Pendidikan   2026/06/15 10:48 WIB

Pemprov Perluas Akses Pendidikan Bagi Keluarga Kurang Mampu Melalui Sekolah Rakyat 

Pemprov Perluas Akses Pendidikan Bagi Keluarga Kurang Mampu Melalui Sekolah Rakyat 

PEKANBARU – Pemprov Riau memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu melalui peningkatan signifikan kuota penerimaan Sekolah Rakyat (SR) pada tahun ajaran 2026.

Program pendidikan gratis berbasis asrama tersebut ditargetkan mampu menampung hingga 420 peserta didik dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

Peningkatan kapasitas ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah sekaligus membuka kesempatan pendidikan yang lebih merata bagi anak-anak dari kelompok rentan ekonomi.

Target tersebut disampaikan Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi saat meninjau kegiatan Open House Sekolah Rakyat di kompleks SRMP 3 Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).

"Untuk tahun anggaran dan tahun ajaran baru ini, kami menargetkan sebanyak 420 siswa di seluruh Provinsi Riau dapat terakomodasi dan menikmati fasilitas pendidikan gratis di Sekolah Rakyat," ujar Syahrial Abdi.

Menurut Syahrial, jumlah penerimaan tahun ini meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mampu menampung sekitar 150 siswa.

Lonjakan tersebut didukung oleh pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat baru di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Ia menjelaskan progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

"Kenaikan angka penerimaan tahun ini memang melompat jauh dari capaian tahun lalu. Hal ini dimungkinkan karena progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Kuansing saat ini performanya sudah menyentuh 85 persen, dan ditargetkan siap dipergunakan secara fungsional untuk proses belajar mengajar serta pemanfaatan asrama pada Agustus mendatang," jelasnya.

Keberadaan fasilitas baru tersebut menjadi faktor utama dalam memperluas daya tampung program pendidikan gratis yang dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Untuk memastikan keberlanjutan program, Pemprov Riau juga meminta dukungan pemerintah kabupaten dan kota dalam penyediaan lahan pembangunan Sekolah Rakyat.

Hingga pertengahan Juni 2026, sebanyak enam daerah telah menyatakan kesiapan administrasi dan lokasi pembangunan sebagai bagian dari pengembangan jaringan Sekolah Rakyat di Riau.

Di Kota Pekanbaru, lokasi baru telah disiapkan di Kecamatan Tenayan Raya. Saat ini, pemerintah masih melakukan proses pematangan lahan guna menyesuaikan kondisi tanah sebelum pembangunan dimulai.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Riau juga telah menyiapkan kawasan pengembangan baru di Pasir Putih, Jalan Lintas Timur Kilometer 19.

"Kami sudah mengamankan aset lahan seluas 10 hektare di Pasir Putih untuk pembangunan jangka panjang. Saat ini, tim di lapangan sedang menggesa persiapan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta pengerasan dan pematangan lahan," kata Syahrial.

Pemprov Riau menilai pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar penambahan ruang belajar, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

Program ini diharapkan mampu menjangkau anak-anak dari wilayah terpencil, pesisir, maupun keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Dengan bertambahnya kapasitas dan pembangunan fasilitas baru, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter generasi muda Riau.

Pemerintah optimistis program tersebut akan menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. (rp.sul/*)

Tags : Sekolah Rakyat, Pemprov Perluas Akses Pendidikan Sekolah Rakyat, Sekolah Rakyat  untuk Keluarga Kurang Mampu,