PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah kembali menggelar operasi pasar murah untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus menstabilkan harga di tengah masyarakat.
"Pasar murah digelar untuk untuk jaga ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga."
"Pekan ini akan ada lima kali operasi pasar murah, mulai Senin hingga Jumat dan tersebar di dua daerah, yaitu Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Tetty Nurdianti, Senin (13/7).
Pada pekan ini, operasi pasar murah dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, dengan lokasi pelaksanaan di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
Tetty Nurdianti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Ia menjelaskan, operasi pasar murah diawali pada Senin (13/7) di Kantor Lurah Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru. Selanjutnya, pada Selasa 14 Juli 2026 kegiatan digelar di Kantor Desa Tarai Bangun, Kabupaten Kampar.
Kemudian pada Rabu 15 Juli 2-26, pasar murah kembali hadir di Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. Sementara Kamis (16/7) dilaksanakan di Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim, dan ditutup pada Jumat (17/7) di Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai.
Menurut Tetty, operasi pasar murah menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Riau untuk menjaga pasokan pangan dan mengendalikan inflasi daerah.
"Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Beras SPHP dijual Rp60 ribu per kemasan 5 kilogram.
Beras Anak Daro dan Beras Sokan dibanderol Rp165 ribu per 10 kilogram atau Rp83 ribu per 5 kilogram.
Selain itu, gula pasir dijual Rp18 ribu per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp15.500 per kemasan, garam Krista Rp2 ribu per 200 gram, garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram, serta telur ayam Rp49 ribu per papan.
Tetty mengimbau masyarakat yang akan berbelanja agar mengikuti aturan yang telah ditetapkan demi kelancaran pelaksanaan pasar murah.
"Kami mengharapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Selain itu, kami juga mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah guna mengurangi penggunaan kantong plastik," pungkasnya. (rp.ind/*)
Tags : pasar murah, pemprov riau gelar pasar murah, pasar murah untuk jaga ketersediaan bahan pokok dan kenstabilan harga, News,