Riau   2026/05/04 21:52 WIB

Pertamina Kembali Naikkan Harga BBM Nonsubsidi yang paling Terasa di Riau

Pertamina Kembali Naikkan Harga BBM Nonsubsidi yang paling Terasa di Riau

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Di tengah keterbatasan Pertalite, masyarakat Riau dihadapkan dengan kebijakan PT Pertamina (Persero) yang kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai sejak Senin 4 Mei 2026.

"BBM Nonsubsidi kembali naik."

“Produk nonsubsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan yang berlaku,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, Senin (4/5).

Kebijakan ini menjadi kenaikan kedua dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, setelah perubahan sebelumnya pada 18 April 2026.

Dalam penyesuaian terbaru ini, lonjakan harga paling terasa pada BBM berkualitas tinggi, terutama di segmen diesel dan bensin beroktan tinggi.

Produk yang mengalami kenaikan antara lain Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.900 per liter, naik dari sebelumnya Rp19.400.

Sementara itu, Dexlite mengalami kenaikan signifikan dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter.

Kenaikan paling tajam terjadi pada Pertamina Dex. Harga BBM jenis ini melonjak Rp4.000, dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter.

Di sisi lain, Pertamina memilih menahan harga beberapa produk unggulan. Pertamax (RON 92) tetap di angka Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) bertahan di Rp12.900 per liter.

Untuk BBM bersubsidi, pemerintah dan Pertamina juga tidak melakukan perubahan.

Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menegaskan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar global.

Namun demikian, Pertamina memastikan bahwa keputusan harga tidak semata berbasis bisnis. Faktor sosial dan daya beli masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama.

 

“Sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat, daya beli pelanggan, serta stabilitas nasional,” sebut Roberth MV Dumatubun.

Hal senada sebelumnya juga disampaikan Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.

Ia menekankan, harga Pertamax dan Pertamax Green sengaja dipertahankan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap, agar kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini berpotensi memberi tekanan pada sektor transportasi dan logistik, khususnya pengguna kendaraan diesel premium.

Di wilayah seperti Riau, yang bergantung pada distribusi darat dan sektor perkebunan, lonjakan harga Dexlite dan Pertamina Dex diperkirakan akan berdampak pada biaya operasional.

Namun, keputusan mempertahankan harga Pertamax menjadi bantalan bagi pengguna kendaraan pribadi kelas menengah, sehingga daya beli tidak langsung tergerus secara luas.

Daftar Harga BBM per 4 Mei 2026 untuk wilayah Riau, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Riau (Kepri):

  • Pertalite: Rp10.000
  • Pertamax: Rp12.900
  • Pertamax Turbo: Rp20.750
  • Biosolar: Rp6.800
  • Dexlite: Rp27.150
  • Pertamina Dex: Rp29.100.

(*)

Tags : pertamina, bahan bakar minyak, bbm, riau, harga bbm naik, bbm nonsubsidi,