SEKOLAH RAKYAT siap tampung 420 siswa miskin dari seluruh Riau. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan target penerimaan sebanyak 420 peserta didik baru untuk program Sekolah Rakyat (SR) pada tahun ajaran 2026.
Program pendidikan gratis berbasis asrama tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menekan angka putus sekolah.
Target tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat meninjau kegiatan Open House Sekolah Rakyat yang berlangsung di kompleks SRMP 3 Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).
"Untuk tahun anggaran dan tahun ajaran baru ini, kami menargetkan sebanyak 420 siswa di seluruh Provinsi Riau dapat terakomodasi dan menikmati fasilitas pendidikan gratis di Sekolah Rakyat," ujar Syahrial.
Syahrial menjelaskan, jumlah kuota penerimaan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mampu menampung sekitar 150 siswa.
Peningkatan kapasitas tersebut didukung oleh penambahan fasilitas pendidikan baru, termasuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang saat ini hampir rampung.
"Kenaikan angka penerimaan tahun ini memang jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Hal ini dimungkinkan karena progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kuantan Singingi sudah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta asrama pada Agustus mendatang," jelasnya.
Dengan tambahan fasilitas tersebut, Pemerintah Provinsi Riau optimistis lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.
Untuk mendukung pengembangan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah, Pemprov Riau meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
Hingga pertengahan Juni 2026, tercatat sudah enam pemerintah daerah yang menyatakan kesiapan administrasi maupun lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Di Kota Pekanbaru, pemerintah telah menyiapkan lokasi baru di kawasan Kecamatan Tenayan Raya. Saat ini proses pematangan lahan masih terus dilakukan guna menyesuaikan kondisi tanah sebelum pembangunan fisik dimulai.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di kawasan Pasir Putih, Jalan Lintas Timur Kilometer 19, untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat dalam jangka panjang.
"Kami sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di Pasir Putih. Saat ini sedang dilakukan proses penyusunan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta pematangan lahan," kata Syahrial.
Menurut Syahrial, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi Riau untuk meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari wilayah terpencil, pesisir, dan keluarga kurang mampu.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak anak di Riau yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi.
Selain menyediakan fasilitas pendidikan gratis, Sekolah Rakyat juga dirancang sebagai lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif untuk mendukung pembentukan karakter serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Pemprov Riau berharap pengembangan Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam memperluas kesempatan pendidikan sekaligus membantu menekan angka putus sekolah di berbagai daerah. (*)
Tags : sekolah rakyat, riau, sekolah rakyat untuk siswa miskin, sekolah rakyat tampung 420 siswa ,