PEKANBARU - Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN) puji pemimpin Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt Gubri), SF Hariyanto dalam memilih calon direktur BUMD PT Riau Petroleum.
"Tiga calon direktur memiliki integritas, moralitas, pengalaman manajerial dan keahlian."
"Berdasarkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan peraturan yang berlaku (seperti Permendagri No. 37 Tahun 2018), pemimpin (Kepala Daerah/KPM) dalam memilih calon direktur BUMD mengutamakan aspek-aspek integritas dan moralitas," sebut Larshen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN), tadi ini Selasa.
Menurutnya, tiga calon direktur (Alpasirin, Muhammad Haris dan Taufik Arrakhman) memiliki rekam jejak yang jujur, tidak pernah terlibat tindak pidana, dan memiliki dedikasi tinggi.
Ia pun melihat, mereka (para calon) memiliki pengalaman manajerial dan keahlian yang relevan untuk memajukan BUMD.
Pemilihan, katanya, juga dilakukan melalui seleksi ketat, termasuk uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
"Para calon tidak memiliki konflik kepentingan yang dapat merugikan perusahaan," sebutnya.
Larshen menilai, mereka tergolong yan mampu memimpin, inovatif, dan berdedikasi untuk mengembangkan BUMD.
Dalam pandangannya, selama ini pemilihan direktur BUMD sering disorot agar terbebas dari praktik politik praktis atau "balas jasa" tim sukses, dan tidak murni profesional untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi kali ini dibawah kepemimpinan Plt Gubri, SF Hariyanto justru sebaliknya, mereka (para calon) menghadapi seleksi ketat dan profesional.
Sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan PT Riau Petroleum telah mengumumkan peserta yang dinyatakan lolos Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan, Kamis (30/4).
Pengumuman tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor: 22/PANSEL/RP/2026 tentang Hasil UKK Calon Direktur Operasional Dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum (Perseroda).
"Benar. Hasil UKK Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum sudah kita umumkan," kata Ketua Pansel Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum, Yan Dharmadi, Kamis (30/4).
Yan mengatakan, terdapat tiga nama masing-masing yang dinyatakan lolos seleksi UKK. Adapun Calon Direktur Operasional yang lolos UKK di antaranya, Akmal Fauzi Lindung Lubis, Fajar Muhardi dan Heri Susanto.
Kemudian tiga Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum yang lolos seleksi UKK diantaranya, Ashri Hadi, Ganesya Varandra, Novyandre.
Yan Dharmadi mengatakan, bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi UKK Calon Direktur Operasional dan Calon Direktur Keuangan PT Riau Petroleum akan menjalani wawancara akhir dengan pemegang saham.
"Jadwal pelaksanaan wawancara akhir dengan Plt Gubernur Riau. Untuk jadwalnya akan kita umumkan lebih lanjut," tutupnya.
Tetapi lain lagi disebutkan tokoh masyarakat Riau, H. Fauzi Kadir, yang mengaku kecewa terhadap hasil uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan panitia seleksi.
Didepan wartawan Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau lebih cermat menentukan sosok yang akan memimpin BUMD migas tersebut.
“Direktur PT Riau Petroleum harus memiliki pengalaman dan kapasitas keilmuan yang jelas. Selain itu, juga memahami kultur lokal, memiliki pendekatan yang scientific, serta mampu membangun tim kerja yang kolektif dan modern,” kata H. Fauzi Kadir, Kamis (30/4).
Proses seleksi fase akhir calon direksi PT Riau Petroleum menuai sorotan.
Enam nama yang muncul sebagai kandidat Direktur Operasional dan Direktur Keuangan dinilai belum mencerminkan kebutuhan perusahaan daerah yang bergerak di sektor migas tersebut.
Menurutnya, tiga nama (Akmal Fauzi Lindung Lubis, Fazar Muhardi, dan Heri Susanto Abbas) yang masuk kandidat Direktur Operasional, dan untuk posisi Direktur Keuangan muncul nama Ashajri Hadi, Ganesya Varandra, dan Novyandre.
Munculnya enam kandidat tersebut memantik kritik dari sejumlah kalangan.
H. Fauzi Kadir, selain dinilai memiliki latar belakang yang beragam, sebagian kandidat disebut tidak memiliki rekam jejak kuat di sektor minyak dan gas bumi. Bahkan, keterwakilan putra daerah juga dianggap minim.
Menurut H. Fauzi Kadir, dengan standar tersebut, figur putra daerah yang memiliki kapasitas seharusnya lebih diprioritaskan dalam proses seleksi.
“Banyak anak negeri ini yang punya kemampuan untuk memimpin BUMD. Saya heran mengapa tidak ada nama putra daerah yang masuk dalam tiga besar kandidat,” ujarnya.
"Padahal banyak anak jati Melayu yang memiliki pandangan visioner, dan memahami persoalan daerah," sambungnya.
Ia bahkan menilai proses seleksi perlu dievaluasi kembali agar benar-benar mengedepankan kompetensi dan kepentingan daerah.
“Ini menjadi pembelajaran bagi negeri ini. Syarat dan kompetensi harus menjadi kaidah utama dalam menentukan pimpinan BUMD. Kalau coba-coba, alamat hancur negeri kita ini,” tegasnya.
Fauzi juga menyinggung pernyataan Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang sebelumnya menegaskan bahwa seleksi direksi BUMD dilakukan tanpa campur tangan “orang dekat” maupun titipan politik.
Saat itu, Fauzi mengaku optimistis pernyataan tersebut menjadi langkah baik untuk membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola kelembagaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Namun, ia menyayangkan nama-nama yang kini muncul menjadi kandidat direktur di PT Riau Petrolium justru dinilai dekat dengan lingkaran kekuasaan.
“Sekali lagi saya katakan, experience dan trust itu penting bagi seorang pemimpin. Ingat, kondisi negeri kita sekarang ini tidak lagi kuning, tapi sudah merah. Jadi jangan lagi pakai ilmu coba-coba,” pungkas Fauzi.
Tokoh Riau Minta Seleksi Direksi PT Riau Petroleum Harus Profesional & Tidak Terkait dengan ''Orang Dekat'' Penguasa
Proses seleksi fase akhir calon direksi PT Riau Petroleum menuai sorotan.
Enam nama yang muncul sebagai kandidat Direktur Operasional dan Direktur Keuangan dinilai belum mencerminkan kebutuhan perusahaan daerah yang bergerak di sektor migas tersebut.
Tiga nama yang masuk kandidat Direktur Operasional yakni Akmal Fauzi Lindung Lubis, Fazar Muhardi, dan Heri Susanto Abbas.
Sementara untuk posisi Direktur Keuangan muncul nama Ashajri Hadi, Ganesya Varandra, dan Novyandre.
Munculnya enam kandidat tersebut memantik kritik dari sejumlah kalangan.
Selain dinilai memiliki latar belakang yang beragam, sebagian kandidat disebut tidak memiliki rekam jejak kuat di sektor minyak dan gas bumi.
Bahkan, keterwakilan putra daerah juga dianggap minim.
Tetapi Larshen Yunus kembali menilai, standar calon yang ada sudah memiliki kapasitas seharusnya lebih diprioritaskan dalam proses seleksi.
"Sudah pun melalui proses seleksi dan dievaluasi bahkan mengedepankan kompetensi dan kepentingan daerah," kata dia.
Bahkan, Larshen menilai sejauh ini, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam seleksi direksi BUMD dilakukan tak ikut campur tangan.
Larshen mengaku optimistis proses yang dijalani para calon menjadi langkah baik untuk membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola kelembagaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
"Para calon direktur BUMD memiliki standar sertifikasi di dalam bidang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), selain itu mereka mempunyai kompetensi dan sertifikasi agar perusahaan yang dipimpin Zero Accident sesuai dengan program nasional dan dapat menciptakan iklim bisnis usaha yang profesional," sebutnya.
Mereka memiliki program K3 sebagai standar dalam operasional untuk bisa memenuhi persyaratan dalam suatu perusahaan.
"Jika SDM baik maka hasilnya baik," pungkas Larshen Yunus. (*)
Tags : calon direktur pt riau petroleum, calon direktur miliki integritas, moralitas, pengalaman manajerial dan keahlian, relawan gabungan rakyat prabowo gibran, garapan, larshen yunus, garapan puji pemimpin pilih direktur bumd, News,