Riau   2026/04/30 11:48 WIB

Sapi Bantuan Presiden Bersaing di Kabupaten/Kota, 'Tembilahan Unggul Punya Bobot 1 Ton'

Sapi Bantuan Presiden Bersaing di Kabupaten/Kota, 'Tembilahan Unggul Punya Bobot 1 Ton'
Berbobot 1.000 Kg, sapi Brangus milik peternak Inhil masuk radar bantuan Presiden (foto/int)

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau bergerak cepat menyeleksi sejumlah sapi unggulan yang diusulkan untuk Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden RI untuk Hari Raya Iduladha 1447 H.

"Sapi bantuan Presiden bersaing di Kabupaten/Kota di Riau."

"Kami melakukan pengecekan kondisi fisik dan kesehatan sapi secara menyeluruh agar bantuan Presiden yang disalurkan benar-benar berkualitas dan aman bagi masyarakat," kata Kepala DPKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (29/4).

Peninjauan dilakukan ketat di berbagai kabupaten/kota guna memastikan hewan kurban yang dipilih benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kualitas nasional.

Mimi Yuliani Nazir, menegaskan pemeriksaan dilakukan menyeluruh. Bukan hanya dari kondisi fisik, tetapi juga kesehatan sapi.

 

Di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), perhatian tertuju pada sapi jantan jenis Simental bernama “Bule” milik peternak Franto Kukuh Sulahirio di Kecamatan Seberida.

Sapi ini memiliki bobot mencapai 1.013 kilogram atau 1 ton, menjadikannya salah satu kandidat terberat dalam seleksi.

Sementara di Kabupaten Pelalawan, tim memantau sapi Simental bernama “Pegul” di Kecamatan Pangkalan Kuras. Dengan bobot 955 kilogram, sapi ini telah dinyatakan lolos uji awal dan berada dalam kondisi prima setelah melalui pengawasan intensif dari tim teknis.

Pemantauan juga dilakukan di Kota Pekanbaru, tepatnya di wilayah Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Seekor sapi Simental dengan bobot 907 kilogram menjalani pengambilan sampel oleh tim UPT Laboratorium Veteriner dan Kesehatan Hewan (LVKH) untuk memastikan bebas dari penyakit menular.

Proses seleksi turut melibatkan berbagai pihak di daerah. Dukungan penuh diberikan oleh dinas terkait di masing-masing wilayah untuk memastikan kesiapan hewan yang diusulkan sebagai kandidat bantuan Presiden.

Di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), seekor sapi jenis Brangus bernama “Blacky” milik peternak Zaini juga mencuri perhatian.

Sapi ini memiliki bobot sekitar 1.000 kilogram atau 1 ton dengan tinggi mencapai 220 sentimeter, menjadikannya salah satu kandidat unggulan dari wilayah tersebut.

Seluruh sapi yang telah dipantau, termasuk “Bule”, “Pegul”, “Blacky”, hingga sapi asal Rumbai, masih harus melalui tahapan seleksi akhir sebelum diajukan ke pemerintah pusat.

“Proses seleksi dilakukan sangat ketat agar hewan yang dipilih benar-benar memenuhi aspek kesehatan dan kelayakan syariat,” tambahnya.

DPKH Riau menegaskan bahwa pemantauan tidak berhenti pada tahap awal. Pemeriksaan akan terus dilakukan secara berkala hingga waktu penyaluran, guna memastikan kondisi hewan tetap optimal.

Dengan keterlibatan tim teknis dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Riau optimistis dapat menghadirkan hewan kurban terbaik yang memenuhi prinsip aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

Program Banmas Presiden ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat berbagi pada Iduladha mendatang.

DPKH Provinsi Riau juga melakukan peninjauan langsung terhadap sapi bantuan kemasyarakatan (Banmas) Presiden Republik Indonesia di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban dalam keadaan sehat dan layak sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan koordinasi bersama Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Indragiri Hilir guna menyamakan langkah teknis di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, tim DPKH Provinsi Riau disambut oleh Sekretaris Dinas bersama jajaran teknis yang mewakili Kepala Dinas.

Setelah itu, tim langsung bergerak menuju lokasi peternakan di Kecamatan Tembilahan untuk melakukan pemeriksaan.

“Usai koordinasi, tim melanjutkan kegiatan dengan melakukan peninjauan ke lokasi peternakan di Kecamatan Tembilahan. Sapi yang menjadi objek peninjauan merupakan milik peternak setempat, Zaini yang berdomisili di HJ Sadri Lorong Nuri, Kelurahan Tembilahan Kota,” katanya.

Sapi yang menjadi perhatian dalam peninjauan tersebut bernama Blacky, seekor sapi jantan jenis Brangus dengan ukuran yang cukup besar.

Bobotnya mencapai sekitar 1.000 kilogram dengan tinggi sekitar 220 sentimeter.

Selama proses peninjauan, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik dan kesehatan hewan untuk memastikan tidak ada indikasi penyakit.

"Tidak hanya itu, pengambilan sampel feses dan darah juga dilakukan sebagai bagian dari prosedur pemeriksaan lanjutan di laboratorium,” paparnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap seluruh sapi bantuan Presiden yang akan didistribusikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kelayakan, sehingga aman dan sesuai untuk kebutuhan kurban masyarakat. (*)

Tags : sapi kurban, idul adha 1447 hijriyah, sapi bantuan presiden.kabupaten/kota bersaing sediakan sapi kurban, sapi kurban berbobot 1 ton,