Pekanbaru   2026/09/05 10:19 WIB

Pekanbaru Masuk 15 Besar Kota Terpolusi karena Dihantam Kabut Asap, 'Buat Kualitas Udara Jadi Tak Sehat'

Pekanbaru Masuk 15 Besar Kota Terpolusi karena Dihantam Kabut Asap, 'Buat Kualitas Udara Jadi Tak Sehat'

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM — Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali menjadi perhatian.

"Kualitas Udara Kota Pekanbaru jadi tak sehat karena diterpa kabut asap."

"Kita menjadi kota yang menerima dampak kebakaran lahan," kata Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, Sabtu (5/9).

Kota ini masuk dalam daftar 15 kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia berdasarkan data real time yang dilansir laman resmi IQAir.

Dalam daftar tersebut, Pekanbaru berada di posisi ke-14 kota terpolusi di dunia.

Posisi itu menunjukkan kondisi udara di ibu kota Provinsi Riau tersebut sedang berada dalam situasi yang perlu diwaspadai.

Penelusuran media pada pukul 11.21 WIB menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM10 di Pekanbaru mencapai 128 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Pada waktu tersebut, kualitas udara Pekanbaru berada dalam kategori tidak sehat.

Pekanbaru berada satu tingkat di bawah Miri, Sarawak, Malaysia, yang menempati posisi ke-13 dalam daftar tersebut.

Kondisi udara yang memburuk ini tidak terlepas dari dampak kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang terjadi di sejumlah wilayah.

Markarius Anwar, menyebut posisi geografis dan arah angin membuat Pekanbaru turut menerima dampak asap dari kebakaran di wilayah lain.

Markarius mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi kualitas udara yang memburuk.

Terlebih, Pekanbaru menjadi salah satu daerah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, titik-titik Karlahut tidak hanya berada di sekitar Pekanbaru, tetapi juga terjadi di wilayah lain di Riau maupun luar provinsi.

"Bukan hanya di sekitar Riau ya, tapi juga di luar Riau. Terutama dari Jambi dan Palembang, arah angin ke kita sehingga kita kena dampak," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat kualitas udara Pekanbaru dapat berubah dari waktu ke waktu, bergantung pada aktivitas kebakaran dan arah pergerakan angin.

Pemerintah mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika konsentrasi polutan mengalami peningkatan.

Kondisi udara yang masuk kategori tidak sehat juga menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada terhadap dampak paparan asap karhutla.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat di Kota Pekanbaru.

"Ada peningkatan kasus ISPA, ada dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," kata Markarius Anwar.

Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat melonjak selama masa tanggap darurat karhutla.

Lonjakan kasus ISPA terjadi seiring kualitas udara di Pekanbaru yang masih fluktuatif akibat paparan asap karhutla.

Markarius Anwar, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan langsung terhadap asap karhutla, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan.

 

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat sedikitnya 706 warga telah terdiagnosis ISPA selama status tanggap darurat karhutla diberlakukan.

Namun, dampak kabut asap terhadap kesehatan warga tidak hanya berupa gangguan saluran pernapasan.

Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan lain yang diduga berkaitan dengan paparan polusi asap.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, menyebut terdapat 33 warga yang mengalami iritasi kulit dan 23 warga menderita asma.

Selain itu, fasilitas kesehatan mencatat lima pasien mengalami pneumonia dan 15 pasien mengalami konjungtivitis atau iritasi mata merah.

"Untuk warga yang terpapar kebakaran lahan, bukan hanya mengalami ISPA, tapi juga mengalami iritasi kulit dan asma," kata Dedy.

Sebagian besar warga yang mengalami gangguan kesehatan tersebut masih mendapatkan penanganan secara rawat jalan.

Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pekanbaru dikerahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama kondisi darurat kabut asap.

Kondisi kualitas udara yang memburuk akibat kepungan asap menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan otoritas kesehatan.

Pemantauan terhadap perkembangan kasus kesehatan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien, terutama mereka yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Masyarakat pun diminta lebih waspada ketika kualitas udara memburuk dengan membatasi aktivitas di luar ruangan dan mengurangi paparan asap karhutla guna menekan risiko gangguan kesehatan. (rp.ind/*)

Tags : kabut asap, pekanbaru, pekanbaru kota terpolusi, pekanbaru dihantam kabut asap, kualitas udarapekanbaru tak sehat ,