Artikel   2026/05/15 10:32 WIB

Hasil Madu Warga Desa Tak Seperti Dulu, 'karena Adanya Alih Fungsi Lahan Hutan jadi Perkebunan Sawit dan Industri'

Hasil Madu Warga Desa Tak Seperti Dulu, 'karena Adanya Alih Fungsi Lahan Hutan jadi Perkebunan Sawit dan Industri'

MENURUNYA hasil kebun dan madu warga di Pelalawan disebabkan oleh alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit dan kawasan industri.

Berkurangnya pohon Sialang tempat lebah bersarang dan rusaknya ekosistem alami membuat produksi madu anjlok drastis serta memicu konflik satwa.

Masalah utama yang sedang dihadapi warga karena pembukaan lahan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan sawit telah menumbangkan banyak pohon Sialang, tempat lebah hutan (Apis dorsata) bersarang dan menghasilkan madu berkualitas.

Jika dahulu petani bisa panen hingga empat kali setahun dengan hasil mencapai satu ton, kini mereka hanya bisa memanen sekali dengan volume yang jauh lebih sedikit, terkadang hanya terkumpul sekitar 100 kg.

Berkurangnya sumber makanan di hutan membuat beruang madu dan gajah liar kerap masuk ke area perkebunan warga, merusak tanaman sawit, dan membahayakan keselamatan petani.

Ekspansi perkebunan kelapa sawit yang masif turut mengubah vegetasi bunga (nektar) di sekitar area hutan, sehingga nektar yang dikumpulkan lebah tak lagi sama dan mempengaruhi kekentalan serta rasa madu.

Sebagai upaya adaptasi dan pelestarian, saat ini beberapa kelompok tani di Pelalawan mulai beralih membudidayakan lebah madu jenis lain seperti Kelulut, serta menjual hasil panen mereka melalui kelompok kemitraan seperti Rumah Madu Andalan untuk mendapatkan harga jual yang lebih stabil.

Madu lebah sangat bagus untuk membantu mengatasi permasalahan pernafasan terutama disaat pendemi Covid 19 yang lagi merajalela pada saat ini.

Bukan hanya untuk permasalahan pernafasan, madu lebah juga memberikan manfaat yang sangat baik karena dalam kandungannya kaya akan asam fenolik dan flavonoid, yang merupakan sumber anti oksidan alami dan bebas dari lemak dan kolesterol.

Selain itu madu lebah ini juga mampu mencegah peradangan terutama pada saluran napas sehingga melegakan tenggorokan.

Namun madu lebah bagi warga masyarakat Kabupaten Pelalawan saat ini sudah sulit didapatkan menyusul pohon sialang yang menjadi tempat bersarang lebah perlahan mulai sirna dan tergantikan dengan pohon sawit dan akasia.

Imbasnya madu lebah dari pohon sialang sulit didapatkan. Kalau pun ada madu lebah tersebut tidak lagi seperti dulu, kental dan manis.

Padahal dahulunya pohon sialang tersebut betul-betul dijaga oleh masyarakat adat Pelalawan lantaran memiliki nilai ekonomis karena menjadi sarang bagi lebah liar penghasil madu lebah.

Melihat keadaan itu dan sekaligus adanya potensi Kabupaten Pelalawan yang banyak ditanami pohon akasia serta menyikapi permintaan madu yang semakin besar membuat beberapa orang yang tergabung dalam kelompok peternak lebah Raja Madu Sejahtera di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan membuat usaha penangkaran budidaya lebah Apis Melifera.

Usaha penangkaran yang baru berusia tiga bulan dan berada dikawasan HTI PT RAPP hasilnya cukup bagus, karena bunga buah tanaman akasia yang ditanam di kawasan tersebut sangat kaya akan nektar yang menjadi makanan lebah.

Bupati Kabupaten Pelalawan H Zukri Misran mengunjungi penagkaran budidaya madu lebah yang dilakukan warga masyarakat yang tergabung dalam kelompok peternak lebah Raja Madu Sejahtera di Desa Lalang Kabung.

"Saya sangat mengapresiasi dan berjanji akan mengembangkan penangkaran budidaya lebah di Kabupaten Pelalawan sehingga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi kepada warga masyarakat," kata Zukri Misran dipusat penangkaran dan budidaya lebah akasia di Lalang Kabung, beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, penangkaran budidaya lebah akasia ini dicoba diterapkan di daerah lain karena merupakan salah satu potensi ekonomi daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Kalau memang di Desa Lalang Kabung berhasil, tentunya daerah lain juga punya potensi untuk mengembangkan karena lahan akasia yang menjadi penghasil sari bunga nektar bagi madu tersebut cukup luas," ungkapnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Riau ini sangat terkejut dengan hasil panen yang didapat para peternak lebah tersebut yang mencapai ratusan liter jumlahnya.

"Hasil panen madunya cukup banyak dan ini punya potensi untuk dikembangkan. Tinggal cari pangsa pasarnya," katanya lagi.

Menurut Zukri, jika semua pihak fokus, serius dan mau bekerja keras program budidaya madu ini akan menjadi usaha primadona bagi masyarakat nantinya.

Nilai ekonominya begitu menjanjikan. Dengan demikian keinginan masyarakat untuk memperluas kebun sawitnya akan dapat dilawan melalui usaha budidaya madu ini.

"Perlu belajar lebih mendalam lagi secara langsung pada pelaku penangkaran budidaya lebah madu yang telah berhasil, agar nanti dapat sukses sebagai petani madu lebah," terangnya.

Disisi lain, budidaya madu ini juga dapat menghidupkan dan melestarikan kebudayaan asli masyarakat adat.

Banyak hal yang akan bisa digali dan dijual terkait keunikan dari lebah madu ini seperti cara memanen, mengolah dan membudidayakan itu sendiri.

"Semua itu akan jadi nilai jual baik madu maupun untuk kegiatan edukatif ekowisata dan ini akan meningkatkan taraf hidup warga masyarakat sekitar peternak lebah," jelasnya. (*)

Tags : madu, penangkaran madu, budidaya madu, pelalawan, hasil madu warga berkurang, alih fungsi lahan hutan pengaruhi madu, perkebunan sawit dan industri pengaruhi hasil madu,