JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan harga bahan pangan pokok tetap terkendali selama momentum Iduladha 1447 Hijriyah.
Pemerintah terus memantau pergerakan harga komoditas strategis dalam koridor harga eceran tertinggi (HET).
Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), kata dia, melakukan pemantauan rutin terhadap harga kebutuhan pokok di pasar.
Pengawasan dilakukan terhadap 12 komoditas pangan untuk menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen.
“Sejauh ini oke,” kata Sudaryono di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan pemerintah tidak ingin harga pangan bergerak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.
Harga yang terlalu murah dinilai merugikan petani dan peternak, sedangkan harga yang terlalu mahal membebani masyarakat.
Menurut dia, stabilitas harga pangan selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih terjaga pada momentum Lebaran dan Iduladha.
Fluktuasi harga disebut masih dalam batas wajar dan dapat segera dikendalikan.
“Kalau naik dan turun itu hal yang biasa. Yang penting naik cepat turun, kalau turun cepat naik,” ujar Sudaryono.
Ia mengatakan pemerintah terus menjaga agar harga jual tetap bergerak di sekitar HET. Pengendalian dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemantauan distribusi di lapangan.
Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono menyebut tingginya aktivitas kurban ikut menggerakkan ekonomi masyarakat.
Secara nasional, jumlah hewan kurban tahun ini mencapai sekitar 3,2 juta ekor atau lebih tinggi dibanding kebutuhan yang diperkirakan sekitar 2,5 juta ekor.
Menurut dia, surplus hewan kurban menunjukkan daya beli masyarakat masih kuat. Aktivitas kurban juga memberi dampak positif terhadap peternak lokal di berbagai daerah.
“Ini kan Iduladha bukan hanya hari rayanya umat Islam, tapi juga hari raya khususnya para peternak kita di seluruh Indonesia,” tutur tokoh yang akrab disapa Mas Dar ini.
Ia mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan sektor peternakan di tengah target swasembada pangan dan daging nasional.
Momentum Iduladha dinilai ikut meningkatkan semangat peternak rakyat di berbagai wilayah.
Sudaryono memastikan pemantauan harga pangan akan terus dilakukan selama periode hari besar keagamaan.
Pemerintah ingin menjaga keseimbangan harga agar distribusi pangan tetap lancar dan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pasokan Hewan Kurban
Sementara itu, Sudaryono memastikan ketersediaan hewan kurban nasional pada Iduladha 1447 Hijriyah berada dalam kondisi aman.
Tahun ini, pasokan hewan kurban nasional tercatat surplus sekitar 800 ribu ekor.
Kementerian Pertanian mencatat total ketersediaan hewan kurban nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor.
Adapun kebutuhan hewan kurban diperkirakan berada pada kisaran 2,4 juta hingga 2,5 juta ekor.
“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezeki-Nya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat situasi sulit perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik,” ujar Sudaryono dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, dikutip Kamis (28/5).
Ia mengatakan surplus tersebut menunjukkan daya tahan sektor peternakan nasional masih terjaga di tengah berbagai tantangan global.
Menurut dia, tingginya jumlah hewan kurban juga mencerminkan optimisme dan kemampuan masyarakat untuk tetap berkurban.
Kementan juga mencatat tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban.
Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban pada 2025 mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor.
Peningkatan partisipasi itu ikut tercermin di lingkungan Kementan. Tahun ini, Masjid Nurul Iman mencatat rekor tertinggi penyelenggaraan kurban dengan total 49 ekor hewan kurban yang terdiri atas 41 ekor sapi dan delapan ekor kambing.
“Insya Allah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” kata Sudaryono.
Jumlah hewan kurban di Masjid Nurul Iman meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2024, jumlah kurban tercatat dua ekor sapi dan 15 kambing. Angka itu naik menjadi sembilan ekor sapi dan 10 kambing pada 2025 sebelum melonjak pada 2026.
Menurut Sudaryono, Iduladha bukan hanya momentum ibadah umat Islam, melainkan juga menjadi penggerak ekonomi peternakan nasional.
Kebutuhan hewan kurban dan dam haji dinilai mampu meningkatkan semangat peternak untuk memperbesar produksi ternak.
Ia menyebut peningkatan pelaksanaan dam haji di dalam negeri ikut membuka peluang ekonomi baru bagi peternak kambing dan domba.
Tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, sedangkan tahun ini meningkat menjadi lebih dari 32 ribu ekor.
“Ini menandakan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan kurban tinggi dan kegiatan kurban ini juga mendongkrak putaran ekonomi kita,” ujar Sudaryono.
Pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi kurban bantuan kemasyarakatan Presiden ke berbagai daerah.
Distribusi dilakukan ke provinsi, kabupaten, dan kota, pondok pesantren, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga lembaga masyarakat.
Sudaryono mengatakan sapi bantuan Presiden memiliki bobot besar dengan rata-rata di atas 800 kilogram. Sejumlah sapi bahkan mendekati satu ton sehingga membutuhkan penanganan khusus saat distribusi.
“Ini menggeliatkan peternak-peternak lokal kita,” tutur tokoh yang akrab disapa Mas Dar tersebut.
Sudaryono meminta seluruh proses penyembelihan hewan kurban dilakukan secara higienis dan sesuai standar kesehatan hewan.
Panitia kurban di Masjid Nurul Iman melibatkan 41 Juru Sembelih Halal binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda merinci total ketersediaan hewan kurban nasional terdiri atas 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.
Kementan menurunkan 8.633 personel pemantau hewan kurban secara nasional untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan aman dan memenuhi standar kesehatan hewan.
Pengawasan melibatkan tenaga medis, paramedis veteriner, asosiasi profesi, hingga mahasiswa kedokteran hewan.
“Kalau 200 ribu jamaah haji ditambah kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” kata Agung.
Kementan menilai momentum Iduladha tahun ini memperlihatkan kapasitas produksi ternak domestik masih terjaga.
Peningkatan jumlah kurban dan dam haji juga dinilai dapat memperkuat ekonomi peternakan rakyat di berbagai daerah.
Pemerintah berharap tren peningkatan kebutuhan hewan kurban dan dam haji dapat menjadi penggerak pengembangan sektor peternakan nasional.
Kondisi surplus hewan kurban juga dinilai memperkuat optimisme menuju swasembada protein hewani nasional. (*)
Tags : sudaryono, wamentan, kementerian pertanian, kementan, harga pangan, idul adha, pasokan hewan kurban, hewan kurban, News,