Artikel   2026/05/12 21:2 WIB

Menteri Maruarar Sirait Wakafkan Dirinya Menjadi Calon Ketua Umum DPP PIKI, Larshen Yunus: 'karena Figur Pemimpin yang Sudah Teruji'

Menteri Maruarar Sirait Wakafkan Dirinya Menjadi Calon Ketua Umum DPP PIKI, Larshen Yunus: 'karena Figur Pemimpin yang Sudah Teruji'
Larshen Yunus dan Menteri Maruarar Sirait

MARUARAR SIRAIT, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) wakafkan dirinya menjadi calon Ketua Umum DPP Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI).

"Menteri Maruarar Sirait figur pemimpin yang sudah lengkap."

"Saya melihat Menteri Maruarar Sirait memiliki gagasan, jadi wajar figur sosok menteri ini merupakan hal lumrah yang seharusnya menjadi energi positif dalam membangun kualitas organisasi yang sehat, terbuka dan bermartabat," kata Larshen Yunus yang juga sebagai fungsionaris DPD PIKI Provinsi Riau (Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia).

Menurutnya, dinamika dalam setiap forum organisasi intelektual merupakan bagian penting dari proses demokrasi, pembelajaran serta pendewasaan kepemimpinan.

Hal itu disebutkan Larshen Yunus menyikapi jalannya kontestasi nasional antara Michael Wattimena dan Maruarar Sirait dalam forum KONGRES PIKI ke-VII Tahun 2026 di Jakarta.

Larshen Yunus, menilai, organisasi sebesar PIKI semestinya menjunjung tinggi nilai-nilai kecendekiawan, moralitas, integritas serta etika kristiani dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Jadi forum intelektual bukan sekadar arena perebutan kekuasaan, tetapi justru yang lebih esensial lagi, yakni sebagai ruang pembentukan karakter, kualitas kepemimpinan dan marwah organisasi," sebutnya.

Karena itu, seluruh proses harus berjalan secara jujur, terbuka, adil serta tetap berlandaskan kasih, kebenaran dan tanggung jawab moral, sebut fungsionaris DPD PIKI Provinsi Riau, yang juga mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau ini.

"Dinamika yang terjadi selama proses pemilihan cukup menyita perhatian banyak peserta kongres."

Dia melihat, perbedaan pendekatan antar kandidat terlihat sangat jelas, dimana Michael Wattimena tampil lebih terbuka dalam menyampaikan visi-misi dan program kerjanya, sementara sejumlah dinamika lain di lapangan memunculkan berbagai persepsi di kalangan peserta KONGRES PIKI ke-VII Tahun 2026.

Larshen Yunus yang juga dikenal sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Riau 2 (dua) Periode itu juga menyoroti adanya keresahan sebahagian peserta terkait dugaan penggiringan dukungan tertentu, termasuk isu arahan teknis dalam proses penulisan suara, yang menurutnya perlu mendapat klarifikasi resmi demi menjaga kepercayaan seluruh kader terhadap legitimasi forum.

“Jika ada ruang-ruang yang menimbulkan tanda tanya, maka penting bagi Panitia maupun pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka," ungkap Larshen Yunus.

"Transparansi adalah fondasi utama organisasi modern. Jangan sampai proses yang semestinya melahirkan pemimpin berkualitas justru meninggalkan luka berbasis organisatoris,” sebutnya dalam arena kongres PIKI ke-VII Tahun 2026 di Jakarta Selatan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan Refleksi Moral yang juga disampaikan sejumlah peserta lain, termasuk Pendeta Penrad Siagian, yang menilai dinamika kongres bukan hanya soal prosedur, melainkan menyangkut nilai etis dan spiritual dalam tubuh organisasi.

Tetapi Larshen Yunus kembali menyikapi, kritik dan evaluasi bukanlah bentuk perlawanan, melainkan bahagian dari kecintaan terhadap organisasi agar PIKI tetap menjadi rumah intelektual kristen Indonesia yang benar-benar berintegritas.

“PIKI harus menjadi teladan. Kita berbicara tentang kecendekiawan, pelayanan dan kasih. Maka seluruh proses organisasi wajib mencerminkan kedewasaan, kesabaran, penguasaan diri, serta penghormatan terhadap demokrasi yang sehat,” ujarnya dengan nada penuh optimis.

Aktivis Anti Korupsi dan Pegiat Hak Asasi Manusia itu berkali-kali mengajak seluruh elemen PIKI, baik di pusat maupun di daerah, untuk menjadikan momentum kongres tersebut sebagai bahan introspeksi bersama demi perbaikan organisasi ke depan.

Dengan semangat persaudaraan, kasih kristiani, dan komitmen terhadap kebenaran, Larshen Yunus sangat berharap, agar PIKI senantiasa terus tumbuh sebagai organisasi yang bukan hanya besar secara struktur, tetapi juga kokoh dalam nilai, moralitas, dan kualitas kepemimpinan nasional.

Terakhir, mantan presiden mahasiswa (Presma) sosialis Indonesia itu menjelaskan, bahwa muncul diakhir waktu pasangan calon kuda hitam, anak dari pendiri organisasi PIKI itu sendiri yang saat ini berkhidmat sebagai Menteri PKP RI, Maruarar Sirait (Calon Ketua Umum DPP PIKI) dan Dr Benyamin Patonduk, mantan Anggota DPRD di Papua selaku Calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) PIKI. (rilis)

Tags : Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia, PIKI, Menteri Maruarar Sirait, Calon Ketua Umum DPP PIKI, Maruarar Sirait Figur Pemimpin Teruji,