Artikel   2024/01/03 13:15 WIB

Jurus Live TikTok Anies di Pilpres 2024, 'yang Jadi Sorotan Kpopers dan Generasi Z'

Jurus Live TikTok Anies di Pilpres 2024, 'yang Jadi Sorotan Kpopers dan Generasi Z'
Gebrakan Anies melalui live TikTok itu dinilai menjadi parameter baru untuk menggaet pendukung. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

ANIES BASWEDAN, Capres nomor urut 1 mendapat sorotan baru-baru ini usai menjadi viral di kalangan pecinta K-Pop alias Kpopers dan Generasi Z.

Anies bahkan mendapatkan julukan 'abah nasional' di kalangan generasi Z dan 'Park Ahn Nice' di kalangan pecinta idol Korea Selatan itu.

Muncul akun @aniesbubble yang kini telah memiliki 92 ribu pengikut di sosial media X. Akun yang diklaim organik dari warganet itu kerap menampilkan aktivitas Anies dengan aksara hangul.

Dukungan dan euforia itu pertama kali muncul usai Anies melakukan live TikTok pada Jumat (29/12) malam.

Dalam interaksinya itu, Anies memberikan sejumlah nasehat kepada penonton live TikTok di sela-sela aktivitas kampanyenya.

Hal itu mengingatkan para Kpopers terhadap para idol yang berinteraksi secara virtual di sela aktivitas mereka melalui aplikasi Bubble.

Kini terpantau, Anies sudah melakukan empat kali live TikTok hingga hari ini.

Direktur Trias Politika Strategis Agung Baskoro melihat fenomena itu sebagai keuntungan besar bagi paslon nomor urut 1 Anies-Muhaimin Iskandar (AMIN) untuk menaikkan elektoral mereka. Sebab mayoritas Kpopers adalah para generasi Z dan milenial yang notabenenya mendominasi usia pemilih di 2024.

"Ini bisa menjadi suntikan elektoral yang positif bagi Anies untuk bisa mengimbangi suara Prabowo-Gibran, sehingga bisa masuk putaran kedua. Tinggal dia konsisten menggarap ceruk gen Z dan milenial," kata Agung pada media, Selasa (2/1).

Belum lagi berdasarkan survei Litbang Kompas akhir 2023 yang merekam jumlah kelompok pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters di Indonesia justru semakin meningkat hingga mencapai 28,7 persen.

Menurut Agung, dengan viralnya Anies dalam aplikasi TikTok yang sudah dimiliki 100 juta lebih pengguna dari Indonesia, para pemilih yang bimbang atau rasional bisa saja tertarik dan mencari lebih dalam tentang rekam jejak mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

"Dan ini memang hal yang baru ya, belum ada satu capres pun yang memang live di TikTok dan kemudian mendapat apresiasi positif dari netizen. Ini bagus juga untuk melihat sisi lain Anies yang dianggap terlalu serius, kaku, dan formal," ujarnya

Agung menilai Anies bisa saja menggeser posisi Prabowo yang berdasarkan survei terbaru LSI Denny JA unggul di pengguna platform TikTok. Cara-cara kampanye kreatif, menurutnya, bakal berpotensi menarik perhatian para pemilih yang masih ragu.

"Sangat mungkin [tergeser], karena Prabowo belum melakukan ini [live] masalahnya. Kalau Anies mau menggarap secara serius, di TikTok kan interaktif ya, kalau sekadar hanya update kan searah ya, pun kalau ada interaksi itu sangat minimalis," ujarnya.

Agung pun meyakini tidak ada yang kebetulan dalam strategi politik. Menurutnya, jurus kampanye Anies berinteraksi dua arah di TikTok merupakan strategi dari tim AMIN. Namun demikian, ia juga menilai apresiasi dan sambutan yang diperoleh Anies menurutnya tidak terduga dan dapat dikatakan organik.

Agung menilai baik Prabowo-Gibran atau Ganjar-Mahfud harus mencari jurus baru yang kreatif guna menghadapi 'kecolongan' atas gaya kampanye Anies di TikTok.

"Karena waktunya masih cukup banyak ya. Yang penting, timnya kreatif dan harus lebih inovatif agar bisa menarik perhatian generasi Z, Kpopers, atau segmen pemilih di sana. Karena kalau mereka tidak punya cara-cara yang khas dan sesuai zaman maka, itu bisa tergerus dengan cara Anies," ujar Agung.

Tak jauh berbeda, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai fenomena dukungan terhadap Anies itu membuat PR kedua paslon lain semakin berat dan bertambah.

Selama ini, Adib menilai para paslon sudah cukup apik dalam menggunakan media sosial untuk kampanye. Hanya saya mereka kurang melakukan interaksi dua arah dan terkesan kurang persuasif.

Gebrakan Anies melalui live TikTok itu kemudian dapat menjadi parameter baru untuk menggaet pendukung. Ia pun menilai viralnya Anies di tengah generasi Z dan pecinta idol K-Pop itu membawa pengaruh yang cukup untuk meningkatkan elektabilitasnya di Pilpres tahun ini.

"Segmentasinya tepat dan jelas ya, bagaimana mengkomunikasikan secara persuasif, pengaruhnya saya kira cukup besar," kata Adib.

Dengan demikian, Adib pun berpendapat fenomena Anies ini tidak hanya menjadi euforia semata, namun akan berkelanjutan, mengingat hari pemungutan suara juga sudah dekat.

Namun demikian, Tim Anies menurutnya harus tetap menggenjot strategi kampanye di media sosia agar suara mereka tidak tergerus.

Apalagi dalam hal ini, AMIN membawa slogan perubahan yang dapat menjadi alternatif bagi para pemilih yang bimbang atau apatis serta mereka yang mungkin tidak menghendaki keberlanjutan.

"Euforia ini bukan sesaat menurut saya, apalagi simbol Anies oposisi. Intinya pesan melalui TikTok bisa mengubah persepsi seseorang, karena ini kan perang persepsi," kata dia.

Melihat fenomena Anies yang viral itu, Adib pun berpendapat para generasi Z dan milenial menyukai gaya kampanye yang melibatkan interaksi langsung antara para paslon dengan calon pemilih.

Oleh sebab itu, Adib pun mengimbau agar para paslon juga tidak melupakan kampanye di media sosial dengan cara yang lebih unik dan kreatif.

"Jadi bagaimana memaksimalkan pesan politik melalui media sosial, untuk persuasi politik kepada segmentasi generasi Z dengan desain misalnya kreatifitas. Itu yang saya kira akan dilakukan oleh paslon-paslon yang bakal bertarung. Jadi sangat efektif, selain biayanya murah dan gampang viral," ujar Adib. (*)

Tags : analisis, analisis pemilu 2024, anies baswedan, pilpres 2024, pemilu 2024, generasi z, gen z, k-pop, kpopers, Artikel,