Riau   2026/05/16 14:56 WIB

Budaya Melayu Berakar di Asia Tenggara yang di Dominasi Oleh Nilai-nilai Islam

Budaya Melayu Berakar di Asia Tenggara yang di Dominasi Oleh Nilai-nilai Islam
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Budaya Melayu berakar di Asia Tenggara, begitu juga di Riau yang di dominasi oleh nilai-nilai Islam.

Budaya Melayu didominasi oleh nilai-nilai Islam, bahasa Melayu, serta tradisi luhur seperti seni berpantun, tari Zapin, dan busana adat.

Kebudayaan ini sangat erat dengan kesopanan, musyawarah, dan akar sejarah dari kerajaan besar seperti Sriwijaya dan Malaka.

Pilar utama yang membentuk kekayaan dan keunikan budaya Melayu meliputi:

1. Bahasa dan SastraBahasa Melayu telah lama menjadi lingua franca di Nusantara dan menjadi akar dari bahasa Indonesia. Sastra lisan sangat dijunjung tinggi, di mana berpantun menjadi tradisi yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk acara adat, pernikahan, maupun sekadar hiburan.

2. Adat Istiadat dan Nilai MoralMasyarakat Melayu sangat menjunjung tinggi sopan santun dan tata krama, terutama rasa hormat kepada yang lebih tua dan tamu. Aturan hidup ini tertuang dalam "Tunjuk Ajar Melayu" yang berisi petuah moral dan agama.

3. Seni Musik dan TariSeni pertunjukan Melayu sangat dinamis dan kaya akan pengaruh budaya luar, seperti Arab dan India:Tarian: Tari Zapin dan tari Tandak sering ditampilkan untuk menyambut tamu maupun pergaulan muda-mudi.Musik: Alat musik seperti gambus, rebana, dan gong sangat mendominasi irama lagu-lagu tradisional Melayu.

4. Pakaian Adat dan AksesoriPakaian tradisional Melayu identik dengan model yang longgar dan tertutup sesuai norma agama.Untuk pria, busana dilengkapi dengan tanjak (penutup kepala khas), kain samping, dan celana panjang.Bagi wanita, baju kurung menjadi identitas utama yang dipadukan dengan kain songket.

5. Kuliner KhasMakanan Melayu dikenal dengan kaya rempah dan santan. Hidangan seperti Gulai Asam Pedas, Nasi Lemak, dan Laksa menjadi ikon kuliner yang populer dan mudah ditemukan di berbagai wilayah seperti Riau dan Sumatra Utara.

Kota Pekanbaru merupakan ibukota dari Provinsi Riau yang mempunyai wilayah seluas 632,26 Km2 yang pada tahun 2002 mempunyai 8 wilayah Pemerintahan Kecamatan.

Kota Pekanbaru merupakan simpul segitiga pertumbuhan ekonomi sekaligus pusat perkembangan seni dan budaya Melayu.

Dengan simpul segitiga strategis antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia, kota yang berdiri sejak 1784 ini tumbuh menjadi kota modern sekaligus pusat perdagangan, jasa, pendidikan, dan pusat kebudayaan Melayu.

Penduduk kota pekanbaru sampai tahun 2020 adalah sebanyak 983.356 jiwa.

Secara administrative, Kota Pekanbaru terdiri atas 12 kecamatan yang kini sudah menjadi (13 kecamatan) dan 83 kelurahan.

Budaya Riau hampir sama dengan kebudayaan di Sumatera, Malaysia, dan Singapura.

Hal ini disebabkan karena wilayah mereka yang berdekatan, menjadikan suku kebudayaan khas daerah Riau didominasi oleh suku Melayu.

Adapun Adat dan kebudayaan melayulah yang mengatur tingkah laku dan kegiatan masyarakat yang bertempat tinggal di Pekanbaru.

Kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh budaya-budaya umat islam.

Corak Budaya Melayu Riau

Corak Budaya Melayu Riau ditentukan oleh sifat, ciri, dan penampilan orang Melayu itu sendiri. Oleh karena itu pembicaraan corak budaya itu tidak terlepas dari sifa, ciri, dan penapilan orang Melayu itu sendiri.Salah satu sifat orang Melayu Riau adalah pemalu. UU. Hamidy mengatakan “Orang Melayu Tradisional punya penampian pemalu. Malu dipandang sebagai harga diri, kalau malu sudah hilang hidup bisa seperti binatang”

Sifat pemalu menghasilkan tingkah laku yang terpelihara. Tingkah laku yang terpelihara yang dimiliki orang Melayu menunjukkan bahwa orang itu tidak mau berbuat semena-mena karena maksudnya kalau dia berkuasa, dia malu korupsi, malu kolusi, malu nepotisme dalam berbagai  situasi. Dengan kata lain orang pemalu tidak akan pernah KKN.

Wujud Kebudayaan di Provinsi Riau:

Rumah Adat khas Budaya Riau

Rumah adat daerah ini dinamakan Selaso Jatuh Kembar. Rumah ini merupakan tempat tinggal yang digunakan oleh para datuk atau pemangku adat. Rumah adat ini menjadi salah satu unsur kebudayaan Kepulauan Riau. Dengan aksen-aksen yang menghiasi rumah adat ini semuanya berhiaskan ukiran. Dengan ukirannya yang mempunyai corak berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya.Di dalam rumah adat ini, dilengkapi pula dengan Balai Adat. Dimana ruangan ini dipergunakan untuk melakukan pertemuan dan musyawarah.

Pakaian Adat Menjadi Bukti Budaya Riau

Dengan adanya pakaian adat, menunjukan bukti bahwa melayu Riau mempunyai kebudayaan yang maju. Karena memiliki pakaian adat yang bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan. Untuk pria menggunakan pakaian adat berupa baju Kurung Cekak Musang atau biasa disebut dengan baju Kurung Belanga. Tampilan bentuk busana ini mirip dengan baju muslin yang dipadukan dengan celana panjang yang longgar. Kemudian dilengkapi dengan sarung dan kopyah.

Sedangkan untuk wanita menggunakan gaun berupa baju Kurung Kebaya Laboh. Kedua pakaian adat ini merupakan salah satu warisan kebudayaan Riau yang sering digunakan pada saat upacara adat atau pernikahan. Tampilan dari pakaian adat ini sangat tertutup dan panjang. Hal tersebut menunjukkan nilai-nilai kesopanan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Dengan desain yang sederhana, menjadikan pakaian ini sangat erat dengan gaya pakaian melayu. Sementara motif yang dimilikinya sangat khas dan kental akan tradisi melayu.

Senjata Tradisional Riau

Senjata tradisional yang terkenal di provinsi ini dinamakan pedang jenawi. Pedang ini biasanya digunakan oleh panglima perang. Sedangkan para prajuritnya menggunakan klewang sebagai senjatanya.

Tari Tandak Sebagai Tari Tradisional

Salah satu ciri khas kebudayaan Riau yaitu pada tarian tradisionalnya. Tarian ini dinamakan tari Tandak. Tarian ini biasa ditampilkan oleh seorang laki-laki dan beberapa perempuan. Selain itu, tarian ini ditampilkan dengan beberapa musik dan alunan lagu. Tarian ini merupakan tari pergaulan yang sangat digemari di daerah Riau.

Alat musik Gambus

Riau adalah salah satu wilayah yang strategis dan memiliki banyak budaya-budaya warisan kerajaan yang pernah mendudukinya. Salah satu warisan seni budaya khas Riau  tersebut yaitu alat musik gambus. Gambus merupakan alat musik dengan menggunakan senar yang memiliki bentuk mirip seperti gitar. Bedanya, lubang pada alat musik gambus ditutupi menggunakan kulit kambing atau kulit ikan pari.

Bahasa Utama Daerah Riau

Provinsi Riau merupakan daerah yang kaya akan kebudayaan yang lahir dari beragam suku bangsa. Bahasa daerah yang digunakan dalam keseharian yaitu menggunakan Bahasa Melayu Riau. Bahasa ini mirip dengan Bahasa Indonesia. Pemilihan Bahasa ini sebagai akar Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebijakan pemerintah Hindia-Belanda. (*)

Tags : melayu, budaya melayu, pekanbaru, riau, melayu di asia tenggara, budaya melayu di dominasi nilai Islam,