mengatakan, status siaga darurat karhutla di Riau telah ditetapkan sejak 13 Februari.

Sejak saat itu, pemerintah daerah bersama Satgas Karhutla terus melakukan berbagai langkah mitigasi di desa-desa maupun kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran.

"Upaya yang sudah dilakukan untuk menanggulangi karhutla, kita sudah laksanakan sosialisasi dan himbauan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ucapnya dikutip dari MCRiau.

Selain sosialisasi, Satgas Karhutla juga terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Patroli rutin di kawasan rawan kebakaran juga terus dilakukan sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan.

Gelar kesiapan ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh personel, sarana, dan prasarana siap digunakan apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan di Bumi Lancang Kuning.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa konsep Green Policing bukan hanya mendorong gerakan menanam pohon, tetapi juga menanamkan kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam dan lingkungan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kapolri menyerahkan sejumlah bantuan berupa satu unit excavator, 20 unit mesin pompa air, 10 unit sepeda motor, serta berbagai peralatan pendukung penanggulangan karhutla lainnya.

Bantuan ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan Polda Riau dan seluruh Satgas Karhutla dalam menjaga kelestarian hutan serta melindungi lingkungan bagi generasi mendatang. (*)

Tags : kebakaran hutan dan lahan, karhutla, riau, 329 titik api terdeteksi di riau, penanganan dan pencegahan karhutla, News ,