Pekanbaru   2026/08/27 7:8 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik Usai Warga Salat Istisqa Serentak di 15 Kecamatan

Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik Usai Warga Salat Istisqa Serentak di 15 Kecamatan

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Udara Pekanbaru mulai memberikan sedikit ruang bernapas pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Pekanbaru bisa mulai membaik ketika daerah lain masih berkutat dengan kabut asap. Pelalawan menjadi salah satu wilayah dengan kondisi paling mengkhawatirkan.

Konsentrasi PM2.5 turun menjadi 42,7 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB. Angka tersebut membawa kualitas udara ke kategori sedang setelah sebelumnya mencapai level tidak sehat.

Penurunan itu menjadi kabar baik setelah hujan mengguyur Pekanbaru sehari sebelumnya.

Pada Rabu siang, konsentrasi PM2.5 masih mencapai 83,6 µg/m³. Kini polusi partikulat menurun hampir separuh, meski asap belum benar-benar menghilang.

Pemantauan Kementerian Kesehatan pada 26 Agustus menempatkan Pelalawan dalam kategori sangat tidak sehat. Bengkalis juga masuk kategori tidak sehat dalam pemantauan tersebut.

Kondisi ini muncul ketika kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah.

Asap kemudian bergerak mengikuti arah angin tanpa peduli batas administrasi. Wilayah yang sebelumnya aman bisa ikut merasakan dampaknya. Hujan lokal juga tidak otomatis membersihkan udara seluruh kabupaten.

Sebelumnya, BMKG masih mengingatkan risiko kondisi kering sepanjang periode 25 hingga 31 Agustus.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi kebakaran pada lahan yang mudah terbakar. Asap hasil pembakaran kemudian dapat memperburuk kualitas udara di kawasan sekitar.

Faktor cuaca menjadi bagian penting dalam perkembangan kualitas udara Riau. Hujan dapat membantu menekan konsentrasi partikulat di udara. Sebaliknya, cuaca kering dan angin dapat kembali membawa asap menuju permukiman.

Penurunan PM2.5 Pekanbaru belum menjadi alasan untuk lengah. Warga tetap perlu memantau perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas. Kelompok rentan sebaiknya mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi kembali memburuk.

Anak-anak, lansia, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.

Masker penyaring partikel dapat digunakan ketika aktivitas luar ruangan tidak bisa dihindari. Aktivitas fisik berat juga sebaiknya dikurangi saat kualitas udara menurun.

Untuk sementara, Pekanbaru boleh menarik napas sedikit lebih panjang. Namun, Riau masih berhadapan dengan asap yang belum selesai mencari jalan pulang. Udara membaik, tetapi perang melawan kabut asap belum berakhir.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama ratusan warga melaksanakan Salat Istisqa di Masjid Al Kautsar, Jalan Neraca, Kecamatan Marpoyan Damai, Rabu 26 Agustus 2026.

Salat Istisqa digelar sebagai ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

Selain meminta hujan, doa juga dipanjatkan untuk keselamatan para petugas yang saat ini berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah daerah.

Agung Nugroho hadir bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Salat Istisqa tersebut diimami Ustad Abdul Rahman Arif.

Usai salat, Agung mengatakan, doa yang dipanjatkan tidak hanya berkaitan dengan harapan agar hujan segera turun.

Keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan Karhutla juga menjadi bagian dari doa bersama.

"Karena kita tahu asap kualitas udara di Pekanbaru sudah tidak sehat. Kita tidak hanya mendoakan agar hujan, tapi juga mendoakan agar diberikan keselamatan kepada seluruh elemen yang berjibaku memadamkan api," kata Agung.

Ia berharap kabut asap yang melanda Pekanbaru maupun sejumlah daerah lainnya di Indonesia dapat segera berakhir. Hujan diharapkan turun sehingga kualitas udara membaik dan proses penanganan Karhutla dapat berjalan lebih optimal.

Menurut Agung, pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya dipusatkan di satu lokasi. Pemko Pekanbaru juga menggelarnya secara serentak di 15 kecamatan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kabut asap.

Selain mengajak masyarakat berdoa, Agung juga mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara yang memburuk. Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko paparan udara yang tidak sehat.

"Karena BMKG dan ISPU saat ini menunjukkan kualitas yang berbahaya. Masyarakat harus menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan," ucapnya dikutip dari pekanbaru.go.id.

Pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung khusyuk. Suasana semakin terasa saat khatib, Ustad Syaifila, menyampaikan tausiyah sekaligus memanjatkan doa agar hujan segera diturunkan dan kabut asap akibat Karhutla dapat segera berakhir.

Melalui Salat Istisqa tersebut, Pemko Pekanbaru bersama masyarakat berharap hujan segera turun, kualitas udara kembali membaik, serta kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi dapat segera ditangani.

Doa juga ditujukan bagi para petugas di garis depan agar selalu diberikan kekuatan, perlindungan dan keselamatan selama menjalankan tugas memadamkan Karhutla. (rp.ind/*)

Tags : Kabut asap, Riau, Karhutla, BMKGPM 2.5, Kualitas Udara Membaik, Salat Istisqa, Pekanbaru,