Kepri   2026/08/18 17:22 WIB

Pasar Dadakan Tergelar Tiap Kali Kapal Datang di Dermaga Serasan Natuna

Pasar Dadakan Tergelar Tiap Kali Kapal Datang di Dermaga Serasan Natuna

NATUNA - Dermaga Serasan di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau ini tiba-tiba ramai ketika ada kapal datang bersandar.

Pasar dadakan digelar, Berbeda dengan pasar harian di daratan.

Warga kampung kawasan terdepan Indonesia ini menjalankan sistem pasar dadakan yang aktivitas perdagangannya bergantung pada jadwal sandar kapal.

Pasar ini tidak beroperasi setiap hari, mengingat jadwal kapal yang bersandar di wilayah tersebut tidak menentu.

Ratna Dewi, salah satu pedagang (25) membuktikan bahwa peluang ekonomi lahir dari kepandaian warga sekitar membaca jadwal kedatangan kapal.

"Tiap ada kapal masuk aja jualan di sini. Biasanya seminggu ada dua kali atau tiga kali kapal masuk ke sini," kata Ratna di Dermaga Serasan ini, Minggu (16/8).

Para pedagang di dermaga ini memantau jadwal kedatangan kapal dengan saksama untuk menentukan jam mulai berjualan, mulai dari pagi, siang, hingga malam hari.

"Tahu jamnya dari jadwal kapal. Sehari bisa tiga, empat, sampai lima kapal. Kalau kapal masuk malam, ya kita jualan malam juga," tambah Suci.

Barang dagangan yang ditawarkan Suci merupakan kebutuhan dasar bagi para penumpang kapal, seperti es buah, air mineral, nasi bungkusan, hingga aneka kue.

Harganya pun terjangkau mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 20.000. Tiga tahun menekuni usaha tersebut ,omzet yang diraih sangat fantastis.

Dalam satu sesi kedatangan kapal yang ramai, Suci mengaku bisa mengantongi pendapatan hingga jutaan rupiah.

"Keuntungannya sekitar Rp 1 juta sampai Rp 2 juta bisa. Kalau lagi ramai bisa Rp 3 juta per kapal," ungkap Ratna.

Jika dalam satu hari terdapat tiga kapal yang bersandar dengan kondisi ramai, potensi perputaran uang yang didapat pedagang lokal bisa mencapai angka yang sangat signifikan bagi ekonomi rumah tangga.

Aktivitas ekonomi ini menjadi tumpuan hampir seluruh warga kampung. Menariknya, pihak pengelola tidak memungut biaya sewa lapak bagi warga yang ingin berjualan.

"Semuanya orang kampung di sini jualan di sini. Enggak dikenakan biaya, gratis," pungkas Ratna. (*)

Tags : pasar dadakan, pasar dadakan di natuna, pasar dadakan digelar, kapal datang di dermaga serasan pasar dadakan digelar, natuna, serasan, merah putih di perbatasan, hut, ke 81 ri, hut ri ke 81, menyala indonesia,