Artikel   2026/10/27 21:32 WIB

Letak, Keutamaan dan Tata Cara Mengusap Hajar Aswad Saat Tawaf

Letak, Keutamaan dan Tata Cara Mengusap Hajar Aswad Saat Tawaf

KA'BAH memiliki empat sudut yang dikenal sebagai rukun. Keempatnya adalah Rukun Hajar Aswad di sisi tenggara, Rukun Yamani di barat daya, Rukun Iraqi di timur laut, dan Rukun Syami di barat laut.

Rukun Hajar Aswad dan Rukun Yamani dikenal sebagai Yamaniyaani, sementara dua rukun lainnya disebut Syamiyyaani.

Di antara keempat sudut tersebut, Rukun Hajar Aswad dan Rukun Yamani memiliki amalan khusus ketika seorang Muslim melaksanakan tawaf.

Keduanya merupakan bagian Ka'bah yang disyariatkan untuk diusap, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Rukun Yamani berada di sudut barat daya Ka'bah. Nama tersebut merujuk pada arahnya yang menghadap ke Yaman.

Dalam pelaksanaan tawaf, jemaah akan melewati Rukun Yamani sebelum mencapai Hajar Aswad.

Rukun ini termasuk salah satu dari dua sudut Ka'bah yang menjadi bagian tempat kiswah terangkat dalam dua bagian.

Rukun Yamani juga dihiasi ornamen buatan tangan dengan sulaman kawat perak berlapis emas.

Hiasan tersebut ditambahkan pada 2016 dengan ukuran sekitar 115 x 92 sentimeter dan ketebalan sekitar 15 sentimeter.

Keberadaan Rukun Yamani tidak hanya memiliki nilai estetika. Rukun ini berdiri di atas fondasi yang dibangun Nabi Ibrahim AS ketika mendirikan Ka'bah.

Ada perbedaan tata cara antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Saat berada di dekat Hajar Aswad, jemaah disunahkan melakukan istilaam dan menciumnya.

Jika tidak memungkinkan karena jarak, jemaah dapat memberikan isyarat dari kejauhan.

Sementara itu, Rukun Yamani cukup diusap dengan tangan apabila memungkinkan. Jemaah tidak disyariatkan menciumnya.

Jika tidak dapat menyentuhnya karena kondisi yang tidak memungkinkan, jemaah juga tidak perlu memberikan isyarat dari kejauhan.

Perbedaan ini penting diketahui agar pelaksanaan tawaf tetap mengikuti tuntunan yang diajarkan Rasulullah SAW.

"Saya tidak pernah melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian dari Ka’bah kecuali dua rukun yamani (yaitu Hajar Aswad dan Rukun Yamani)."

Hadis (HR. Bukhari 1609) tersebut menunjukkan bahwa tidak semua bagian Ka'bah memiliki perlakuan yang sama dalam pelaksanaan tawaf.

Hajar Aswad dan Rukun Yamani memiliki amalan khusus berupa mengusapnya.

Ada pula amalan doa yang sangat dikenal ketika jemaah berjalan di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

Pada bagian ini, jemaah memohon kebaikan untuk kehidupan dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa neraka.

Doa tersebut terdapat dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 201:

"Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar."

Artinya:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka."

Doa ini menjadi salah satu doa yang dapat dipanjatkan jemaah ketika melewati area antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad saat tawaf.

Keutamaan yang Disebut dalam Hadis

Rukun Yamani juga disebut dalam sejumlah hadis yang menggambarkan kedudukannya.

Salah satunya adalah hadis yang menyebut bahwa Rukun Yamani akan hadir pada Hari Kiamat dengan kemuliaan yang besar.

Selain itu, Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW tidak meninggalkan amalan mengusap Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap putaran tawaf.

Keutamaan lainnya disebutkan dalam hadis:

"Mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani dapat menggugurkan banyak dosa-dosa."

(HR. Tirmidzi 959, HR. Nasai 2919, HR. Thabrani 13438)

Keutamaan tersebut membuat Rukun Yamani menjadi salah satu bagian penting yang perlu diketahui oleh setiap jemaah sebelum melaksanakan tawaf.

Pengetahuan mengenai tata cara mengusapnya juga membantu jemaah membedakan amalan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

Rukun Yamani juga memiliki sejarah panjang. Catatan sejarah menyebut rukun tersebut pernah mengalami kerusakan dan perubahan akibat berbagai peristiwa.

Dalam Al-Kamil karya Ibnu Al-Atsir, disebutkan peristiwa pada 1016 ketika Rukun Yamani di Masjidil Haram mengalami kerusakan hingga bagian-bagiannya tersebar.

Pada 1121, Rukun Yamani kembali mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang menyebabkan sebagian bagiannya runtuh.

Rukun Yamani kemudian dipulihkan dalam rangkaian renovasi menyeluruh terhadap Ka'bah pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdulaziz Al-Saud.

Dengan sejarah panjang, kedudukan khusus dalam tawaf, serta tuntunan ibadah yang berkaitan dengannya, Rukun Yamani menjadi salah satu bagian Ka'bah yang memiliki keistimewaan tersendiri.

Bagi jemaah, mengenali letak dan tata cara menyikapinya bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagian dari persiapan agar ibadah tawaf dapat dilakukan sesuai tuntunan.

Tags : Rukun Yamani, Ka'bah, Hajar Aswad, Tawaf, Makkah,