Artikel   2026/04/23 11:27 WIB

Pensiunan Guru Agama Menunggu Selama 13 Tahun Baru Bisa Berangkat Haji 

Pensiunan Guru Agama Menunggu Selama 13 Tahun Baru Bisa Berangkat Haji 
Jamaah haji Indonesia disuguhi kurma setibanya di hotel Makarem Haram View Suites Madinah, Arab Saudi, Rabu (22/4/2026). Sebanyak 360 orang jamaah haji Indonesia kloter pertama Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) telah tiba di Madinah. Para jamaah langsung menuju hotel. Penyambutan hangat dilakukan kepada para jamaah haji setibanya di hotel dengan memberikan welcome drink berupa air zamzam dan kurma, taburan bunga, tangkai mawar, hingga pemberian suvenir. -

MUHAMMAD AEM, pensiunan guru agama menunggu selama 13 tahun baru bisa berangkat haji. Perjalanan hidupnya menjadi potret keteguhan dan kesabaran.

Muhammad Aem (69 tahun) tampak tenang menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci.

Di usianya yang tak lagi muda, pensiunan guru agama ini akhirnya menapaki perjalanan spiritual yang telah ia nantikan selama 13 tahun.

“13 tahun,” ujarnya singkat saat ditanya masa tunggu keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (22/4).

Penantian panjang itu kini terbayar, terlebih ia tak berangkat sendiri. Sang istri, Masroni (62), setia mendampinginya menuju Tanah Suci.

Di sampingnya tampak kursi lipat yang sengaja dibawa. Bukan tanpa alasan. Fisik yang mulai menurun membuatnya harus lebih berhati-hati, terutama untuk sang istri.

Muhammad Aem bukan sosok sembarangan. Ia mengabdikan hidupnya selama 37 tahun sebagai guru sekolah dasar, mengajar sejak 1980 hingga pensiun pada 2017.

Bidang yang ia tekuni pun tak lepas dari nilai-nilai keimanan, yakni sebagai guru agama.

Dari profesi sederhana itulah, ia menabung sedikit demi sedikit hingga mampu mendaftar haji.

“Iya, menabung dari jadi guru SD,” katanya.

Kini, di usia senja, harapannya sederhana namun mendalam. Ia tak lagi mengejar banyak hal, kecuali keberkahan hidup dan akhir yang baik.

“Semoga dapat keberkahan di usia tua ini, supaya tutup usia dalam keadaan husnul khatimah,” ucapnya lirih. 

Persiapan fisik memang menjadi tantangan tersendiri. Ia mengakui kondisinya sempat menurun, terutama setelah menerima suntikan vaksin meningitis.

Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga kebugaran dengan latihan jalan kaki.

Dalam menjalankan ibadah haji nanti, Muhammad Aem memilih bersikap realistis. Ia tak ingin memaksakan diri.

“Yang penting rukun sama yang wajib. Kalau yang sunnah bisa dikerjain, ya dikerjain, kalau tidak ya bagaimana saja,” katanya.

Berasal dari Ciledug, perjalanan hidup Muhammad Aem menjadi potret keteguhan dan kesabaran.

Dari ruang kelas sederhana hingga panggilan suci ke Baitullah, ia membawa satu harapan yang sama, yakni pulang dengan hati yang lebih bersih dan akhir hidup yang diridhai.

“Ya semoga dapat keberkahan di usia tua ini, keberkahan dari Allah. Supaya tutup usia dalam keadaan husnul khatimah,” ujar Muhammad Aem yang kemudian langsung melaksanakan sholat zhuhur bersama istrinya. 

Tags : haji 2026, haji, muhammad aem, perjalanan spiritual, pensiunan guru agama, keberangkatan ke tanah suci, usia senja, keberkahan hidup, rukun haji, persiapan fisik, husnul khatimah,