News Daerah   2026/06/01 10:35 WIB

Keributan Sering Terjadi di Pelabuhan Penyeberangan RoRo Rupat-Dumai, 'jadi Undang Antrean Panjang dan Kekesalan Sipengendara'

Keributan Sering Terjadi di Pelabuhan Penyeberangan RoRo Rupat-Dumai, 'jadi Undang Antrean Panjang dan Kekesalan Sipengendara'

DUMAI - Penyeberangan RoRo Rupat-Dumai terjadi keributan, pasalnya lantaran petugas penyeberangan dinilai kurang profesional dalam pengatur kendaraan yang akan menyeberang di pelabuhan.

"Keributan di pelabuhan penyeberangan RoRo Rupat-Dumai undang perhatian warga."

"Seharusnya petugas ngatur antrian penyeberangan, malah kok ikut memicu keributan. Tiket RoRo pakai boking, sehingga yang sudah punya tiket satu hari sebelumnya bisa masuk duluan, walaupun datang diantrian pada urutan terakhir. Ini aturan gila, emang mobil bisa diangkat masuk keurutan paling depan," kata Suabri, salah satu ‎sopir mobil Avanza kesal, Minggu (31/5).

Keributan penyeberangan di RoRo Rupat-Dumai ‎ini, akibat penumpuknya pengguna penyeberangan yang mengikuti Mandi Safar di Pulau Rupat yang ditaja Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis pada setiap tahunnya.

Warga Kelurahan Rimbasekampung, Kecamatan Bengkalis, membenarkan terjadinya keributan itu.

"Saya juga alami dampak ari aksi keributan dalam antrian penyeberangan RoRo Rupat-Dumai itu, ada pengendara sepeda motor yang telah dimintai duitnya, tapi setelah masuk kekapal ditanyai tiket lagi untuk membayar," sebut Jakfar membenarkan.

"Kalaulah seperti itu, kuat dugaan di penyeberangan RoRo Rupat-Dumai itu, selain dalam pelayanan petugasnya tidak teratur, juga diduga ada seseorang yang memanfaatkan kondisi ramai untuk kepentingan sendiri," ungkap Jafar.

Ismail, pengguna penyeberangan RoRo Rupat-Dumai,‎ mengharapkan pihak terkait segera menertibkan para petugas penyeberangan RoRo Rupat-Dumai ini, "jika terus dibiarkan masyarakat pengguna penyeberangan akan semakin kecewa," sebutnya.

"Kalau ada petugas yang tidak bisa bekerja‎ sebaiknya diberi sanksi, ini menyusahkan jasa pelayanan. Saya kira masih banyak orang yang berkompeten dalam tugas pelayanan," harapnya. 

Layanan penyeberangan rute Dumai–Rupat kembali menjadi sorotan setelah sejumlah anggota DPRD Riau menyampaikan keluhan terkait kondisi operasional yang dinilai belum optimal.

Anggota DPRD Riau menilai belum adanya penambahan armada kapal menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kepadatan.

Peningkatan jumlah penumpang pada momen pasca Lebaran sudah dapat diprediksi sebelumnya. Mereka menyoroti perlunya langkah antisipatif dari pihak terkait, termasuk penyediaan kapal tambahan serta pengaturan jadwal yang lebih fleksibel.

Tanpa penyesuaian tersebut, pelayanan dinilai tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Lonjakan mobilitas pasca Lebaran memperparah antrean kendaraan dan penumpang di pelabuhan, sehingga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat.

Pantauan di pelabuhan menunjukkan antrean kendaraan sudah mengular sejak pagi hari. Tidak hanya kendaraan pribadi, truk pengangkut logistik juga ikut terjebak dalam antrean yang berlangsung berjam-jam.

Situasi ini dipicu oleh tingginya volume penumpang yang kembali dari Pulau Rupat menuju Kota Dumai. Arus balik pasca libur panjang membuat kapasitas kapal yang tersedia tidak mampu mengimbangi jumlah pengguna jasa penyeberangan. (rp.ind/*)

Tags : Pelabuhan, Pelabuhan Penyeberangan, RoRo Rupat-Dumai, Antrean Panjang Kenderaan di Pelabuhan Penyeberangan, News Daerah,