News Daerah   2026/09/10 20:38 WIB

Hasil Pantauan BMKG ada 14 Titik Panas Masih Terdeteksi di Siak

Hasil Pantauan BMKG ada 14 Titik Panas Masih Terdeteksi di Siak

PEKANBARU Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak, Riau, belum sepenuhnya berakhir.

Sebanyak 14 titik panas masih terdeteksi di wilayah tersebut berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru hingga Rabu (9/9/2026) pukul 23.00 WIB.

Kondisi itu membuat tim gabungan harus tetap berada di lapangan.

Bukan hanya mengejar api yang masih terlihat, petugas juga menghadapi ancaman bara yang dapat kembali muncul, terutama di kawasan dengan karakteristik lahan gambut.

Kapolres Siak, AKBP Sepuh Siregar mengatakan, sebagian lokasi memang telah berhasil dikendalikan.

Namun, status tersebut belum menjadi alasan untuk menghentikan operasi karena proses pendinginan dan pemantauan masih diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

"Untuk titik di Kampung Mengkapan, areal PT BSP di Kampung Dayun, Dusun Bumi Jopan, serta areal PT DSI di Desa Rantau Panjang, api utama dilaporkan sudah padam," ujar Sepuh, Kamis (10/9/2026).

"Tim kini fokus menyiram sisa-sisa asap dan berjaga untuk memastikan area tersebut benar-benar steril," tambahnya.

Operasi penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan dan masyarakat.

Sedikitnya enam kawasan menjadi fokus operasi, yakni Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit.

Kemudian sejumlah titik di Kecamatan Dayun. Dusun Bumi Jopan, Kecamatan Sungai Mandau. Desa Rantau Panjang, Kecamatan Koto Gasib. Serta Kampung Tualang, Kecamatan Tualang.

Di tengah sejumlah lokasi yang mulai terkendali, situasi berbeda masih terjadi di Dusun Suka Mulia, Kampung Dayun.

Api dan kepulan asap tebal masih ditemukan sehingga proses pemadaman dilakukan secara intensif.

Petugas juga mengerahkan alat berat untuk membangun sekat bakar. Langkah ini dilakukan untuk menghambat pergerakan api agar tidak meluas ke area lain.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan penanganan karhutla di Siak bukan semata-mata memadamkan api yang terlihat di permukaan.

Struktur lahan, terutama gambut, membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih panjang.

"Proses penanganan di Dusun Surya, Kampung Tualang juga mendapat bantuan armada helikopter water bombing untuk memadamkan api dan asap tebal dari udara," tutur Sepuh.

"Selain dukungan helikopter, puluhan mesin pemadam dan mobil pemadam kebakaran turut dikerahkan di seluruh titik operasi," jelasnya.

Karakteristik lahan gambut menjadi salah satu persoalan paling serius dalam operasi karhutla di Siak.

Api dapat menjalar atau menyisakan bara di bawah permukaan tanah sehingga kawasan yang tampak sudah aman belum tentu benar-benar bebas dari potensi kebakaran.

Karena itu, pendinginan menjadi tahap krusial setelah api utama berhasil dipadamkan. Petugas harus memastikan bara di dalam tanah tidak kembali memicu kebakaran.

"Cuaca panas, angin kencang yang berubah arah, serta minimnya curah hujan membuat patroli dan pendinginan harus terus dimaksimalkan hingga kondisi dinyatakan sepenuhnya aman," tukasnya. (*)

Tags : karhutla, titik panas, bmkg pantau titik panas di siak, titik panas terdeteksi di siak, News Daerah,