News Daerah   2026/08/17 10:50 WIB

Debit Air Waduk PLTA Koto Panjang Menyusut, 'yang akan Berpengaruh pada Suplai Listrik di Sumatera'

Debit Air Waduk PLTA Koto Panjang Menyusut, 'yang akan Berpengaruh pada Suplai Listrik di Sumatera'

KAMPAR Musim kemarau mulai berdampak pada tinggi muka air Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau.

Selama paruh pertama Agustus 2026, elevasi waduk tercatat turun sekitar 1,5 meter akibat berkurangnya debit air yang masuk (inflow).

Data operasional menunjukkan elevasi waduk pada 1 Agustus 2026 berada di angka 80,15 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hingga Minggu (16/8/2026), angka tersebut turun menjadi sekitar 78,65 mdpl.

Meski mengalami penyusutan, kondisi waduk masih berada dalam kategori Low Water Level (LWL) dengan kisaran elevasi 73,50 hingga 80,59 mdpl. Status ini telah berlangsung sejak 11 Juli 2026.

Penurunan elevasi waduk dipicu oleh semakin kecilnya debit air yang mengalir ke bendungan. Fenomena tersebut sejalan dengan musim kemarau yang tengah berlangsung di sebagian wilayah Sumatera.

Bahkan, inflow sempat menyentuh titik terendah pada Rabu (12/8/2026), yakni hanya sekitar 11 meter kubik per detik (m³/s). Meski demikian, volume air masuk masih mengalami fluktuasi dari hari ke hari.

Manajer Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang, Dhani Irwansyah mengatakan, penurunan elevasi waduk memang terjadi, namun belum mengganggu operasional pembangkit.

Pada periode Luar Waktu Beban Puncak (LWBP), PLTA mengoperasikan dua hingga tiga unit turbin dengan kapasitas sekitar 20 megawatt (MW) per unit.

Sementara saat Waktu Beban Puncak (WBP), jumlah turbin yang beroperasi tetap berkisar dua hingga tiga unit dengan kapasitas masing-masing mencapai 30 MW.

"Dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan sistem Sumatera," ujar Dhani Irwansyah, Minggu (16/8/2026).

Ia menjelaskan, kapasitas optimal tiga unit turbin sebenarnya mencapai 38 MW per unit atau total 114 MW.

Meski elevasi waduk berada pada level rendah, PLTA Koto Panjang masih memiliki kemampuan untuk beroperasi pada kapasitas maksimal apabila dibutuhkan oleh sistem kelistrikan.

"Jika sistem membutuhkan, PLTA masih bisa full load 38 MW," pungkasnya. (*)

Tags : pusat listrik tenaga air, plta, plta Koto Panjang, kampar, debit air waduk plta menyusut, News Daerah,