Nusantara   2026/05/12 20:32 WIB

Pasar Hewan Prambanan Dipadati Jelang Idul Adha 1447 Hijriyah

Pasar Hewan Prambanan Dipadati Jelang Idul Adha 1447 Hijriyah

YOGYAKARTA - Jumlah ternak yang dibawa ke Pasar Hewan Prambanan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan Klaten menunjukkan tren kenaikan. Begitu pula dengan harga ternak kurban terutama sapi yang mengalami kenaikan Rp1 juta-Rp2 juta per ekor.

Salah satu petugas kesehatan hewan, Margito, menjelaskan peningkatan jumlah ternak sudah terjadi sejak lima pasaran terakhir. Pasar Hewan Prambanan buka saban pasaran Pon dan Legi.

“Untuk akhir-akhir ini yang masuk bisa sampai 350 ekor setiap Pon. Jadi di sini memang ada perbedaan setiap pasaran Pon dan Legi. Kalau Legi tidak begitu banyak tapi kalau pasaran pon memang bisa maksimal,” jelas Margito kepada wartawan, Sabtu (9/5).

Ternak sapi yang masuk ke pasar jelang Idul Adha seperti saat ini tak hanya dari Klaten. Pedagang berdatangan dari berbagai daerah lainnya di antaranya Kabupaten Gunungkidul, Sleman serta Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Untuk sapi-sapi dari Madura sementara belum ada yang masuk. Biasanya kalau datang itu bisa sampai 75-100 ekor,” jelas Margito.

Soal rata-rata harga sapi yang diperuntukkan kurban, Margito mengatakan ada kenaikan harga dengan rata-rata naik Rp1 juta hingga Rp2 juta. Sapi kurban yang paling banyak dicari pada rentang harga Rp24 juta hingga Rp26 juta.

Guna memastikan kondisi kesehatan ternak, petugas secara rutin melakukan pemeriksaan klinis. Hingga kini, ternak yang dibawa ke Pasar Hewan Prambanan dipastikan dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah untuk sampai hari ini belum diketemukan adanya penyakit zoonosis,” ungkap dia.

Salah satu pedagang, Tolo, mengungkapkan rata-rata pembeli untuk kebutuhan hewan kurban mencari harga pada kisaran Rp22 juta hingga Rp25 juta.

Dia mengakui ada kenaikan harga hewan ternak jelang Idul Adha dengan dentang kenaikan Rp1 juta-Rp2 juta per ekor.

“Karena ada kenaikan untuk biaya operasional. Harga pakan naik. Kemudian dulu ada kasus PMK, peternak berkurang [jumlah hewan yang diternak]. Karena banyak yang takut. Kalau untuk pembeli trennya tetap naik,” ungkap Tolo.

Tolo sudah mendapatkan order pembelian sapi kurban tahun ini. Hingga kini, puluhan sapi sudah dia jual. “Kalau yang di rumah, sementara baru laku 58 ekor,” kata warga Kecamatan Prambanan Klaten itu.

Tags : pasar hewan, pasar hewanipadat, idul adha 1447 hijriyah, hewan kurban, klaten, pasar hewan, prambanan ,