PEKANBARU - Proyek jalan Selensen - Kota Baru - Bagan Jaya di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau, difokuskan pada peningkatan struktur dan rekonstruksi sepanjang 2,9 km.
"Infrasturktur jalan bagus bisa sebagai penunjang aktivitas ekonomi masyarakat."
"Proyek ini didanai DBH Sawit sebesar Rp28,5 miliar - Rp29 miliar dan ditargetkan selesai pada akhir 2025 lalu untuk meningkatkan mobilitas dan ekonomi masyarakat," kata Hatta Munir, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Rakyat Berwawasan Nasional (MPR BerNas) menyikapinya tadi sabtu.
Hatta Munir hanya menyayangkan, melihat kondisi badan jalan di daerah (Inhu-Inhil) banyak yang rusak karena lalu lalang truck dengan ankutan tonase besar.
Proyek Jalan Selensen-Kota Baru-Bagan Jaya dikerjakan oleh PT Nagamas Mitra Usaha (NMU). Diketahui Direkturnya Sutopo. Hanya saja beliau belum bisa dihubungi.
Tetapi kembali disebutkan Hatta Munir, ada poin penting proyek tersebut masa pengerjaannya.
Peningkatan dilakukan pada ruas sepanjang 2,9 km. Proyek peningkatan jalan ini menggunakan anggaran sekitar Rp28,5 - Rp29 miliar.
Sedangkan pengerjaan ditargetkan selesai pada akhir November atau awal Desember 2025. lalu.
Tujuan proyek ini dilakukan, menurutnya, untuk mempermudah mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, dan akses layanan.
Namun pesan Gubernur Riau kemarin, mengingatkan agar masyarakat menggunakan jalan sesuai kapasitas.
"Kendaraan dengan muatan berlebih yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan."
“Tonase tidak boleh lebih, karena pembangunan jalan ini menelan biaya Rp29 miliar dari DBH sawit. Jadi, mari kita jaga bersama,” kata Hatta Munit mengulang pesan Gubri.
Untuk menjaga kualitas jalan, kata Hatta Munir, masyarakat dan pelaku usaha bisa bersama-sama menjaga dan memeliharanya, begitupun Dinas Perhubungan Riau melakukan langkah pengawasan. (*)
Tags : infrastrutur, jalan, badan jalan, jalan rusak diperbaiki, jalan selensen-kota baru-bagan jaya, inhil, riau, jalan bagus bisa penunjang aktivitas ekonomi, News Daerah,