Lingkungan   2026/09/04 10:11 WIB

Karhutla Mulai Terkendali, Tapi Masih ada 3 Hotspot Tingkat Tinggi yang Terdeteksi di Riau

Karhutla Mulai Terkendali, Tapi Masih ada 3 Hotspot Tingkat Tinggi yang Terdeteksi di Riau

LINGKUNGAN - Meski total area terdampak dari awal tahun hingga kini menembus angka 18.582,90 hektare, sebaran titik api aktif (fire spot) kini menyusut drastis dan hanya menyisakan tiga wilayah kabupaten.

Ketiga daerah yang masih memendam titik api tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Inhu dan Inhil.

Petugas gabungan di lapangan masih beroperasi intensif untuk menuntaskan pemadaman.

Kalaksa BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal menegaskan, meski cakupan wilayah terdampak menyusut signifikan, tim di lapangan tidak menurunkan tingkat kewaspadaan.

Fokus utama saat ini bergeser pada proses pendinginan (cooling down), terutama di area berkarakteristik tanah gambut.

"Untuk titik karhutla hanya tinggal di tiga daerah saja, yakni Bengkalis, Inhu, dan Inhil. Saat ini juga masih terus dilakukan pemadaman," ujar M Edy Afrizal, Kamis (3/9).

M Edy Afrizal menjelaskan, penanganan tanah gambut memerlukan kehati-hatian ekstra karena api sering kali menjalar di bawah permukaan tanah tanpa terlihat dari luar.

"Jadi kita tetap waspada karena upaya penanganan tentu memastikan seluruh sumber api benar-benar padam sehingga tidak menimbulkan kebakaran kembali. Begitu juga OMC (Operasi Modifikasi Cuaca), tetap kami lakukan setiap hari," tegasnya.

Berdasarkan data rekapitulasi BPBD Damkar Riau sejak 1 Januari 2026, terdapat akumulasi 12.677 titik panas (hotspot) dan 618 titik api di Riau.

Secara keseluruhan di tingkat regional Sumatera, total hotspot tercatat mencapai 45.775 titik.

Peta Sebaran Luas Karhutla per Kabupaten/Kota di Riau meliputi, Kabupaten Bengkalis 8.454,40 Ha, Pelalawan 6.640,99 Ha, Inhil 1.034,02 Ha dan Inhu 605,02 Ha.

Kemudian, Kota Dumai 556,01 Ha, Kabupaten Rohil 452,53 Ha, Siak 373,06 Ha, Kepulauan Meranti 217,45 Ha, Kampar 141,66 Ha, Kota Pekanbaru 103,33 Ha, Kuansing 69,87 Ha dan Rohul 33,96 Ha.

Langkah konsisten melalui pembasahan lahan, penyiraman udara (water bombing), dan penyemaian garam OMC terus dioptimalkan agar seluruh Riau sepenuhnya bebas dari kepungan asap.

Tetapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menajam di dua wilayah Riau setelah BMKG mendeteksi tiga titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan (confidence) tinggi mencapai 80 hingga 100 persen pada Kamis 3 September 2026 sore.

Tiga titik panas berpotensi kuat menjadi titik api aktif tersebut terkonsentrasi di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Pelalawan.

Rinciannya, dua titik berada di Kecamatan Rangsang, Meranti, serta satu titik terpantau di Kecamatan Kerumutan, Pelalawan.

Kemunculan tiga titik berisiko tinggi ini terjadi di tengah lonjakan drastis jumlah hotspot di Pulau Sumatera, di mana Provinsi Riau menyumbang total 205 titik yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

"Sementara itu, dari 200-an titik panas itu, tiga titik berada di level confidence tinggi 80-100 persen, yang tersebar di Kecamatan Rangsang, Kabupaten Meranti dua titik, dan Kecamatan Kerumutan Pelalawan satu titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby.

Deby menambahkan, mayoritas titik panas di Riau saat ini masih berada di tingkat menengah.

"191 titik panas lainnya berada pada level confidence sedang 30-79 persen dan 11 titik lainnya pada level confidence rendah 0-29 persen," tuturnya.

Secara daerah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi penyumbang hotspot terbanyak di Riau dengan 69 titik, disusul Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 41 titik, serta Bengkalis dengan 32 titik.

Secara regional, fenomena kenaikan titik panas ini melanda hampir seluruh bagian Sumatera dengan total akumulasi mencapai 2.340 titik.

"Total titik panas wilayah Sumatera sore ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga menyentuh angka 2.340 titik," tukasnya.

Sumatera Selatan mencatatkan angka tertinggi di tingkat regional dengan 1.391 titik panas, disusul Bangka Belitung 299 titik, Riau 205 titik dan Lampung 104 titik.

Sisa hotspot lainnya terdeteksi tipis di Bengkulu 29 titik, Kepulauan Riau 27 titik, Sumatera Barat 13 titik, serta Sumatera Utara 6 titik. (*)

Tags : karhutla, kebakaran hutan dan lahan, karhutla terkendali, hotspot tingkat tinggi, karhutla di riau,