JAKARTA - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mulai mengubah pola kemitraan perkebunan sawit rakyat dengan menempatkan koperasi sebagai pusat pengelolaan usaha petani.
"Pola Kemitraan Perkebunan Sawit Rakyat dikembangkan."
“Melalui koperasi sebagai wadah kelembagaan, kami ingin menghadirkan model kemitraan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas perkebunan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan nilai tambah yang dapat dirasakan secara bersama,” kata Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, Senin (13/7).
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperkuat pasokan bahan baku untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.
Mohammad Abdul Ghani mengatakan perseroan mengembangkan program Kemitraan Sawit Rakyat sebagai model kolaborasi yang melibatkan perusahaan, petani, koperasi, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai kelembagaan petani, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pembiayaan, hingga membuka akses pasar.
Program tersebut dijalankan melalui pendampingan teknis kepada petani, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan kelembagaan koperasi, serta peningkatan akses terhadap rantai pasok dan pemasaran hasil perkebunan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Agrinas Palma Nusantara bersama Kementerian Koperasi telah menandatangani nota kesepahaman mengenai pengembangan ekosistem agribisnis perkebunan berbasis koperasi.
Kerja sama itu akan difokuskan pada penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan kapasitas petani, pengembangan usaha agribisnis, perluasan akses pembiayaan, penguatan rantai pasok, hingga mendorong hilirisasi komoditas perkebunan.
Abdul Ghani menilai penguatan koperasi menjadi faktor penting dalam membangun perkebunan rakyat yang lebih produktif dan berdaya saing.
“Kami meyakini penguatan koperasi menjadi kunci untuk membangun ekosistem perkebunan rakyat yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.”
Perseroan berharap model kemitraan tersebut dapat meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, menciptakan nilai tambah bagi petani, sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, swasembada energi, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (*)
Tags : PT Agrinas Palma Nusantara, APN, Pola Kemitraan Perkebunan Sawit, Perkebunan Sawit Rakyat, PSR, APN Ubah Pola Kemitraan Perkebunan Sawit, News,