LINGKUNGAN - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan BMKG Stasiun Pekanbaru, tercatat 2.223 hotspot tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera pada Rabu 9 September 2026.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi mengatakan, dari total tersebut, Provinsi Riau menyumbang 245 titik panas.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera 2223," kata Gita Dewi, Rabu (9/9).
Sebaran hotspot terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 1.384 titik. Selanjutnya Jambi 189 titik, Bangka Belitung 176 titik, Riau 245 titik, Lampung 94 titik, Kepulauan Riau 67 titik, Sumatera Barat 39 titik, Aceh 12 titik, Bengkulu 9 titik, Sumatera Utara 8 titik.
Sementara itu, hotspot di Riau tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni mencapai 104 titik.
Kemudian Siak tercatat 29 titik, Kepulauan Meranti 27 titik, Indragiri Hilir 25 titik, Pelalawan 17 titik, Bengkalis 15 titik, Kota Dumai 12 titik, Kuantan Singingi 11 titik, Kampar 3 titik, serta Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing satu titik.
Tingginya jumlah hotspot tersebut turut berdampak terhadap kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Riau. BMKG mencatat adanya asap yang memengaruhi visibilitas pada pembaruan pukul 16.00 WIB.
Di Pekanbaru, jarak pandang tercatat hanya 3 kilometer dan disertai asap. Kondisi serupa juga terjadi di Pelalawan dengan jarak pandang 3 kilometer.
Sementara itu, jarak pandang di Rengat dan Tambang masing-masing mencapai 4 kilometer, dengan kondisi atmosfer juga terpantau berasap.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas titik panas di sejumlah wilayah Riau masih perlu diwaspadai, terutama karena asap dapat mengganggu jarak pandang dan berpotensi berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Riau masih terpantau tinggi pada Kamis 10 September 2026.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, tercatat 317 titik panas tersebar di sejumlah wilayah Riau.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan pantauan sore sebelumnya yang mencatat 245 titik panas.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir mengatakan secara keseluruhan, jumlah titik panas di wilayah Sumatera mencapai 2.762 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.668 titik.
Sebaran hotspot terbanyak di Sumatera Selatan 1.668 titik. Kemudian hotspot tersebar di Aceh 23 titik, Bengkulu 13 titik, Jambi 247 titik, Lampung 126 titik, Sumatera Barat 46 titik, Sumatera Utara 12 titik, Kepulauan Riau 73 titik, dan Bangka Belitung 237 titik, dan Riau 317 titik.
Di Riau, hotspot tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah titik panas paling banyak, mencapai 154 titik.
Sementara itu, Kepulauan Meranti tercatat memiliki 37 titik panas dan Bengkalis sebanyak 34 titik. Pelalawan memiliki 24 titik, disusul Indragiri Hilir 22 titik dan Kuantan Singingi 17 titik.
Adapun wilayah lainnya yakni Siak dengan 14 titik, Dumai 11 titik, Kampar 2 titik, Rokan Hilir 1 titik, serta Rokan Hulu 1 titik.
Rincian hotspot di Riau tersebut menunjukkan bahwa sebaran titik panas masih menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mencatat jumlah hotspot cukup tinggi seperti Indragiri Hulu.
Dengan kondisi tersebut, peningkatan jumlah hotspot perlu menjadi perhatian karena dapat menjadi indikasi adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya apabila didukung kondisi cuaca yang kering. (*)
Tags : hotspot, karhutla, kabut asap, hotspot riau melonjak, hotspot di sumatera 2.223 titik,