Pendidikan   2026/06/15 15:53 WIB

Ortu Keluhkan Web PCMB Riau Error: Cuma Ada 'Selamat Datang'

Ortu Keluhkan Web PCMB Riau Error: Cuma Ada 'Selamat Datang'

PEKANBARU - Polemik pelaksanaan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) Provinsi Riau 2026 kembali memunculkan keluhan.

"Ortu keluhkan Web PMB Riau Error, berulang kali dimasukkan nomor NISN dan Password tetap tak bisa."

Kali ini, persoalan muncul saat hari pengumuman hasil pemetaan pada Ssenin (15/6/2026) pukul 13.00 WIB.

Sejumlah orang tua mengaku kesulitan mengakses situs web resmi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Dinas Pendidikan Riau ini.

Gangguan tersebut membuat para orang tua tidak bisa segera mengetahui hasil pemetaan sekolah anak mereka. Padahal, calon murid diwajibkan memberikan keputusan untuk menerima atau menolak hasil pemetaan melalui sistem tersebut.

Salah satu orang tua calon murid yang mengalami kendala adalah Mujiono.

Orang tua siswa yang mendaftar di SMAN 04 Pekanbaru itu mengaku sudah mencoba membuka laman SPMB sejak pukul 13.00 WIB, namun hingga setengah jam kemudian sistem belum bisa diakses.

"Nggak bisa, jam satu sampai setengah dua dicoba gak bisa dibuka," ujar Mujiono, Selasa.

Ia mengatakan hingga saat itu belum mengetahui hasil pemetaan anaknya. Padahal sebelumnya, posisi anaknya berada di peringkat ketujuh dalam daftar sementara.

"Belum tahu, kan anak itu terakhir itu urutan tujuh. Tapi belum ada pengumuman, terus katanya suruh mantau kan di aplikasi, nanti ada keluar tombol terima atau tidak," katanya.

Mujiono mengaku sempat berhasil membuka laman tersebut untuk sekolah negeri (SMAN 1, 2, 4, 8 dan SMAN Plus).

"Tetapi sekarang web nya hanya bertulis Selamat Datang," sebutnya.

"Mungkin ada gangguan koneksi atau kendala akses pada peladen (server)," sambungnya.

"Ya nggak tahu sampai sekarang, website-nya juga nggak bisa dibuka. Tadi mah sempat bisa kebuka," tuturnya tertawa.

Menurutnya, persoalan teknis seperti ini seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, menurutnya, bisa menerapkan pembagian jadwal pengumuman berdasarkan jalur penerimaan agar trafik akses tidak menumpuk dalam waktu bersamaan.

"Ini yang disayangkan. Harusnya udah dipersiapin yang kayak gini itu, kan udah banyak batch-nya misalnya untuk jalur dibagi per jalur. Misalnya pengumuman untuk jalur domisili dulu, atau jalur prestasi kejuaraan dulu. Jam sekian sampai jam sekian gitu. Kalau digebrokin semua mah, setengah jam nggak bisa kebuka-buka," ungkapnya.

Mujiono menjelaskan, anaknya kini memilih SMAN 2 sebagai salah satu tujuan setelah melakukan perubahan pilihan sekolah.

Ia mempertimbangkan peluang diterima serta keberadaan sekolah yang dinilai memiliki prospek baik meski baru membuka angkatan pertama.

"Saya mikirnya itu, satu, dia dekat Disdik, meskipun jauh dari rumah. Dan saya yakin Disdik itu tidak akan menyia-nyiakan sekolah yang paling dekat dengan kantornya. Meskipun baru angkatan pertama. Berarti kan harus dapet perhatian khusus, wong sekolah di depan Disdik masa kualitasnya jelek gitu. Pertimbangannya itu aja sih," kata Mujiono.

Sebelumnya, ia sempat memilih sejumlah sekolah favorit. Namun karena mempertimbangkan ketatnya persaingan nilai rapor, ia akhirnya melakukan atur ulang (reset) akun dan mengganti pilihan sekolah.

Sebagai orang tua, Mujiono berharap pelaksanaan SPMB ke depan bisa berjalan lebih konsisten dan tidak menimbulkan kebingungan baru di masyarakat.

Ia juga menyoroti kebijakan program sekolah rakyat yang menurutnya perlu ditempatkan secara lebih tepat sasaran.

"Intinya konsisten aja sih. Terus nggak perlulah ada Sekolah Rakyat. Kalaupun ada sekolah gituan, ya jangan dikasih ke sekolah favorit. Udah aja sekolah yang biasa-biasa atau sekolah yang mau di-upgrade sama Pemerintah Provinsi Riau," pungkasnya. (*)

Tags : pemetaan calon murid, spmb riau, akses website, pengumuman hasil, orang tua siswa, kendala teknis, pendidikan riau, sman riau, kebijakan pendidikan,