News   2026/05/11 22:59 WIB

Pemerintah Lepas 29.294 Bibit Sawit Hasil Eksplorasi Sumber Daya Genetik

Pemerintah Lepas 29.294 Bibit Sawit Hasil Eksplorasi Sumber Daya Genetik

JAKARTA - Pemerintah resmi melepas sebanyak 29.294 bibit kelapa sawit hasil eksplorasi sumber daya genetik (SDG) dari Tanzania untuk pengujian lanjutan di berbagai wilayah Indonesia. Pelepasan dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian di Kebun Tanah Besih, Kabupaten Deli Serdang, Senin (5/5/2026).

Bibit tersebut akan didistribusikan kepada 14 perusahaan anggota Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia untuk menjalani pengujian multilokasi di berbagai agroekosistem nasional.

Program ini menjadi bagian dari strategi penguatan sumber daya genetik kelapa sawit Indonesia guna mendukung produktivitas dan daya saing industri sawit nasional.

Program eksplorasi SDG Tanzania merupakan inisiatif riset strategis Kementerian Pertanian yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Konsorsium Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia.

Pelaksanaannya melibatkan kolaborasi Direktorat Jenderal Perkebunan, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Perhimpunan Ilmu Pemuliaan dan Perbenihan Sawit Indonesia (PIPPSI), PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), serta PT Socfin Indonesia.

Dalam program tersebut, tim eksplorasi berhasil mengumpulkan tandan buah dari 102 aksesi kelapa sawit di Tanzania. Eksplorasi berlangsung pada 4 Maret hingga 26 April 2024 dengan melibatkan peneliti Indonesia bersama Tanzania Agricultural Research Institute (TARI) dan Tanzania Plant Health and Pesticide Authority (TPHPA).

Eksplorasi dilakukan di 10 wilayah yang terdiri atas lima kawasan pesisir dan lima wilayah dataran tinggi.

Hasil pengamatan menunjukkan keragaman vegetatif, tandan, dan buah yang tinggi sehingga dinilai potensial untuk pengembangan varietas unggul baru.

Dari proses pengolahan tandan secara manual, tim memperoleh sekitar 83 ribu biji kelapa sawit.

Setelah melalui tahapan karantina ketat di Tanzania dan Inggris, sebanyak 82.586 biji diterima di Indonesia pada 28 April 2025.

Selanjutnya, proses pengecambahan dilakukan di fasilitas PT Socfin Indonesia mulai 9 Mei 2025.

Bibit kemudian menjalani pengasingan dan pengamatan selama sembilan bulan di Instalasi Karantina Tumbuhan Kebun Tanah Besih, Deli Serdang.

Hasilnya, sebanyak 30.517 kecambah berhasil diproses dan 29.294 bibit utama (main nursery) dinyatakan siap dilepas untuk kepentingan penelitian dan pengembangan lebih lanjut.

Selain didistribusikan kepada perusahaan anggota konsorsium, sebanyak 715 batang bibit dialokasikan kepada pemerintah melalui Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) yang akan dikelola oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

Material genetik tersebut akan dimanfaatkan untuk pengujian multilokasi, karakterisasi fenotipik dan genotipik, integrasi ke program pemuliaan nasional, serta penguatan sistem pengelolaan plasma nutfah berbasis data melalui platform digital NUSAGEN.

Pemerintah menilai program ini memiliki nilai strategis bagi masa depan industri sawit Indonesia.

Selain memperkuat kedaulatan benih nasional, pengayaan plasma nutfah dari Afrika juga dinilai penting untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan iklim dan organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Program eksplorasi SDG Tanzania ini adalah investasi untuk dua atau tiga generasi ke depan. Setiap bibit yang kita lepas hari ini adalah warisan bagi para pemulia dan petani kelapa sawit Indonesia di masa mendatang,” ujar Plt. Direktur Jenderal Perkebunan.

Ia menegaskan, Indonesia ingin memperkuat posisinya tidak hanya sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia, tetapi juga sebagai pengembang varietas unggul kelapa sawit kelas dunia berbasis riset dan inovasi genetik. (*)

Tags : Bibit sawit, bibit tanzania, Sawit, News,