Seni Budaya   2026/06/24 11:21 WIB

LAMR Siap Kawal Visi Misi Pemko yang Berbudaya Melayu

LAMR Siap Kawal Visi Misi Pemko yang Berbudaya Melayu
Ketua Umum MKA LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka.

PEKANBARU - Momentum Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru menjadi panggung penegasan arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada kemajuan fisik, tetapi juga penguatan identitas budaya.

Komitmen Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho untuk menanamkan nilai-nilai Melayu dalam setiap aspek pembangunan mendapat dukungan penuh dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kota Pekanbaru, Datuk Seri Rizky Bagus Oka, usai mendengarkan pidato resmi Wali Kota dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru, Selasa (23/6).

Menurut Bagus Oka, visi pembangunan yang mengedepankan karakter budaya Melayu sejalan dengan cita-cita besar masyarakat adat untuk menjaga jati diri Kota Bertuah di tengah perkembangan zaman.

“LAMR Kota Pekanbaru mendukung visi-misi Pekanbaru Berbudaya, Maju dan Sejahtera. Jadi, budaya Melayu harus tetap dihidupkan di Kota Pekanbaru, bukan hanya sekadar seremonial, tapi hidup di dalam dan mengakar di setiap sudutnya,” tegas Bagus Oka.

Bagus Oka menilai pesan yang disampaikan Walikota memiliki makna strategis bagi masa depan Pekanbaru.

Ia menegaskan bahwa semangat Melayu bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi yang selama ini menjadi perekat berbagai kelompok masyarakat yang hidup berdampingan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.

Menurutnya, nilai-nilai Melayu tercermin dalam cara berpikir yang terbuka, sikap menghormati perbedaan, serta tradisi gotong royong yang telah lama menjadi ciri khas masyarakat setempat.

Ia menyebut, identitas Melayu justru menjadi kekuatan utama dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat yang ada di Pekanbaru.

Sebagai lembaga yang bertugas menjaga dan mengembangkan nilai-nilai adat Melayu, LAMR Kota Pekanbaru menyatakan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk memastikan nilai budaya tidak hanya menjadi slogan pembangunan.

Bagus Oka menegaskan pihaknya akan terus memberikan masukan sekaligus mengawal implementasi nilai-nilai luhur Melayu dalam berbagai kebijakan daerah.

“Implementasi nilai-nilai luhur Budaya Melayu ini pasti akan selalu kita ingatkan. Selain mengingatkan bahwa Melayu di sini adalah rumahnya Kota Pekanbaru, kita sebagai suku Melayu adalah payung di Kota Pekanbaru. Kita akan selalu mengingatkan dan berkolaborasi,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang berakar pada budaya lokal akan memberikan identitas yang kuat sekaligus memperkuat karakter masyarakat di tengah arus modernisasi yang terus berkembang.

Bagus Oka juga menyoroti pentingnya menjaga semangat kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Melayu.

Nilai tersebut, kata dia, bukan hanya terlihat dalam kehidupan masyarakat Pekanbaru saat ini, tetapi juga memiliki akar sejarah panjang dalam peradaban Melayu.

Ia menjelaskan, semangat gotong royong dan keterbukaan telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Melayu sejak masa Kesultanan Melaka, Johor-Riau hingga Kesultanan Siak.

Warisan nilai tersebut dinilai masih relevan untuk menjadi landasan pembangunan Kota Pekanbaru yang inklusif, berdaya saing, dan tetap menjaga identitas budaya lokal. (rp.ind/*)

Tags : lembaga adat melayu riau, LAMR, pekanbaru, budaya melayu,