Riau   2026/05/11 22:50 WIB

Ribuan Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa dari Dana Sawit untuk Tahun 2026

Ribuan Mahasiswa Riau Dapat Beasiswa dari Dana Sawit untuk Tahun 2026

PEKANBARU – Pemprov Riau mempercepat upaya memperluas akses pendidikan tinggi dengan memperkuat kolaborasi pendanaan beasiswa lintas lembaga.

Strategi ini dilakukan agar semakin banyak mahasiswa asal Riau memiliki kesempatan melanjutkan studi tanpa terkendala biaya.

Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi menegaskan, pembiayaan beasiswa kini tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pemerintah daerah juga aktif menggandeng pemerintah pusat dan lembaga pengelola dana nasional.

“Pendanaan pendidikan harus diperluas melalui kolaborasi. Tidak cukup hanya dari APBD, tetapi juga memanfaatkan dukungan APBN dan lembaga pemerintah lainnya,” ujarnya, Minggu (10/5).

Salah satu capaian kolaborasi tersebut terlihat dari program beasiswa yang disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dari sektor kelapa sawit. Dari total 4.000 kuota beasiswa nasional, sebanyak 1.341 penerima berasal dari Riau.

Syahrial menyebutkan, bantuan yang diterima mahasiswa tidak hanya mencakup biaya kuliah, tetapi juga kebutuhan pendukung pendidikan.

“Ini kabar baik bagi anak-anak Riau. Mereka tidak hanya mendapat bantuan biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup, biaya tempat tinggal, dan kebutuhan pendidikan lainnya,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga mampu membuka peluang pendidikan lebih luas bagi generasi muda.

Selain dukungan dari lembaga nasional, Pemprov Riau tetap memperkuat komitmen melalui anggaran daerah.

Pada tahun anggaran 2026, pemerintah kembali mengalokasikan Rp62 miliar untuk membantu 3.644 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi.

Syahrial menegaskan, program beasiswa merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah kunci utama membangun masa depan Riau. Karena itu pemerintah hadir melalui program beasiswa agar semakin banyak anak-anak Riau bisa kuliah dan meraih cita-cita mereka,” ujarnya.

Program Beasiswa Riau menjadi bagian dari target pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD, termasuk mewujudkan program unggulan “satu rumah satu sarjana”.

Namun, pemerintah mengakui target tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan APBD. Dukungan perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat dinilai sangat penting.

“Anggaran Rp62 miliar ini tentu sangat berarti, tetapi untuk mewujudkan satu rumah satu sarjana, kita perlu kerja sama semua pihak agar kesempatan pendidikan semakin luas,” kata Syahrial.

Pemprov Riau menegaskan komitmennya memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program Beasiswa Riau.

Pada tahun anggaran 2026, dana sebesar Rp62 miliar dialokasikan untuk membantu 3.644 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat menghadiri wisuda ke-30 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).

Menurut Syahrial, beasiswa tidak dipandang sebagai bantuan sosial semata, melainkan strategi investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

“Beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi pembangunan daerah agar sebanyak-banyaknya anak Riau memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Program beasiswa menjadi bagian penting dari implementasi RPJMD Riau, khususnya target ambisius menghadirkan satu sarjana di setiap rumah tangga.

Meski demikian, Syahrial mengakui bahwa anggaran APBD saja belum cukup untuk mengejar target tersebut.

“Enam puluh dua miliar mungkin angka yang kecil karena bersumber dari APBD. Janji satu rumah satu sarjana tentu tidak bisa tercapai hanya dengan pemberian Rp62 miliar untuk beasiswa saja,” katanya.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong sinergi lintas sumber pendanaan, termasuk dukungan APBN dan lembaga pemerintah lainnya.

Upaya kolaboratif mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui program beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sawit.

Dari total kuota nasional 4.000 penerima, sebanyak 1.341 mahasiswa berasal dari Riau.

“Artinya, anak-anak Riau bisa mendapatkan beasiswa biaya hidup, biaya kos, termasuk biaya pendidikan lainnya,” jelas Syahrial.

Capaian ini dinilai sebagai bukti bahwa kolaborasi menjadi kunci memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda.

Pemerintah Provinsi Riau berharap semakin banyak pelajar melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi sehingga mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah di masa depan.

“Sehingga kualitas sumber daya manusia di daerah terus meningkat dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan,” tutupnya. (*)

Tags : beasiswa, mahasiswa dapat beasiswa, riau, beasiswa dari dana sawit, ribuan mahasiswa riau dapat dapat beasiswa, beasiswa dana sawit 2026 ,